Pengurus PMR SMABHATIG

Mengetahui sesuatu dan memahami segala sesuatu adalah lebih baik daripada mengetahui segala sesuatu, tetapi tidak memahami sesuatu.

Tampilkan postingan dengan label Motivasi Organisasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Motivasi Organisasi. Tampilkan semua postingan

Jumat, 12 Oktober 2012

Salah Satu Potensi itu adalah Ide-ide

Benarkah kita memiliki potensi yang dahsyat? Ya tentu saja, dan salah satunya adalah ide-ide yang ada di dalam kepala Anda. Saya mengatakan ada di kepala Anda, sebab memang ide-ide tersebut sudah ada. Jumlahnya sangat banyak, sebanding dengan proses belajar Anda selama ini.
 
Jika Anda tahu tekniknya, Anda bisa menghasilkan jutaan ide yang selama ini terpendam dalam kepala Anda. Diantara jutaan ide tersebut, akan ada beberapa ide yang luar biasa yang mempu mengubah hidup Anda atau mengatasi masalah terbesar Anda saat ini.Anda Punya Potensi: Jangan Cepat Menyerah
 
Ada dua kondisi saat seseorang disebut menyerah. Bukan hanya bagi orang yang sedang terpuruk saja, tetapi mungkin bagi Anda yang merasa baik-baik saja.
 
Pertama: seseorang yang sedang ditimpa masalah besar atau musibah yang berat, kemudian dia berputus asa tidak berusaha bangkit dan pasrah apa pun yang terjadi. Ini adalah menyerah.

Kedua: orang yang merasa baik-baik saja, tetapi dia memiliki impian yang besar tetapi dia tidak berusaha mengejarnya atau pernah mencoba tetapi berhenti. Orang macam ini masih tergolong menyerah, karena dia menyerah untuk berusaha mencapai cita-citanya.

 
Terlepas kondisi mana yang terjadi, jangan mudah menyerah, karena kepala Anda sebenarnya adalah gudang ide. Masih ada yang bisa Anda lakukan, baik itu untuk keluar dari masalah Anda atau untuk mengejar cita-cita Anda yang tinggi.
 
Saat Anda bingung, apa lagi yang harus dilakukan, berpikirlah. Keluarkan ide-ide Anda. Olah ide-ide Anda. Jangan pernah berhenti berpikir untuk menghasilkan ide-ide cemerlang yang bisa saja mengatasi masalah Anda atau memberikan gagasan untuk mencapai cita-cita yang tinggi.
 
Keluarkan Potensi Itu: Berpikirlah Di Luar Kotak
Mengapa ide-ide yang sudah ada di dalam kepala tidak keluar? Sebab Anda berpikir di dalam kotak. Artinya Anda hanya berpikir dalam pakem yang itu-itu saja, hanya memilih ide yang biasa dilakukan, atau hanya melihat gagasan yang mudah diterima. Padahal seringkali ide-ide brilian datang dalam wujud yang aneh, sulit diterima, dan belum pernah dilakukan.
Mengapa berpikir di dalam kotak?
Penyebabnya adalah:
  1. Keengganan untuk menerima sesuatu yang baru, aneh, dan belum pernah dilakukan. Padahal selama itu halal, silahkan saja dicoba.
  2. Karena input yang masuk ke dalam pikiran Anda sangat terbatas. Kurangnya pemicu untuk membangkitkan ide-ide yang terdalam. Cobalah lihat dunia luar. Baca buku, baca majalah, baca internet, dan pergilah ke luar. Anda akan menemukan banyak hal baru yang akan memicu ide-ide baru.Tidak tahu bagaimana caranya membangkitkan ide-ide baru yang ada di dalam pikiran Anda. Untuk itu, Anda perlu belajar teknik-teknik kreativitas baik itu teknik sistematis maupun intuitif. Keduanya sama, jika digabungkan akan memiliki kekuatan dahsyat.
Ambillah Tindakan, Sekecil Apa Pun Ide Anda
Setelah Anda berhasil mengeluarkan dan menemukan ide-ide cemerlang, itu tidak akan berguna jika Anda tidak mengambil tindakan. Sekecil apa pun ide Anda. Sesederhana apa pun ide Anda. Anda tetap perlu mengambil tindakan, setidaknya menguji ide tersebut, bahkan untuk sekedar mencatatnya. Tindakan adalah satu-satunya bentuk penghargaan Anda terhadap ide Anda sendiri.

Saat Anda menemukan ide, kemudian Anda tidak mengambil tindakan, artinya Anda tidak menghargai diri sendiri. Jika tidak mungkin dilakukan sekarang, catatlah. Jika tidak, ide tersebut akan kabur kembali alias hilang, lenyap ditelan oleh apa yang disebut lupa.

 
Jadi, bangkitkan ide dan ambillah tindakan. Selalu ada ide artinya selalu ada tindakan yang bisa diambil baik untuk mengatasi masalah atau mencapai pencapaian besar. Jangan cepat menyerah, sebab Anda memiliki potensi yang dahsyat.

Sabtu, 21 Juli 2012

Berorganisasi di Sekolah

Benarkah berorganisasi di sekolah identik dengan penurunan prestasi dan konsentrasi belajar? Memang berorganisasi dapat bersifat adiktif. Namun, jika tidak pandai mengatur waktu, tugas-tugas lain bisa terbengkalai. Inilah salah satu sisi "negatif"-nya.

Melihat sisi "negatif" berorganisasi di sekolah, kita juga harus melihat sisi positifnya. Di luar semua itu berorganisasi di sekolah ternyata memiliki banyak nilai-nilai positif yang bermanfaat dalam pengembangan pribadi.

Menambah pengalaman
Dengan menjadi anggota panitia suatu kegiatan, kita mendapat pengalaman berorganisasi. Bagaimana bekerja dalam komunitas yang terdiri dari individu-individu majemuk, beraneka ragam latar belakang dan pola pikir. Ada yang berpikir cepat dan nyambung dengan pikiran kita, namun ada juga yang lemot dan enggak nyambung-nyambung.

