Pengurus PMR SMABHATIG

Mengetahui sesuatu dan memahami segala sesuatu adalah lebih baik daripada mengetahui segala sesuatu, tetapi tidak memahami sesuatu.

Minggu, 28 April 2013

Kelola Konflik Organisasi Secara Efektif

Konflik Dalam Suatu Organisasi Harus Dikelola Secara Efektif


Permasalahan yang terjadi dalam suatu organisasi yang sering terjadi, menyebabkan konflik terjadi didalam organisasi tersebut, jelas saja, dikarenakan setiap orang yang terlibat didalam konflik tersebut mempunyai pendapat masing-masing yang bertujuan untuk kebaikan organisasi, apakah dalam konflik tersebut perang urat syaraf sering terjadi ? Tentu saja, seperti yang sering kita lihat ditelevisi, para anggota dewan, mereka orang-orang pintar pun sering melakukan itu.
 
Apabila kita membiarkan konflik terjadi seperti itu, tentu saja hal-hal yang berdampak negative akan terjadi, seperti masalah yang tidak akan terpecahkan, dan juga emosional atau dendam pribadi yang tak terelakkan.
Untuk itu, konflik harus dikelola secara efektif, diantaranya dengan cara sebagai berikut :
  1. Ciptakan sistem dan pelaksanaan komunikasi yang efektif.
  2. Cegahlah konflik yang destruktif sebelum terjadi.
  3. Tetapkan peraturan dan prosedur yang baku menyangkut hak anggota/pengurus.
  4. Atasan mempunyai peranan penting dalam menyelesaikan konflik yang muncul.
  5. Ciptakanlah iklim dan suasana kerja yang harmonis.
  6. Bentuklah team work dan kerja-sama yang baik antar kelompok/ unit kerja.
  7. Bina dan kembangkan rasa solidaritas, toleransi, dan saling pengertian antar eselon.
Namun, terselesaikannya konflik itu tidak bergantung pada pengelolaan yang efektif saja, kembali kepada pribadi masing-masing yang berkonflik untuk lebih terbuka dan bersedia menyelesaikan konflik tersebut.

Kamis, 28 Maret 2013

Jenis makanan penyebab kulit berjerawat

Jerawat bagi kebanyakan orang sudah menjadi langganan umum sebagai masalah pribadi apalagi sering dialami saat masa remaja. Jerawat pada dasarnya adalah suatu kondisi kulit yang mengalami bintik-bintik merah yang membesar dan komedo.

Hal ini terjadi karena kurangnya perawatan kulit yang tepat. Namun, penyebab utama timbulnya jerawat dikarenakan penumpukan bakteri dan sel-sel kulit mati yang menyumbat kulit. Bahkan sekresi hormon testosteron yang berlebihan juga dapat menyebabkan jerawat. Tak hanya itu, pola makan yang tidak sehat juga merupakan penyebab utama di balik timbulnya jerawat.

Seperti dilansir Boldsky, Jumat, 8 Maret 2013, ditemukan beberapa makanan yang dapat meningkatkan risiko pertumbuhan jerawat. Beberapa makanan tersebut umumnya sehat untuk dikonsumsi namun tidak bagi kulit Anda seperti seafood misalnya.
Makanan sehat bagi tubuh ini kaya akan yodium yang dapat memicu timbulnya jerawat. Untuk mengetahui jenis-jenis makanan apa saja yang dapat menyebabkan kulit berjerawat, simak daftarnya berikut ini.

Kerang
Jenis seafood ini kaya akan iodine. Iodine atau makan asin dapat memicu pertumbuhan jerawat.

Gorengan
Makanan-makanan yang digoreng dan mengandung banyak minyak adalah salah satu faktor pemicu jerawat yang paling utama.

Udang
Jenis seafood lain yang memicu pertumbuhan jerawat adalah udang. Walaupun udang kaya akan vitamin dan nutrisi, namun sayangnya tidak baik untuk kulit Anda.

