Pengurus PMR SMABHATIG

Mengetahui sesuatu dan memahami segala sesuatu adalah lebih baik daripada mengetahui segala sesuatu, tetapi tidak memahami sesuatu.

Tampilkan postingan dengan label Golongan Darah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Golongan Darah. Tampilkan semua postingan

Jumat, 28 Desember 2012

Apa Itu Thalassemia ?


Thalassemia adalah kelainan darah yang diturunkan melalui keluarga (diwariskan). Dimana tubuh membuat membuat bentuk abnormal hemoglobin/HB (protein dalam sel darah merah yang membawa oksigen). Gangguan tersebut mengakibatkan kehancuran yang berlebihan pada sel darah merah yang mengarah ke anemia.

Hemoglobin/HB terdiri dari 2 protein:

  1. alpha globin
  2. beta globin
Thalassemia terjadi bila ada kerusakan dalam gen yang membantu produksi mengontrol salah satu protein.
Thalassemia terbagi 2 jenis utama

  1. alpha thalassemia
  2. beta thalasemia
Alpha Thalassemia terjadi ketika gen / gen yang berhubungan dengan alpha protein hilang/ berubah (bermutasi).
 

Beta Thalassemia terjadi ketika cacat gen yang sama mempengaruhi produksi protein beta globin.

Alpha Thalassemia terjadi paling umum dari orang Asia Tenggara, Timur Tengah, Ciina dan orang keturunan Afrika.
 

Beta Thalassemia terjadi pada orang asal Mediterania dan lebih sedikit terjadi di Cina, negara Asia lainnya, Afrika-Amerika.

Ada banyak bentuk Thalassemia, setiap jenis memiliki subtype yang berbeda, baik alpha Thalassemia & beta Thalassemia meliputi 2 bentuk

  1. Thalassemia mayor
  2. Thalassemia minor
Thalassemia mayor adalah mewarisi gen thalassemia dari kedua orang tuanya. Thalassemia minor adalah mewarisi gen thalassemia dari salah satu orang tua.
 

Alpha Thalassemia biasanya kematian bayi yang belum lahir saat persalinan atau tahap akhir kehamilan. Anak-anak yang lahir dengan Thalassemia mayor adalah normal saat lahir tetapi akan mendapatkan anemia berat selama tahun pertama kehidupan.

Pengobatan Thalassemia mayor adalah transfusi darah secara teratur. Ada pula transplantasi sumsum tulang belakang dapat membantu mengobati beberapa pasien terutama anak-anak Thalassemia.
 

Harapan Thalassemia adalah mendapatkan transfusi darah rutin dan terapi untuk menghilangkan zat besi dari tubuh.

Diperlukan Konseling genetik dan skrining prenatal dapat membantu orang dengan riwayat Thalassemia yang berencana untuk memiliki anak.


Thalassemia Dapat Dicegah Penyebarannya
Mereka carrier Thalassemia sebaiknya tidak menikah dengan sesama carrier sebab ada kemungkinan anaknya akan mengalami Thalassemia mayor.

 
Thalassemia BUKAN Penyakit Menular
Pemerintah menghimbau kepada masyarakat untuk menghindari lebih banyak lagi anak yang memiliki Thalassemia agar memeriksakan diri sebelum menikah. Lemahnya informasi serta kesadaran untuk masyarakat agar memeriksakan diri sebelum menikah juga menjadi kendala untuk menekan Thalassemia menjadi rendah.

Selasa, 05 Juni 2012

Why: Donor darah gratis kok butuh darah bayar?