Dengan kesibukan tambahan ini, mau tidak mau kita harus belajar strategi menyatukan visi, membagi kerja, dan menjalankan tugas. Istilah kerennya, job description masing-masing tugas harus jelas. Berbagai benturan yang mungkin terjadi saat menyatukan visi, tentu akan menjadi tambahan pengalaman tersendiri. Begitu pula saat pembagian kerja, kita menjadi terbiasa untuk bekerja secara team work, saling membahu, mendukung satu dengan lainnya.

Selain memperoleh pengalaman berorganisasi, kita juga mendapatkan pengalaman dan menambah wawasan dalam bidang yang kita kerjakan. Misalnya, bila bertugas sebagai seksi publikasi, kita akan mendapat pengalaman bagaimana berhubungan dengan orang lain di luar kelompok sendiri, bagaimana mempromosikan kegiatan yang kita buat dan media yang akan digunakan.

Bergabung dengan kepanitiaan suatu kegiatan tentu membuat kita harus berinteraksi dengan banyak orang. Proses interaksi ini membuat kita menjadi kenal dan dikenal banyak orang. Dengan kata lain, melalui pergaulan yang luas, kita akan memiliki banyak teman.

Sikap mental
Kegiatan di luar sekolah juga membentuk sikap mental positif, misalnya kedisiplinan, ketekunan, kejujuran, dan percaya diri. Setiap kerja pasti ada target waktu (deadline) yang harus dicapai. Dengan adanya job description kita harus bisa memimpin diri sendiri, menentukan skala prioritas dan disiplin dalam menjalankan rencana kerja agar selesai sebelum target waktu (deadline) yang ditentukan.

Selain kedisiplinan, ketekunan kita juga terasah. Tidak semua tugas yang menjadi tanggung jawab, mudah dilaksanakan. Kadangkala ada tugas yang membutuhkan ketekunan, seperti mewawancarai orang penting yang sulit ditemui. Bila tidak tekun tugas kita tidak terselesaikan.

Jabatan yang kita emban berhubungan dengan kepercayaan. Dalam melaksanakan tugas, kita diberi kepercayaan, bisa berupa wewenang atau materi. Kita dituntut bersikap jujur, tidak menyalahgunakan kepercayaan yang telah diberikan. Hal ini membutuhkan keberanian untuk melawan keinginan negatif dan melatih kejujuran kita.

Dengan pengalaman yang kita dapatkan saat berorganisasi, secara sadar maupun tidak, tingkat kepercayaan diri kita juga meningkat. Kepercayaan diri yang tinggi ini amat berguna saat kita harus melangkah dan menentukan sesuatu. Bila kita percaya diri, maka kita akan lebih berani dalam menghadapi segala situasi.

Keuntungan tambahan
Di luar semua itu, ternyata masih ada keuntungan tambahan yang bisa kita dapatkan dari kegiatan berorganisasi di sekolah. Keuntungan tambahan itu adalah suvenir-suvenir yang dapat kita koleksi untuk dikenang di masa depan. Suvenir-suvenir itu dapat berupa kaus, kartu kepanitian, bandana, topi dan lain-lain. Benda - benda yang sekilas tidak berharga itu mungkin bisa menjadi berharga karena menyimpan kenangan yang tidak tergantikan.

Namun, pada akhirnya betapa pun positifnya berorganisasi di sekolah, kewajiban utama kita sebagai pelajar adalah belajar. Kemampuan berorganisasi hendaknya disertai dengan kemampuan mengatur waktu dengan baik, agar kita dapat mendapatkan semua manfaat berorganisasi tanpa mengorbankan prestasi.

Selasa, 17 Juli 2012

Menyebarkan Sikap Positif Dalam Organisasi

Sikap positif adalah kunci untuk bisa memasuki dunia yang penuh dengan rasa gembira, bahagia, nyaman, damai, tenang, senang, makmur, bangga, cinta, kasih sayang, keyakinan, berhasil, menang, aman, sehat, bersyukur, dan segala hal lain dalam ukuran baik.

Organisasi itu sendiri seperti sebuah kapal yang sedang berlayar di tengah lautan kompetisi untuk menciptakan keuntungan dan kemenangan.

Sebagai nakhoda kapal yang membawa harapan dan mimpi banyak orang, pemimpin harus cerdik dan cerdas dalam menakhodai kapal dalam bentuk organisasi yang efektif.

Pemimpin memiliki tanggung jawab yang sangat besar atas keselamatan organisasi dan masa depan dari semua stakeholders.

Pemimpin harus yakin dan percaya bahwa ia tidak akan lalai untuk menyebarkan sikap positif dalam organisasi, sebab sikap positif yang tersebar secara sempurna dalam organisasi, akan mendatangkan prestasi dan kinerja yang membahagiakan semua stakeholders tanpa terkecuali.

Pemimpin harus bisa bertindak sebagai panutan dengan mempertunjukkan keteladanan yang terpancar melalui sikap positif. Sikap positif akan menghidupkan semangat setiap orang untuk berpikir dan bertindak secara proaktif dalam segala aspek pekerjaan, dan harus bisa mengantar organisasi menuju sukses.

Pemimpin yang tidak peduli pada sikap positif, yang juga tidak peduli atas keberadaan orang lain, akan terpencilkan oleh kegagalan, dan dia pada akhirnya akan merasakan penderitaan dalam kesendirian.

Sikap positif tidak hanya akan membuat sebuah kepemimpin dihormati oleh banyak orang, tapi juga membuat jiwa sang pemimpin tidak kosong dan sunyi dalam kesepian panjang.

Dalam dunia nyata ada dua sikap kehidupan, yaitu sikap positif yang mewakili segala sifat optimis, prasangka baik, dan percaya diri dari segala kebaikan hidup. Dan sikap negatif yang mewakili segala sifat kecurigaan, ketidakpercayaan, kegagalan, dan keputusasahan dari segala keburukan hidup. Kedua sikap ini bukanlah takdir atau turun dari langit, dan secara terpaksa, tanpa pilihan harus Anda lakoni. Tetapi kedua sifat tersebut berasal dari diri Anda sendiri, yang muncul akibat perilaku dan persepsi negatif terhadap potensi orang lain.