Sereal
Jenis makanan yang umumnya dikonsumsi sebagai menu sarapan dan biasanya sangat disuka karena kepraktisannya memang sehat dan mengandung nutrisi tinggi, namun sereal kaya akan lemak trans yang dapat memicu timbulnya jerawat.

Susu
Hindari atau minimal kurangi konsumsi produk susu karena termasuk jenis makanan olahan yang mengandung antibiotik dan hormon yang memicu jerawat.

Makanan Beku
Makanan yang kaya akan lemak trans patut dihindari karena mereka menyebabkan jerawat. Makanan beku, terutama sayuran beku adalah makanan yang harus Anda hindari.

Donat
Anda mungkin penggemar makanan manis seperti donat misalnya. Namun, perlu diketahui, makanan-makanan manis mengandung gula dan karbohidrat olahan yang tinggi. Tak hanya itu, makanan-makanan ini umumnya dipanggang. Untuk mencegah jerawat, hindari makanan manis yang dipanggang.

Roti putih
Ini adalah makanan lain yang dapat menyebabkan jerawat. Roti putih telah disempurnakan dengan menggunakan gula yang meningkatkan tingkat insulin dalam tubuh. Hal ini meningkatkan sekresi testosteron sehingga mengarah pada timbulnya jerawat.

Nasi
Jenis makanan yang merupakan makanan pokok masyarakat Indonesia ini kaya akan karbohidrat terutama glukosa yang dapat memicu pertumbuhan jerawat.

Jumat, 01 Maret 2013

Sejarah dan Hari PMR

Selamat Ulang Tahun Palang Merah Remaja (PMR) Indonesia yg ke 63 tahun.
Terbentuknya Palang Merah Remaja dilatar belakangi oleh terjadinya Perang Dunia I (1914 - 1918) pada waktu itu Australia sedang mengalami peperangan. Karena Palang Merah Australia kekurangan tenaga untuk memberikan bantuan, akhirnya mengerahkan anak-anak sekolah supaya turut membantu sesuai dengan kemampuannya. Mereka diberikan tugas, tugas ringan seperti mengumpulkan pakaian-pakaian bekas dan majalah-majalah serta Koran bekas. Anak-anak tersebut terhimpun dalam suatu badan yang disebut Palang Merah Pemuda (PMP) kemudian menjadi Palang Merah Remaja (PMR).

Pada tahun 1919 didalam sidang Liga Perhimpunan Palang Merah Internasional diputuskan bahwa gerakan Palang Merah Remaja menjadi satu bagian dari perhimpunan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah. Kemudian usaha tersebut diikuti oleh negara-negara lain. Dan pada tahun 1960, dari 145 Perhimpunan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah sebagian besar sudah memiliki Palang Merah Remaja.

Di Indonesia pada Kongres PMI ke-IV tepatnya bulan Januari 1950 di Jakarta, PMI membentuk Palang Merah Remaja yang dipimpin oleh Ny. Siti Dasimah dan Paramita Abdurrahman. Pada tanggal 1 Maret 1950 berdirilah Palang Merah Remaja secara resmi di Indonesia.

1 Maret diperingati oleh PMI dan Bangsa ini sebagai hari PMR, pada awalnya bernama Palang Merah Pemuda. Mengiringi perjuangan PMI dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia, sesuai dengan 10 Perintah Harian Panglima Besar Jendral Soedirman, 63 tahun lalu (1950) PMI meresmikan berdirinya PMP sebagai bagian dalam organisasi PMI yang bertugas mengembangkan dan membentuk karakter remaja di Indonesia. Dipelopori oleh Nn. Siti Dalimah (atau Dasimah – sedikit kerancuan sejarah) dan Nn. Paramitha Abdurahman.

Saya yang dibentuk, digembleng dan dipertemukan jodoh oleh PMR bangga menjadi bagian darinya pada masa lalu.

Telah banyak alumni PMR yang kini menduduki posisi penting di negeri ini dan memberikan baktinya.
 