*backup data dari google cache tanggal 19 mei 2011, 03.02PM
#disclaimer
1. Dirangkum, dicerna, diedit dan ditulis kembali dari kicauannya @justsilly
2. Dedicated for BFL (Blood For Life)


Terkadang heran kan, kok setiap minta darah ke PMI kudu bayar padahal kalo kita donor darah kan gratis, kitanya tidak minta duit sama sekali… walaupun… emang sih bisa dapet segelas susu/kacang ijo, telor rebus, indomie, apel.. (beda2 setiap donor) tapi kalo diitung tidak semahal waktu kita pesen darah ke PMI…

PMI jualan darah?? nyari untung banget yah…
Nah.. disini saya mau ngejabarin kenapa sih kok bisa jadi mahal…
Begini ceritanya, biaya yang kita bayarkan untuk perkantong darah itu sebenarnya adalah biaya pemeliharaan darah supaya kondisinya bisa sama seperti waktu masih didalam tubuh.
Rincinya kira2 seperti ini….
1. Kantong darah
kantongnya bukan kantong plastik biasa yg dijual kiloan dipasar lho, tapi kantong yang didesign khusus agar darah tidak mudah beku dan tidak rusak.
2. Biaya pengecekan terhadap penyakit
Pada saat donor kita akan dicek kesehatannya mulai dari tensi hingga kadar hemoglobinnya.
Termasuk juga dengan biaya pengecekan terhadap penyakit menular supaya tidak terjadi penularan penyakit melalui transfusi darah.
Kalau sesuai dengan keputusan WHO, penyakit yang dicek itu adalah : HIV, Syphilis/rajasinga/Treponema, Hepatitis B, Hepatitis C. Coba bayangkan bila kita check up ke dokter buat ngecek kita ada penyakit apaan aja, berapaan tuh biayanya.
Dengan donor darah, udah kita membantu orang lain, kita secara tidak langsung juga check up gratis. Karena kalau ternyata kita mempunyai penyakit seperti yang disebutkan diatas kita akan dihubungi oleh PMI (jadi jangan asal ngisi data yah)

3. Biaya Proses Komponen Darah.
Darah yang di donorkan tidak berhenti hanya sampai kantong yang anda lihat waktu ngedonor saja. Kenapa? jadi orang butuh darah itu ada yang butuh hanya trombositnya saja, ada yang butuh plasma darahnya saja, ada yang butuh darah merahnya saja dll..
contoh:
Trombosit, dipakai untuk penderita demam berdarah, kelainan pembekuan darah, operasi kanker, dll
Nah, untuk mendapatkan trombosit dari darah itu ada proses yang namanya Apheresis dimana prosesnya itu membutuhkan syarat yang banyak dan biayanya sekitar 3,8 juta (perkantong? cc? saya ga jelas) dan hasil dari apheresis ini hanya bertahan 5 jam setelah proses.

4. Uji Silang kecocokan pendonor & terdonor!
Jadi kalau ada orangg mikir darah bisa langsung di transfusi asal golongan darahnya sama itu… SALAH.
Darah harus di check apakah cocok dengan recipient/penerima donor. Kalau tidak, bahaya! (bahayanya disini saya kurang jelas, tapi yang standarnya kalo ga cocok udah pasti membahayakan kan yah..)

5. Biaya Operasional
Biaya2 seperti alat2, listrik, SDM.
Emangnya orang yang kerja di PMI gak butuh gaji? Mereka juga butuh hidup kan?
Belum tempat penyimpanan darah di PMI, butuh biaya kan, kalo mereka ga bisa bayar listrik ke PLN terus dimatiin, darah rusak semua, yang rugi siapa? yang darurat membutuhkan darah kan……
Orang sering beranggapan kalau darah itu mereka beli dari PMI, padahal yang benar adalah, ada harga yang disebut BPPD (Biaya Pemeliharaan & Penyimpanan Darah, CMIIW) juga jika tanpa subsidi bisa mencapai 380ribu rupiah (belum terkonfirmasi) , terdiri dari:
1. Biaya alat2 yg sekali pakai contohnya:
-Jarum
-Kapas
-selang
-kantong darah (ini harganya cukup mahal krn harus bs mempertahankan spy kondisi darah ttp sama dgn yg ada dlm tubuh kita)
- Makan/minum pendonor
2. Biaya Pemeliharaan darah:
-biaya screening darah
-biaya pemisahan unsur2 darah
-bank darah
-biaya mesin2/alat2 penyimpan komponen darah (non darah merah, karena darah yang di bank darah itu adalah darah merah)
3. Biaya disposal darah (untuk dispose semua darah yang dianggap reject).
Khusus untuk ini, PMI mengeluarkan dana tiap tahun skitar 300 (Tiga Ratus) Juta untuk mendispose darah yg reject ke PPLI

4. Biaya operator (yg ambil darah) perkantong 15ribu (including dokter and staff)
Anyway, harga standard yang ditetapkan pemerintah setelah disubsidi, ternyata menjadi Rp 250ribu. Tiap daerah berbeda, tergantung subsidi tiap Pemda masing2. Ada daerah yang disubsidi 100%, tp ada juga yang disupport O% oleh pemdanya, akibatnya biaya perkantongnya mahal.