Bila Anda cerdas mengisi jiwa, pikiran, dan raga dengan sifat positif, maka Anda pasti memaknai kehidupan ini dari sisi kebaikan, dan selanjutnya Anda juga akan mampu menjadi pemimpin unggul yang sukses menyebarkan sikap positif ke dalam setiap sudut organisasi, dan ke setiap jiwa, pikiran, dan raga, yang ada dalam organisasi.

Pemimpin tidak boleh berdiam diri melihat organisasi berjalan tanpa arah tujuan, dan pemimpin harus memiliki sikap yang bisa merangkul semua orang untuk menuju arah yang benar.

Pemimpin harus bertindak dengan niat baik terhadap semua kepentingan melalui langkah – langkah yang harus dilakukan tanpa pilih kasih, jangan ada sikap negatif yang menutupi semua aspek kepemimpinan yang profesional. sikap negatif biasanya muncul dalam wujud saling curiga, tidak percaya, kecewa, kekurangan, kecurangan, kesendirian, kebingungan, amarah, stres, sakit hati, bertutur kata kasar, egois, cari menang sendiri, tidak peduli, dan masih ada banyak lagi sikap negatif yang bisa menghambat keberhasilan organisasi mencapai puncak sukses.

Pemimpin harus bisa menjadi contoh dari perilaku sikap positif tersebut, dan pemimpin harus bisa menghapus semua sikap negatif dari tubuh organisasi secara sempurna melalui pencerahan terhadap semua aspek kehidupan organisasi dengan sikap dan kultur positif, melalui tindakan yang efektif dan berintegritas. 

“Pemimpin Bermental Positif Adalah Pribadi Yang Mampu  Memberikan Hal-Hal Luar Biasa Buat Organisasi Dan  Manusia .” (PMR SMABHATIG).

Rabu, 04 Juli 2012

Mengembangkan Inovasi dan Kreativitas Berfikir Pada Diri dan Organisasi


Berfikir inovatif  yakni proses yang melahirkan solusi atau gagasan diluar bingkai pengetahuan yang sudah dimaklumi bersama (bingkai konservatif), baik ditinjau dari pengetahuan individu yang berfikir atau dari pengetahuan yang dominan dilingkungannya. Berfikir inovatif bertujuan memunculkan gagasan-gagasan baru yang dalam prosesnya harus terpenuhi 4 aspek fundamental yaitu :
  1. Sensitivitas yang tinggi terhadap berbagai permasalahan yang mungkin saja tidak sampai mengusik sensitivitas kebanyakan manusia biasa.
  2. Produktivitas yang tinggi, yakni kemampuan untuk menghasilkan jawaban sebanyak mungkin untuk satu pertanyaan.
  3. Elastisitas yang tinggi, yakni kemampuan menghasilkan pemikiran variatif sebanyak mungkin.
  4. Orisinilitas yang tinggi, yakni kemampuan menghasilkan gagasan-gagasan yang unik dan baru yang belum pernah dikenalnya.
Sedangkan kreativitas adalah kemampuan berfikir untuk meraih hasil-hasil yang variatif dan baru, serta memungkinkan untuk diaplikasikan, baik dalam bidang keilmuan, kesenian, kesusteraan, maupun bidang kehidupan lain yang melimpah.

Jadi dapat saya simpulkan dari pernyataan di atas bahwasannya berfikir inovatif dan kreativitas itu harus selaras dalam artian apabila suatu gagasan baru terlahir dari diri kita tanpa ditunjang dengan adanya kreativitas maka gagasan tersebut akan sia-sia, karena sebuah gagasan baru yang kreatif harus memenuhi unsur-unsur kreatifitas yang diantaranya pengaplikasian gagasan. Tanpa adanya pengaplikasian gagasan tersebut maka sebuah inovasi tersebut akan gagal.

Selain meningkatkan kreativitas dan inovasi, ada hal-hal yang dapat membunuh kreativitas dan inovasi yang diantaranya adalah :
  1. Ungkapan yang mengandung racun
  2. Motivasi yang rendah
  3. Lingkungan yang rendah
Apa maksud dari 3 hal diatas ? Sekarang coba anda bayangkan apabila anda sudah mempunyai suatu gagasan yang cemerlang kemudian ada teman anda mengatakan seperti dibawah ini :
  1. Sudahlah !!! nggak usah dipaksakan..gagasan barumu itu terlalu berat
  2. Ini adalah konsep yang terlalu muluk !!!
  3. Gagasanmu itu akan menyebabkan kita harus banyak melakukan perubahan yang fundamental !!!
Dengan 3 contoh ungkapan diatas, maka secara tidak langsung teman anda telah membunuh kreativitas dan inovatif seseorang akan ide atau gagasannya.

Sudah sewajarnya kita sebagai manusia memiliki sifat akan takut gagal (gagal dalam segala hal). Disini saya mengajak pembaca bagaimana kita mengembangkan pemikiran inovatif agar pikiran akan gagal pada otak kita hilang dari pemikiran kita dengan cara menciptakan lingkungan yang kondusif untuk memotivasi pemikiran inovatif dan mendayagunakan berbagai sarana bantu untuk memunculkan hal itu. Metode paling ampuh untuk menghadapi rasa takut adalah dengan sikap sebagai pemberani yang siap menantang apa yang kita takuti.

Curah gagasan dan dorongan untuk banyak bertanya
Ungkapan gagasan dan dorongan untuk bertanya dan ini tidak hanya terbatas pada efektivitas dalam menarik perhatian para sahabat saja, akan tetapi hal tersebut akan melahirkan seruan terbuka untuk pendidikan intelektual, pemahaman, dan keterbukaan dalam menyampaikan berbagai permasalahan yang dilontarkan.

Akhir kata saya ucapkan Alhamdulillah...telah mendapatkan ilmu yang sangat berharga dan bermanfaat ini. Semoga dapat menumbuhkan sifat berinovasi dan berkreasi yang bermanfaat untuk orang lain. Apalah artinya sebuah inovasi dan kreativitas apabila hal tersebut malah akan menimbulkan kerugian atau kemadhorotan bagi manusia. Amien.