Saat ini masih banyak yang merindukan PMR, merindukan kehadirannya dengan seragam sekolah dan badge PMI di lengannya. Dirindukan siswa/i yang sakit, dirindukan masyarakat.

Masih banyak yang menunggu bhaktimu, tunjukkan eksistensimu. Jangan hanya menjadi organisasi “gaul” namun tidak terlihat bhaktimu seperti yang sering kalian ucapkan dalam Tri Bhaktimu. Ayo Relawan Masa Depan. Temukan jiwa Relawanmu disini (PMR).

Selasa, 26 Februari 2013

Tugas dan Fungsi Pemimpin

Manusia adalah makhluk sosial yang tidak dapat hidup sendiri. Dalam hidup, manusia selalu berinteraksi dengan sesama serta dengan lingkungannya. Manusia adalah makhluk Tuhan yang paling tinggi dibanding makhluk Tuhan lainnya. Manusia di anugerahi kemampuan untuk berpikir, kemampuan untuk memilah dan memilih mana yang baik dan mana yang buruk. Dengan kelebihan itulah manusia seharusnya mampu mengelola lingkungan dengan baik.

Tidak hanya lingkungan yang perlu dikelola dengan baik, kehidupan sosial manusiapun perlu dikelola dengan baik. Untuk itulah dibutuhkan sumber daya manusia yang berkualitas. Sumber daya yang berjiwa pemimpin, paling tidak untuk memimpin dirinya sendiri.

Dengan berjiwa pemimpin manusia akan dapat mengelola diri, kelompok dan lingkungan dengan baik. Khususnya dalam penanggulangan masalah yang relatif pelik dan sulit. Disinilah dituntut kearifan seorang pemimpin dalam mengambil keputusan agar masalah dapat terselesaikan dengan baik. Persoalan kepemimpinan selalu memberikan kesan yang menarik. Literatur-literatur tentang kepemimpinan senantiasa memberikan penjelasan bagaimana menjadi pemimpin yang baik, sikap dan gaya yang sesuai dengan situasi kepemimpinan, dan syarat-syarat pemimpin yang baik. Suatu organisasi akan berhasil atau bahkan gagal sebagian besar ditentukan oleh kepemimpinan. Suatu ungkapan yang mulia mengatakan bahwa pemimpinlah yang bertanggungjawab atas kegagalan pelaksanaan suatu pekerjaan. Hal ini menunjukkan bahkan suatu ungkapan yang mendudukkan posisi pemimpin dalam suatu organisasi pada posisi yang terpenting.

Demikian juga pemimpin dimanapun letaknya akan selalu mempunyai beban untuk mempertanggungjawabkan kepemimpinannya. Membicarakan kepemimpinan memang menarik, dan dapat dimulai dari sudut mana saja ia akan diteropong. Dari waktu ke waktu kepemimpinan menjadi perhatian manusia. Ada yang berpendapat bahwa kepemimpinan sama tuanya dengan sejarah manusia. Kepemimpinan dibutuhkan manusia, karena adanya suatu keterbatasan dan kelebihan-kelebihan tertentu pada manusia.

PEMBAHASAN

A. Tugas Pokok Kepemimpinan
Tugas pokok—seorang pemimpin yaitu melaksanakan fungsi-fungsi manajemen seperti yang telah disebutkan sebelumnya yang terdiri dari: merencanakan, mengorganisasikan, menggerakkan, dan mengawasi.

Terlaksananya tugas-tugas tersebut tidak dapat dicapai hanya oleh pimpinan seorang diri, tetapi dengan menggerakan orang-orang yang dipimpinnya. Agar orang-orang yang dipimpin mau bekerja secara erektif seorang pemimpin di samping harus memiliki inisiatif dan kreatif harus selalu memperhatikan hubungan manusiawi. Secara lebih terperinci tugas-tugas seorang pemimpin meliputi: pengambilan keputusan menetapkan sasaran dan menyusun kebijaksanaan, mengorganisasikan dan menempatkan pekerja, mengkoordinasikan kegiatan-kegiatan baik secara vertikal (antara bawahan dan atasan) maupun secara horisontal (antar bagian atau unit), serta memimpin dan mengawasi pelaksanaan pekerjaan.