Lalu kenapa kalau kita bawa sendiri darahnya kok tetep dimintain “service cost (BPPD)?
Soalnya karena bagaimanapun darah tersebut untuk dapat sampai kepada orang sakit yang membutuhkan darah tetap memerlukan prosedur seperti tersebut diatas..

IMHO, donor darah itu ibarat simbiosis mutualisme. Hubungan yang saling menguntungkan, antara pendonor & terdonor. Kok bisa gitu?…

Karena setiap tetes darah yang kita sumbangkan tidak hanya memberikan kesempatan hidup buat yg menerima tetapi juga memberikan manfaat kesehatan buat kita. Kok bisa??

Justru saat darah kita keluar dari tubuh, secara alamiah tubuh akan bereaksi langsung membuat penggantinya, jadi kita tidak akan kekurangan darah.
Atau, gini nih kalo mau dirinci:
1. Menjaga Kesehatan Jantung.
Nahhh, ini penting banget nih buat diketahui para LELAKI. meskipun wanita juga penting buat tau!
Darah mengandung Zat Besi (Fe).Tingginya kadar zat besi dalam tubuh membuat seseorang rentan terhadap penyakit JANTUNG.
Zat besi yang berlebihan di dalam darah bisa menyebabkan oksidasi kolesterol yang akan menumpuk pada pembuluh darah dinding arteri.
Dan ini sama dengan anda MEMPERBESAR peluang anda untuk terkena serangan jantung dan stroke! Tuhhhh… serem khan?
Saat kita rutin mendonorkan darah maka jumlah zat besi dalam darah bisa lebih stabil. Ini artinya menurunkan risiko penyakit jantung.
Terus apa hubungannya dengan PRIA kok lebih beresiko ketimbang wanita. Karena…kalau wanita, tiap bulan rajin “donor alami” lewat haid :p
2. Regenerasi darah
Tiap kali mendonor, sumsum tulang (tulang belakang dan tulang2 panjang seperti tulang kering dan paha) akan segera memproduksi ulang sel darah merah yang telah hilang.
Hasilnya, sebagai pendonor kita akan mendapatkan pasokan darah baru setiap kali kita mendonorkan darah..Kita jadi lebih segar jadinya.
3. Membantu penurunan berat tubuh.
Eits. Kalau yang ini saya juga belum yakin, pengen saya skip, tapi gpp deh, buat tambahan info aja yah.
Katanya nih ya, mendonor itu salah satu metode diet, karena mendonorkan 450ml darah bisa membantu membakar kalori 650 kal
4. We feel good… by doing good…
Darah anda… darah yang tidak akan membuat kita kehilangan apapun, tetapi berarti sebuah masa depan buat yang lain.
 Nah yang ini saya dapet dari milis bfl tahun 2009:

Latar belakang kenapa PMI menarik service cost ?
peraturan pemerintah no 18 1980, tentang transfusi darah. SK Dirjen Yan Med No. 1147/YANMED/RSKS/1991 

Apakah yang dimaksud service cost / biaya pengolahan darah ?
Service cost /biaya pengelolaan darah adalah biaya yang ditagih kepada orang sakit yang memakai darah di rumah sakit. 

Kenapa orang sakit ditarik service cost / biaya pengelolaan darah untuk pemakaian darahnya ?
Karena sebagai biaya penggantian pengelolaan darah sejak darah diambil dari donor sukarela sampai darah dapat di transfusikan pada orang sakit. 