Jumat, 25 Mei 2012

Pentingnya Komunikasi dan Kerjasama Dalam Sebuah Organisasi

Download disini (Renungan Bahasa Angsa)
Salam PMR SMABHATIG sekalian marilah kita sejenak berfikir mengapa banyak sekali orang berpendapat bahwa sebuah organisasi itu tidak akan berjalan dengan baik tanpa adanya sebuah komunikasi dan kerjasama yang baik diantara pengurus dan anggota ?? Jika boleh perkenankanlah saya untuk sedikit memberikan jawaban atas pertanyan diatas hehehe.

Sebelumnya mari kita fahami terlebih dahulu makna dari sebuah organisasi itu sendiri. Organisasi jika diartikan secara umum merupakan sekumpulan individu atau kelompok yang mempunyai tujuan bersama serta mempunyai system didalamnya guna mempermudah pencapaian tujuan yang telah ditargetkan. Jika kita fahami pengertian dari organisasi tersebut telah diketahui didalamnya banyak sekali orang atau individu yang mempunyai tujuan yang sama namun demikian mereka mempunyai latar belakang dan pemikiran yang berbeda-beda. Nah.. terus dimana letak pentingnya sebuah komunikasi dan kerjasama?

Komunikasi adalah proses pemindahan pengertian dalam bentuk ide-ide atau gagasan atau informasi dari seseorang ( Komunikator ) kepada orang lain ( Komunikan ). Perpindahan pengertian tersebut tidak hanya melibatkan lebih dari sekedar kata-kata yang digunakan dalam percakapan, tetapi juga ekspresi wajah, intonasi, titik putus vokal dan sebagainya. Sedangkan Pengertain kerjasama adalah proses untuk melakukan sesuatu yang mencakup beberapa hal serta unsur-unsur tertentu anatara lain:
  1. Adanya tujuan yang sudah ditetapkan bersama atau tujuan sesuai dengan peraturan.
  2. Adanya pengaturan/pembagian tugas yang jelas.
  3. Dalam bekerja saling menolong antara satu fihak dengan fihak yang lain.
  4. Dapat saling memasukkan manfaat.
  5. Adanya koordinasi yang baik.
Bukan kerjasama tetapi akan disebut “sama-sama kerja”, jika :
  1. Masing-masing fihak mempunyai tujuan sendiri-sendiri.
  2. Tanpa adanya pengaturan/pembagian tugas.
  3. Tidak saling memperhatikan dan menolong fihak lain.
  4. Manfa’at tidak dirasakan oleh semua anggota.
Meskipun kegiatannya ada dalam satu wadah atau satu tempat dan nampaknya apa yang dikerjakan menuju satu tujuan, tetapi kalau prosesnya mempunyai kondisi seperti disebutkan diatas, itu namanya “sama-sama kerja”.

Antara komunikasi dan kerjasama tidak dapat berjalan sendiri-sendiri melainkan dua hal ini dapat menjadikan sebuah organisasi yang baik dan benar tatkala komunikasi dan kerjasama dapat berjalan secara bersamaan. Dalam organisasi terdapat sebuah komunikasi yang harus dibangun antara anggota satu dengan anggota yang lain. Dengan adanya komunikasi yang baik di sebuah organisasi menjadikan semua pelaku organisasi tersebut dapat menjalankan tugas organisasi dengan lancar dan ringan karena dengan komunikasi kita bisa memperoleh hal-hal yang sangat membantu kita dalam melakukan tugas-tugas organisasi tersebut. Selain itu komikasi juga sangat mempengaruhi perjalanan sebuah organisasi, semakin baik komunikasi dibangun maka semakin kokoh organisasi tersebut.

Sedangkan fungsi dari sebuah kerjasama didalam orgnisasi juga merupakan hal yan sangat penting. Dengan kerjasama tugas-tugas organisasi yang di emban oleh masing-masing pengurus dapat menjadi ringan dan cepat selesai dengan target yan telah diprogramkan sebelumnya. Kerjasama juga dapat merangsang semangat para pengurus dan anggota organisasi dalam acara-acara tertentu. 

Oke sahabat PMR, sampai disini kiranya sudah sangat jelas bahwa antara komunikasi dan kerjasama merupakan satu kesatuan yang rentan untuk dipisahkan. Maka dari itu, kita sebagai pelaku organisasi, marilah kita selalu berupaya untuk membangun kerjasama dan komunikasi yang baik dalam sebuah organisasi kita tercinta yaitu PMR SMABHATIG. Kita harus yakin bahwa kita sebagai PMR WIRA  mampu menjadi ujung tombak kader-kader PMR WIRA dan mampu melanjutkan perjuangan para pendahulu (alumni PMR). Amin.

Kalah Namun Tidak Bermental Kalah

Kalah atau menang dalam sebuah perlombaan adalah hal biasa. Tidak ada sesuatu yang perlu disesali. Kekalahan bisa menimpa siapa saja, dan sebaliknya juga kemenangan. Tatkala kalah dalam bertanding (lomba), tidak perlu ada pihak-pihak yang disalahkan. Kalau ada pihak-pihak yang ternyata melakukan, itupun juga hal biasa. Sudah barang tentu, kesalahan itu tidak mungkin disengaja atau sesuatu yang selalu berhasil dihindari. 
 