Secara umum, tugas-tugas pokok pemimpin antara lain :
a. Melaksanaan Fungsi Managerial, yaitu berupa kegiatan pokok meliputi pelaksanaan :
- Penyusunan Rencana
- Penyusunan Organisasi Pengarahan Organisasi Pengendalian Penilaian
- Pelaporan
b. Mendorong (memotivasi) anggota untuk dapat bekerja dengan giat dan tekun
c. Membina anggota agar dapat memikul tanggung jawab tugas masing-masing secara baik
d. Membina anggota agar dapat bekerja secara efektif dan efisien
e. Menciptakan iklim kerja yang baik dan harmonis
f. Menyusun fungsi manajemen secara baik
g. Menjadi penggerak yang baik dan dapat menjadi sumber kreatifitas
h. Menjadi wakil dalam membina hubungan dengan pihak luar

B. Fungsi Kepemimpinan
Fungsi pemimpin dalam suatu organisasi tidak dapat dibantah merupakan sesuatu fungsi yang sangat penting bagi keberadaan dan kemajuan organisasi yang bersangkutan. Pada dasarnya fungsi kepemimpinan memiliki 2 aspek yaitu :
> Fungsi administrasi, yakni mengadakan formulasi kebijaksanaan administrasi dan menyediakan fasilitasnya.
> Fungsi sebagai Top Manajemen, yakni mengadakan planning, organizing, staffing, directing, commanding, controling, dsb.

Dalam upaya mewujudkan kepemimpinan yang efektif, maka kepemimpinan tersebut harus dijalankan sesuai dengan fungsinya. Sehubungan dengan hal tersebut, menurut Hadari Nawawi (1995:74), fungsi kepemimpinan berhubungn langsung dengan situasi sosial dalam kehidupan kelompok masing-masing yang mengisyaratkan bahwa setiap pemimpin berada didalam, bukan berada diluar situasi itu Pemimpin harus berusaha agar menjadi bagian didalam situasi sosial keiompok atau organisasinya.

Fungsi kepemimpinan menurut Hadari Nawawi memiliki dua dimensi yaitu:
  1. Dimensi yang berhubungan dengan tingkat kemampuan mengarahkan dalam tindakan atau aktifitas pemimpin, yang terlihat pada tanggapan orang-orang yang dipimpinnya.
  2. Dimensi yang berkenaan dengan tingkat dukungan atau keterlibatan orang-orang yang dipimpin dalam melaksnakan tugas-tugas pokok kelompok atau organisasi, yang dijabarkan dan dimanifestasikan melalui keputusan-keputusan dan kebijakan pemimpin.
Sehubungan dengan kedua dimensi tersebut, menurut Hadari Nawawi, secara operasional dapat dibedakan lima fungsi pokok kepemimpinan, yaitu:

1. Fungsi Instruktif
Pemimpin berfungsi sebagai komunikator yang menentukan apa (isi perintah), bagaimana (cara mengerjakan perintah), bilamana (waktu memulai, melaksanakan dan melaporkan hasilnya), dan dimana (tempat mengerjakan perintah) agar keputusan dapat diwujudkan secara efektif. Sehingga fungsi orang yang dipimpin hanyalah melaksanakan perintah.

2. Fungsi konsultatif
Pemimpin dapat menggunakan fungsi konsultatif sebagai komunikasi dua arah. Hal tersebut digunakan manakala pemimpin dalam usaha menetapkan keputusan yang memerlukan bahan pertimbangan dan berkonsultasi dengan orang-orang yang dipimpinnya.

3. Fungsi Partisipasi
Dalam menjaiankan fungsi partisipasi pemimpin berusaha mengaktifkan orang-orang yang dipimpinnya, baik dalam pengambilan keputusan maupun dalam melaksanakannya. Setiap anggota kelompok memperoleh kesempatan yang sama untuk berpartisipasi dalam melaksanakan kegiatan yang dijabarkan dari tugas-tugas pokok, sesuai dengan posisi masing-masing.