Apakah yang dimaksud dengan pengelolaan darah ?
Yang dimaksud dengan pengelolaan darah adalah usaha mendapatkan darah sampai dengan darah siap pakai untuk orang sakit, yang meliputi :

a. merekrut donor
b. mengambil darah donor
c. melakukan pemeriksaan uji saring
d. memisahkan darah donor menjadi komponen darah
e. melakukan pemeriksaan golongan darah
f. melakukan pemeriksaan kecocokan darah donor dan pasien.
g. dll. 


Apakah pasien yang membawa donor juga harus tetap membayar service cost ?
service cost tetap harus dibayar, sebab bagaimana darah tersebut dapat sampai kepada orang sakit tanpa dilakukan prosedur :
pengambilan darah donor, pemeriksaan uji saring darah, pemisahan menjadi komponen darah, pemeriksaan gol darah, pemeriksaan kecocokan darah donor dan pasien, Besarnya tarif service cost ditetapkan berdasarkan SK Gubernur Prov.
 

NOTE: 
INGAT!!! PMI Bukan milik pemerintah.. tapi pemerintah membantu/mensubsidi.

Demikian informasi seputar donor darah yaitu Sistem perencaan donor darah buat yang membutuhkan Darah, semoga bermanfaat. Salam kepedulian.

Selasa, 15 Mei 2012

TATA CARA DONOR DARAH

Untuk terciptanya disiplin serta meminimalisasi terjadinya hal-hal yang tidak dinginkan, maka terdapat juga sistem dan mekanisme dalam pelaksanaan Donor darah.
  1. Donor menyerahkan kartu donornya kepada petugas transfusi bila sudah pernah donor, dan yang baru dibuatkan kartu donor
  2. Donor ditimbang berat badannya
  3. Donor dites golongan darahnya dan kadar haemoglobil (HB)
  4. Setelah memenuhi untuk menjadi donor sesuai persyaratan diatas seperti HB normal, berat badan cukup, maka donor dipersilahkan tidur untuk diperiksa kesehatannya oleh dokter transfusi
  5. Setelah memenuhi syarat (sehat menurut dokter) barulah petugas transfusi darah (AID/PTID) siap untuk menyadap (mengambil) darahnya berdasarkan berat badan (250 cc – 500 cc)
  6. Setelah diambil darahnya donor dipersilahkan ke kantin donor untuk menikmati hidangan ringan berupa kopi/susu, telor dan vitamin
  7. Donor kembali ke bagian administrasi untuk mengambil kartu donornya yang telah diisi tanggal penyumbang dan registrasi oleh petugas
  8. Selesai (pulang)
PELAYANAN TRANSFUSI DARAH
Strategi Palang Merah Indonesia (PMI) dalam visinya menetapkan agar dikenall secara luas sebagai organisasi kepalangmerahan dalam memberikan pelayanan kepada yang membutuhkan secara efektif dan tepat waktu dengan semangat kenetralan dan kemandirian.
 
Meskipun kegiatan transfusi darah sudah dirintis sejak masa perjuangan revolusi oleh PMI, namun baru melalui Peraturan Pemerintah No. 18 tahun 1980, pemerintah menetapkan peran PMI sebagai satu-satunya organisasi yang ditugaskan untuk melaksanakan kegiatan transfusi darah di Indonesia.. Tugas ini ditegaskan pula melalui SK.Dirjen Yan Med No. 1147/ YANMED/RSKS/1991, tentang Petunjuk Pelaksana Peraturan Menteri Kesehatan No. 478/Menkes/Per/1990 tentang upaya kesehatan di bidang Transfusi Darah.
 
Target pelayanan transfusi darah adalah berupaya memenuhi kebutuhan darah yang bermutu, aman dan mencukupi serta dapat diperoleh dengan harga yang terjangkau. Kini, kegiatan tersebut dapat dilayani di 165 Unit Transfusi Darah Pembina Darah dan Cabang tingkat Propinsi dan Daerah Tingkat II, yang tersebar di seluruh Indonesia. Hingga sekarang jumlah darah yang terkumpul baru sekitar 0,47% dari jumlah penduduk Indonesia, idealnya jumlah darah yang tersedia adalah berkisar 1% dari jumlah penduduk Indonesia. Darah diperoleh dari sumbangan darah para donor darah sukarela maupun donor darah pengganti.
 