Memang tampak oleh sementara orang, contoh beberapa peserta dalam lomba PMR pertama di Pos medis, juri melakukan kesalahan, misalnya salah ngasih kasus, sedikit songong, tidak sesuai dengan penatalaksanaan (misal; dalam lomba PP (pertolongan Petama) kita dalam menangani korban dengan juri aktif, seharuskan juri jawab apabila dalam pemeriksaan fisik mau ngasi kasus, 

Dalam dialog Team medis dan Juri AKtif
  • Team medis : lagi mode pemeriksaan fisik. "bagian kaki (paha)." ?, 
  • Juri aktif : ada !!
  • Team medis : mengaktifkan sistem PLNB? "apakah ada perubahan bentuk?, apakah ada luka, kalau ada berapa centimeter?, apakah ada nyeri (perih)? dan apakah ada bengkak (memar)?
  • Juri Aktif :  iyah itu sakit, kerjakan, kok mala tanya saya !! 
  • Team medis : &(^**$(%*$($)@#$^*(*&%# niih juri kram otak apa gk lulus pelatihan tentang PP yah !!! #[dalam hati].
  • Juri aktif : hmmm,... #[diam membisu dgn wajah tanpa dosa]
  • Team medis : kalau pun ini kasus nyata kami langsung tau berdasarkan mode pemeriksaan fisik yg dilakukan secara berkala dan bisa memutuskan tindakan apa yang dilakukan. #[dalam hati: sambil bijak plus emosi].
Kedua di pos siaga bencana yakni Lomba PBT dan TD, kesalahannya begini penatalaksanaan yang berbeda karena tidak ada pemberitahuan yang mendalam.

Dalam Dialog proses PBT
  • Team PBT : siap grak #[melakukan PBB], lalu lapor kepada juri. "lapor kami team PBT SMA B bernomer regu 1 siap melaksanakan Lomba".
  • Juri PBT : Laksanakan, mulai !!!
  • Team PBT : haphaphap !! dengan speed berbumbu semangat yang mengalir di jiwa....
  • Juri PBT : ..... !! #nengok stopwat (jam_beker)
  • Team PBT : selesai !!! tercatat waktu 3 menit 15 detik,...
  • Juri PBT : cepat sekali yah, akan tetapi cara yang dilkukan kurang rapi, kompak dan komunikasinya #[evaluasi]
  • Team PBT : siap pak... #[rendah hati]
  • Juri PBT : oke, selanjutnya bongkat tendanya. mulai !!!
  • Team PBT : haphaphap !!!
  • Juri PBT : .... !!! #nengok stopwat (jam_beker)
  • Team PBT : selesai !!! tercatat 43 detik,...
  • Juri PBT : sangat cepat sekali yah, akan tetapi cara yang dilakukan kurang kompak.
  • Team PBT : padahal kami sudah kompak menyelesaikan dengan mode team dan tugas-tugas pengerjaannya sudah terbagi,.. kenapa_kenapa ?? #[dalam_hati]
Setelah selesai melaksanakan PBT (pasang Bongkar Tenda), kami melihat dari hasil kinerja team lain waktu yang dicapai 10 menit semua (keseluruhan), dengan pengerjaan yang begitu kompak saat mau merobohkan tenda, setiap individu harus berada dalam posisi tongkat di setiap samping tenda, saat merapikan terpal (kain tenda) begitu rapi seperti sedang menyetrika baju dan tali temali juga harus di gulung dengan rapi dan baik.

Ketiga di pos soal dan presentasi medis yakni LCT (Lomba Cerdas Tangkas), PK (Perawatan Keluarga),  PRS (Pendidkan Remaja Sebaya), semua berjalan dengan lancar meski membingungkan... ahk entahlah,..

Selama berlangsungnya lomba dan selesai, akhirnya hasil dari keputusan juri telah dibacakan kepada semua peserta lomba #[dengan suasana hening dan sunyi] 

Kenapa yang juara hanya dari wilayah itu saja ?. Hhmmm, tanda tanya besar bagi kami !! Apabila ini di anggap ada intervensi atau tidak ada penyetaraan materi sebelumnya, mohon sekiranya panitia, juri, dan instansi-instansi terkait untuk merenungkan hal ini. 

Pepatah pernah bilang: "Kegagalan adalah sebuah kesuksesan yang tertunda."

Kekeliruan Itu semua, kiranya dipahami oleh semua orang. Demikian pula, umpamanya ada peserta  yang sedih, kecewa, jengkel, juga tidak perlu disalahkan. Sebab itu pertanda bahwa mereka simpatik, sayang, dan mencintai serta begitu mengertinya arti sebuah perjuangan . 

Adapun yang dimaksud bermental kalah, misalnya, mereka masih marah, murung, nyesal, jengkel, menyalahkan teman, sumpek, frustasi, selalu meletakkan kedua tangannya di antara kepala sehingga menggambarkan orang sedang susah, dan seterusnya. Mental pemenang dan juara tidak begitu. Semua dianggapnya biasa, apa yang telah terjadi dianggap pelajaran penting, tokh kemenangan itu suatu saat akan berhasil diraih. 

Memang siapapun yang bertanding ingin merebut kemenangan. Kedua belah pihak berusaha keras mendapatkannya. Namun tetap saja, bahwa peluang menang itu hanya satu, yaitu di antara keduanya yang beruntung dan lebih berkualitas. Perlombaan itu sendiri, sebenarnya adalah proses untuk mendapatkan yang terbaik. Dalam perlombaan, siapa yang paling berkualitas, maka itulah yang akan mendapatkan kemenangan. Maka apapun pihak pemenang harus diakui sebagai yang berkualitas dan unggul. 

Semua orang selalu menghendaki untuk mendapatkan kemenangan. Akan tetapi, keinginan itu tidak selalu terpenuhi. Jika yang disebut berkualitas itu ternyata belum berada pada pihak dirinya, maka sikap yang bagus adalah mengakui bahwa lawannya memang masih unggul. Keunggulan itu ke depan harus direbut. Sementara sekalipun tidak bermental kalah, maka kekalahan itu harus diterima. Ke depan, yang terpenting adalah harus berusaha keras memperbaiki diri. 

Akhirnya, bahwa yang seharusnya dibangun, dalam keadaan apapun, adalah mental pemenang. Setidaknya, sekalipun sedang dalam keadaan kalah harus mampu mengakui kelebihan dan kehebatan pihak lain, berpikir obyektif, dan berkeyakinan bahwa suatu ketika kemenangan itu akan diraih. Dengan demikian maka artinya, mental menang bisa dipelihara. Kalah tetapi masih bermental tidak kalah. 