4. Fungsi Delegasi
Dalam menjalankan fungsi delegasi, pemimpin memberikan pelimpahan wewenang membuat atau menetapkan keputusan. Fungsi delegasi sebenarnya adalah kepercayaan ssorang pemimpin kepada orang yang diberi kepercayaan untuk pelimpahan wewenang dengan melaksanakannya secara bertanggungjawab. Fungsi pendelegasian ini, harus diwujudkan karena kemajuan dan perkembangan kelompok tidak mungkin diwujudkan oleh seorang pemimpin seorang diri.

5. Fungsi Pengendalian
Fungsi pengendalian berasumsi bahwa kepemimpinan yang efektif harus mampu mengatur aktifitas anggotanya secara terarah dan dalam koordinasi yang efektif, sehingga memungkinkan tercapainya tujuan bersama secara maksimal. Dalam melaksanakan fungsi pengendalian, pemimpin dapat mewujudkan melalui kegiatan bimbingan, pengarahan, koordinasi, dan pengawasan.

Kemudian menurut Yuki (1998) fungsi kepemimpinan adalah usaha mempengaruhi dan mengarahkan karyawan untuk bekerja keras, memiliki semangat tinggi, dan memotivasi tinggi guna mencapai tujuan organisasi. Hal ini terutama terikat dengan fungsi mengatur hubungan antara individu atau kelompok dalam organisasi. Selain itu, fungsi pemimpin dalam mempengaruhi dan mengarahkan individu atau kelompok bertujuan untuk membantu organisasi bergerak kearah pencapaian sasaran. Dengan demikian, inti kepemimpinan bukan pertama-tama terletak pada kedudukannya daiam organisasi, melainkan bagaimana pemimpin melaksanakan fungsinya sebagai pemimpin. Fungsi kepemimpinan yang hakiki adalah :
  • Selaku penentu arah yang akan ditempuh dalam usaha untuk pencapaian tujuan
  • Sebagai wakil dan juru bicara organisasi dalam hubungan dengan pihak luar.
  • Sebagai komunikator yang efektif.
  • Sebagai integrator yang efektif, rasional, objektif, dan netral.
Fungsi pokok pimpinan adalah:
• Memberikan kerangka pokok yang jelas yang dapat dijadikan pegangan oleh anggotanya.
• Mengawasi, mengendalikan dan menyalurkan perilaku anggota yang dipimpin
• Bertindak sebagai wakil kelompok dalam berhubungan dengan dunia luar

Fungsi kepemimpinan itu pada pokoknya adalah menjalankan wewenang kepemimpinan, yaitu menyediakan suatu sistem komunikasi, memelihara kesediaan bekerja sama dan menjamin kelancaran serta keutuhan organisasi atau perusahaan.

Fungsi-fungsi kepemimpinan meliputi kegiatan dan tindakan sebagai berikut :
  1. Pengambilan keputusan
  2. Pengembangan imajinasi
  3. Pendelegasian wewenang kepada bawahan
  4. Pengembangan kesetiaan para bawahan
  5. Pemrakarsaan, penggiatan dan pengendalian rencana-rencana
  6. Pemanfaatan sumber daya manusia dan sumber-sumber lainnya
  7. Pelaksanaan keputusan dan pemberian dorongan kepada para pelaksana
  8. Pelaksanaan kontrol dan perbaikan kesalahan-kesalahan
  9. Pemberian tanda penghargaan kepada bawahan yang berprestasi
  10. Pertanggungjawaban semua tindakan
Semakin kita mengetahui tugas dan fungsi pemimpin secara mendalam, dengan begitu kita mudah menjalankan sebuah organisasi yang terpimpin. Semoga artikel yang dirancang dengan apik dan ringan (mudah difahami pembaca) ini bermanfaat bagi teman-teman PMR se-Indonesia khususnya organisasi PMR SMABHATIG. Siamo Tutti Fratelli.