Selasa, 01 Mei 2012

Mengembangkan Cara Berfikir Positif

Kita semakin menyadari sekarang jika berpikir positif dan berhenti mengkhawatirkan segala sesuatu adalah sesuatu yang penting kita lakukan dalam meraih suatu kerberhasilan, baik untuk menjadi pemimpin atau saat kita memimpin.Oleh karena itu, latihlah diri Anda untuk terus berpikir positif.
 
Berikut ini ada beberapa tips untuk mengembangkan cara berpikir positif.

1. Selalu gunakan kata-kata yang positif saat Anda berpikir dan berbicara. Gunakan kata-kata seperti "Tuhan pasti memampukanku", "Dengan pertolongan Tuhan, aku pasti bisa melakukannya", dll..

2. Biarkan pikiran Anda dipenuhi dengan kebahagiaan, kekuatan, dan keberhasilan. Apa pun situasi yang Anda hadapi, carilah dan isilah pikiran Anda dengan sisi positif dari situasi tersebut. Dalam segala sesuatu, sisi positif dan negatif selalu ada. Seburuk apa pun situasi yang Anda alami, pasti ada sisi positif yang terkandung dalam situasi itu. Mungkin sulit untuk melihat sisi positif dari apa yang Anda alami, tapi cobalah lihat lebih dalam, sisi positif itu pasti ada.

3. Cobalah untuk menghilangkan dan mengabaikan pikiran yang negatif. Gantikan pikiran yang negatif dengan pikiran-pikiran yang membangun. Ganti pikiran: "saya tidak bisa melakukan hal ini" dengan "saya bisa melakukan hal ini dengan lebih baik setiap saat saya memohon penyertaan Tuhan dan mencoba melakukannya".

4. Sebelum melakukan sesuatu, jangan bayangkan sebuah kegagalan, tapi bayangkanlah keberhasilan yang Anda akan dapat setelah melakukan sesuatu hal tersebut. Jika Anda membayangkannya dengan sungguh-sungguh dan penuh iman, Anda akan terheran-heran dengan apa yang terjadi nantinya.

5. Cobalah untuk tidak memikirkan sesuatu secara berlebihan. Sering kali kita terjebak untuk terlalu banyak berpikir dan menghabiskan banyak waktu untuk menimbang-nimbang atau memikirkan apa yang orang lain mungkin pikirkan tentang diri kita. Hal itu akan membuat Anda tidak bisa mengeluarkan kemampuan terbaik Anda.

6. Penuhi pikiran Anda dengan talenta-talenta anugerah Tuhan yang Anda miliki. Jangan biarkan pikiran Anda dipenuhi dengan kelemahan-kelemahan yang mungkin Anda miliki. Dengan memikirkan setiap talenta yang Anda miliki, nantinya Anda akan semakin mengenali kemampuan Anda yang membedakan Anda dari orang lain. Jadikan cara berpikir yang demikian itu sebagai topi Anda. Jangan pakai "topi pikiran negatif".

7. Bergaullah dengan orang-orang yang berpikir positif. Pikiran yang positif itu seperti penyakit menular. Jika Anda berada di dekat orang-orang yang pikirannya dipenuhi kebahagiaan dan keoptimisan, Anda akan secara otomatis dipengaruhi oleh cara berpikir mereka yang positif.

8. Bacalah buku-buku yang membangkitkan inspirasi -- setidaknya satu halaman setiap harinya. Buku-buku inspiratif seperti itu akan membantu Anda untuk dapat berpikir positif.

9. Biasakan untuk selalu duduk dan berjalan dengan punggung tegak. Kebiasaan seperti itu akan membantu meningkatkan rasa percaya diri dan kekuatan yang ada dalam diri Anda.

10. Berjalan, berenang, atau berolahragalah. Hal-hal tersebut akan membantu Anda untuk mengembangkan pikiran dan sikap yang lebih positif.
Putuskan untuk berpikir positif mulai sekarang dan tinggalkan pikiran-pikiran yang negatif. Tidak ada kata terlambat untuk mulai berpikir positif dan Anda akan segera mengalami hal-hal yang lebih baik daripada sebelumnya.

Minggu, 29 April 2012

Percaya Diri: Pesan dari Sajak Napoleon Hill

Jika kau berfikir kau kalah, kau benar kalah
Jika kau berfikir kau gentar, kau benar gentar
Jika kau ingin menang, tetapi berfikir kau tak bisa
Hampir pasti kau takkan menang

Jika kau pikir kau akan kalah, kau sudah kalah
Karena dari dunia ini kita paham
Keberhasilan diawali dengan kemauan
Semuanya bergantung pada pikiran

Jika kau berfikir kau kalah kelas, kau benar kalah
Kau harus berfikir tinggi untuk naik
Kau harus yakin akan dirimu sendiri
Sebelum kau bisa memenangkan hadiah

Pertempuran hidup tak selalu dimenangkan
Oleh orang yang lebih kuat atau lebih cepat
Karena cepat atau lambat, dia yang berjaya
Adalah dia yang berfikir dia bisa

(Napoleon Hill, from "The Law of Success", dikutip dalam buku Napoleon Hill "Selling You")

Kamis, 26 April 2012

Motivasi dalam Organisasi

Motivasi berasal dari bahasa Inggris yaitu Motivation, dan kemudian di adopsi oleh bahasa melayu menjadi Motif yang mempunyai arti Tujuan. Jadi, motivasi adalah keadaan dalam pribadi seseorang yang mendorong keinginan individu untuk melakukan kegiatan – kegiatan tertentu guna mencapai tujuannya.

Motivasi adalah sesuatu yang dapat menjadi penggerak serta pemicu semangat seseorang untuk meraih tujuan atau cita – cita yang ia inginkan.

Sebenarnya banyak pengertian – pengertian serta penafsiran tentang motivasi diantaranya adalah :
  1. Motivasi sebagai pengarah pencapaian tujuan untuk seseorang adalah sesuatu yang dapat mengarah tuju seseorang dalam tindakan – tindakan, baik dengan cara negatif maupun positif 
  2. Motivasi sebagai pendorong adalah sesuatu yang dapat menimbulkan semangat kepada seseorang, organisasi, atau keluarga untuk mengapai segala keinginannya. Motivasi jenis ini dapat menjadi kekuatan yang sangat besar untuk seseorang, organisasi, atau keluarga untuk senantiasa bersungguh – sunggu dalam mencapai hajat atau tujuannya. Kemudian apabila hajat atau tujuan tersebut belum tercapai, biasanya keinginan (motivasi) yang akan menjadi berkali – kali lipat lebih kuat. 
  3. Motivasi sebagai pemicu kesungguhan seseorang adalah tahap pencapaian kesungguhan seseorang untuk meraih cita – cita atau keinginan. Motivasi dapat menjadi suatu cara untuk mengukur seberapa besar kesungguhan seseorang untuk meraih keinginan atau cita – citanya, karena dalam skala prioritas semakin penting keinginannya maka akan semakin besar pengaruh dorongan (motivasi) tersebut. 
  4. Motivasi sebagai stimulator adalah stimulator atau semangat dapat merangsang cara kerja pikiran untuk mencapai sesuatu yang benar – benar di inginkan.
Sebenarnya masih banyak lagi pengertian – pengertian tentang motivasi, baik yang berasal dari para ahli maupun dari hasil terkaan. Pada dasarnya motivasi atau dorongan sangat di perlukan oleh setiap orang, agar dapat menjadi mewujudkan segala keinginnya, karena apabila seseorang tidak mendapatkan motivasi maka orang tersebut akan mengalami kendala yang besar dari segi psikologis. Faktor psikologis yang di pengaruhi oleh motivasi diantaranya adalah faktor timbulnya semangat untuk seseorang terus berusaha dan berkarya untuk meraih segala keinginannya.

Dalam motivasi juga ada hal yang sering di sebut sebagai Teori Motivasi, motivasi adalah sesuatu yang dapat diatamati dan berbentuk nyata. Akan tetapi motivasi adalah suatu hal yang hanya dapt disimpulkan karena hanya suatu perilaku yang tampak, motivasi pada organisasi sesungguhnya adalah suatu hal yang sangat kerusial karena dalam organisasi kebutuhan setiap anggota adalah berbeda – beda adanya serta berkembang sesuai dengan keadaan masing – masing individu.

Motivasi dapat timbul dari faktor eksternal maupun internal individu, tergantung dimana individu tersebut berkegiatan. Kebutuhan serta keinginan seorang dapat menjadi salah satu faktor internal, begitu pula pada organisasi setiap individu memiliki kebutuhan dan keinginan yang berbeda – beda dan yang pasti unik. Jika kita memicu pada pendapat para ahli psikologis, faktor internal dari motivasi dapat dibedakan menjadi dua, yaitu :

Motivasi fisiologis, yaitu merupakan motivasi alamiah (biologis) yang dimilki setiap manusia diantaranya adalah lapar, haus, dan juga seks.

Motivasi psikhologis, motivasi ini dapat dibagi menjadi 3 bagian diantaranya, yaitu :
  1. Motivasi kasih sayang (affectional motivation), yaitu motivasi untuk menciptakan kehangatan atau mencari keharmonisan, dll. 
  2. Motivasi mempertahankan diri (ego-defensive motivation), yaitu motivasi untuk melindungi kepribadian dan mendapatkan kebanggaan diri, biasanya kepentingan seseorang lebih diabaikan. 
  3. Motivasi memperkuat diri (ego-bolstering motivation), yaitu motivasi untuk mengembangkan kepribadian, ataupun berprestasi, dll.
Teori motivasi eksternal dan internal memang memiliki perbadaan akan tetapi motivasi eksternal justru bertujuan untuk menjelaskan kekuatan – kekuatan yang ada di dalam individu yang di pengaruhi faktor – faktor intern. Teori eksternal ini kadang menjadi teori yang negatif ataupun positif, untuk mempermudah kita memahami teori motivasi eksternal sebuah teori dari Mc Gregor yang di kenal dengan teori X dan teori Y.

Pada dasarnya banyak faktor yang mempengaruhi terjadinya proses Pemotivasian di organisasi, diantaranya :

Adanya Tujuan
Maksudnya adalah setiap orang atau individu pasti memiliki tujuan, visi, atau pun misi. Jadi semakin besar tujuan atau semakin pentingnya misi tersebut maka akan semakin besar pula pengaruh motivasi yang terjadi.

Adanya Tantangan (challenge)
Maksudnya adalah bila kita ketahui di setiap kehidupan manusia pasti ada tantangan yang akan berbuah manis untuk dirinya, contohnya adalah seorang mahasiswa di berikan tantangan (challenge) oleh dosen dikelas untuk menyelesaikan tugas tepat waktu dengan rewardnya ada nilai maksimum atau nilai A. Maka jelas dengan sendirinya motivasi yang besar tertanam didalam diri mahasiswa tersebut, bagaimana caranya bisa mendapatkan nilai maksimum atau nilai A.

Adanya Tanggung Jawab
Maksudnya adalah apabila setiap individu diberikan tanggung jawab yang sesuai dengan keahlian serta kemampuannya, maka ia akan berusaha sekuat mungkin untuk menjaga kepercayaan yang telah diberikan kepadanya. Jadi tanggung jawab dapat mengimplementasikan adanya suatu totalitas di dalam organisasi, yang akan menyebabkan tingkat motivasi kerja semakin tinggi.

Adanya kepemimpinan (leadership)
Sudah jelas dan gamblang pada setiap organisasi pasti ada yang disebut sebagai pemimpin, yang sudah pasti pemimpin tersebut memiliki kemampuan lebih dibandingkan dengan anggota organisasi yang lain. Dalam hal ini seorang pemimpin harus dapat menciptakan suasana kerja yang kondusif didalam organisasi agar para anggota dapat menjalankan roda kegiatan dengan baik, kemudian ia juga harus mampu memahami psikologi dasar tentang motivasi dalam organisasi.

Adanya Keharmonisan
Maksudnya adalah keharmonisan dan keakraban dapat menjadi suatu point dimana setiap anggota organisasi dapat bekerja sesuai dengan suasana hati yang baik, dari sanalah akan tercipta motivasi yang besar serta dapat mempengaruhi kinerja anggota.

Oke, saya rasa itu saja yang bisa tersampaikan. semoga bermanfaat.

Minggu, 22 April 2012

Trip Organization

Waktu SMA, senior saya pernah bilang “cobalah masuk organisasi, supaya kamu berani bicara di depan umum”.

Begitulah, nasihat tentang manfaat organisasi, yang saya rasakan saat ini. Tapi, iming-iming manfaat besar itu tentunya akan “dibenturkan” ketika kita melihat dan mengalami realitas sebagai bagian dari sebuah organisasi.

Ketika masuk ke sebuah organisasi, kita menghadapi tantangan yang riil alias nyata. Banyak orang yang bertahan, tapi tak sedikit yang berjatuhan. Mereka yang gagal adalah mereka yang biasanya hanya semangat di awal, dan ketika melihat dan merasakan tugas-tugas berat organisasi, merekapun mundur begitu saja. Mereka memilih untuk tinggal dan berada di zona nyaman mereka.

Pertanyaanya, bagaimana kita bertahan dan akhirnya sukses berorganisasi?, berikut adalah beberapa tips yang bisa kita manfaatkan.
 
1. Jadilah pembelajar cepat
Milikilah prinsip “one step ahead”, atau selangkah lebih maju. Kuasailah skill-skill mendasar seperti komunikasi dan manajerial, dan terus tingkatkan jam terbang dengan melakukan tugas-tugas km dengan maksimal. Buatlah langkah luar biasa dengan belajar lebih, jika posisi km saat ini ketua, maka belajarlah tentang kapasitas atau skill yang harus dimiliki oleh seorang ketua. Jika posisi km adalah wakil, maka siapkan diri km dengan skill-skill yang harus dimiliki oleh seorang wakil organisasi. Siapkan kapasitas melebihi posisi km saat ini, maka tugas km akan terasa lebih mudah,.

2. Milikilah ikatan alumni
Untuk sukses dalam hal apapun, km butuh alumni. km butuh dorongan dan bimbingan dari luar, dan itu ada pada alumni km. Jangan terjebak pada pemikiran bahwa alumni yang baik adalah alumni yang pernah sukses. Justru alumni yang baik adalah alumni yang pernah gagal tapi tetap bangkit setelah kegagalannya. Galilah pengalaman dari alumni km. Mintalah saran kepada mereka, dan ikuti pola sukses mereka..

3. Fokuslah pada hal yang tepat
km menghadapi banyak sekali tantangan dalam organisasi. Karena itu km butuh fokus, tapi tentu saja bukan sembarang fokus, km harus fokus pada hal yang tepat. Mengapa?, karena banyak hal yang sebenernya remeh bisa mengganggu fokus km. Misal, daripada fokus pada apa yang tidak bisa km lakukan, lebih baik fokus pada apa yang bisa km lakukan. Daripada fokus pada masa lalu dan kegagalan, lebih baik fokus pada masa depan dan kemungkinan sukses.

4. Berorganisasilah untuk belajar, bukan untuk kepentingan sesaat
Kalau km berorganisasi hanya sekedar untuk menambah status di rapot atau koleksi sertivikat, maka berpikirlah ulang tentang niat km. Karena bisa jadi, jika niat km terlalu “kerdil”, km tidak akan merasakan manfaat jangka panjang yang sangat luar biasa dari keterlibatan km di organisasi. Jadi, luruskan niat km. Jika km berorganisasi untuk beribadah dan belajar, maka seberat apapun tantangan yang km hadapi, dan sepahit apapun kegagalan yang km alami akan km sikapi dengan sikap yang positif. km tidak akan stres atau tertekan, mengapa?, karena baik sukses maupun gagal, tujuan km adalah untuk mendapatkan hikmah, inspirasi, dan pelajaran hidup yang akan berguna untuk kehidupan km.

Banyak sekali manfaat yang bisa dapatkan dalam berorganisasi, beberapa ilmu² yang sifatnya “soft” atau “soft-skill” seperti kepemimpinan, keorganisasian, team-work, manajerial, problem-solving, manajemen konflik, bisa didapatkan melalui proses ini. Bangku sekolah maupun perkuliahan tidak mengajarkan hal² diatas, namun secara umum memang banyak sekali teori² yang mengajarkan mengenai materi keorganisasian, kepemimpinan, tetapi jika teori itu tidak dipraktekkan maka sama saja dengan nihil.

Dengan turun langsung ke lapangan, kita semakin berpengalaman dalam menghadapi masalah. Bagaimana menerima masalah, menganalisisnya, kemudian memecahkannya bersama. Sebagai organisasi, masalah yg dihadapi tidak akan bisa dihadapi sendiri, hal tersebut memerlukan kerjasama tim.

Ingatlah, sekecil apa pun peranan km di suatu organisasi dan km berhasil menjalankan amanat itu, berarti km memiliki andil dalam menghidupkan organisasi tersebut. km harus bangga bahwa ternyata km masih bermanfaat bagi organisasi. Itu juga berarti km bermanfaat bagi orang lain yang ada di organisasi. Kalau km sukses menjalankan tugas yang kecil tadi, pasti pemimpin km akan memberikan amanat yang makin besar dari waktu ke waktu.

-Organisasi akan membentuk seseorang menjadi - Tidak gugup berbicara didepan umum
- Lebih bertanggung jawab
- Mind-mapping. Artinya mampu memetakan sesuatu masalah
- Bisa lebih menghargai dan mendengarkan orang lain
- Bisa menempatkan posisi (dinamis). Dimana, kapan, dengan siapa kita berinteraksi.
- Pikiran lebih dewasa dan jauh kedepan
- Lebih baik dalam mengatur waktu.
- Banyak teman dan kolega
- Dll

Itulah beberapa tips dari saya, yang saya sarikan dari apa yang pernah saya alami. Saya yakin kamu punya cara sendiri untuk sukses mengatasi masalah kamu saat berorganisasi, karenanya silahkan share di sini. Semoga bermanfaat.