PROSEDUR TEKNIS PELAYANAN TRANSFUSI DARAH 
Dalam melakukan pelayanan transfusi darah kepada masyarakat, PMI tidak hanya memfokuskan perhatiannya pada pendonor darah tetapi juga ke masyarakat yang pengguna darah. Karenanya menjadi penting untuk melakukan sosialisasi informasi mengenai beberapa hal yang berkaitan dengan masalah transfusi darah kepada masyarakat luas, seperti ” Bagaimana menjadi donor darah; Prosedur permintaan Darah; Pengelolaan Darah dan “service cost” (lengkapnya lihat “Serba-Serbi Transfusi Darah” )
BLOOD SCREENING ( Pemeriksaan uji saring darah)
 
Blood screening (pemeriksaan uji saring darah) merupakan salah satu tahap di dalam pengelolaan darah yang dilakukan PMI untuk mendapatkan darah yang betul-betul aman bagi pengguna darah (orang sakit). Bahkan, untuk menghindari tercemarnya darah dari HIV, pemerintah mengeluarkan surat keputusan Menkes RI No.622/Menkes/SK/VII/1992 tentang kewajiban pemeriksaan HIV pada darah yang disumbangkan donor. Pemeriksaan ini bersifat “mandatory”, namun tidak bertentangan dengan resolusi Komisi HAM PBB, karena yang diperiksa bukan orang yang menyumbangkan darah melainkan darah yang akan ditransfusikan (prinsip unlinked Anonymous).
 
Saat ini tiap Unit Transfusi Darah Cabang (UTDC) telah melakukan uji saring terhadap 4 penyakit menular berbahaya yaitu syphilis, hepatitis B & C dan HIV/AIDS. Apabila ada donor darah yang dicurigai terinfeksi dengan hasil test yang mendukung, maka dirujuk ke UTDP untuk dilakukan test ulang darah donor tersebut. Hasilnya dikembalikan ke UTDC yang bersangkutan.
 
Berhubung tindakan selanjutnya masih di bawah wewenang Depkes, maka PMI bekerjasama dengan RSCM untuk melakukan test Western Blot yaitu pemeriksaan untuk memastikan seseorang tersebeut reaktif atau tidak. Di UTDD DKI Jakarta apabila dicurigai adanya infeksi HIV/AIDS maka dilakukan rujukan pasien ke LSM Yayasan Pelita Ilmu yang menangani Konseling dan Terapi.
Konseling Donor Darah
 
Khusus mengenai konseling sebenarnya UTD PMI telah mencoba untuk melakukan pre dan post konseling untuk hasil pemeriksaan darah yang positif terjangkit Sifilis, Hepatitis B & C. Dalam tahap pre konseling, sebelum pemeriksaan para donor diberitahu disertai penjelasan yang benar dan mendapat persetujuan dari yang bersangkutan melalui lembar Inform Consent, bahwa jika hasil darahnya reaktif atau positif maka darah tersebut tidak akan digunakan untuk transfusi.
 
Sedangkan pada tahap Post Konseling, setelah hasil pemeriksaan darah donor dinyatakan positif, maka diadakan pemanggilan kepada yang bersangkutan melalui pos. Namun untuk kasus HIV dipanggil langsung. Kemudian diberitahukan kepada yang bersangkutan untuk tidak menjadi donor darah:
• sampai hasil pemeriksaan darahnya negative pada sifilis
• atau tidak menjadi donor darah untuk selamanya bagi pengidap HIV dan Hepatitis B&C.
Khusus untuk HIV, konseling belum dapat dilakukan karena:
• Prinsip Unlinked Anonymous
• Belum siapnya seluruh UTDC dan Pemerintah untuk melakukan konseling dan terapinya

Kamis, 10 Mei 2012

Pengertian Donor darah

Pengertian Donor darah menurut Wikipedia adalah suatu kegiatan pemberian atau sumbangan darah yang dilakukan oleh seseorang secara sengaja dan sukarela kepada siapa saja yang membutuhkan transfusi darah. Pada prosesnya, tim kesehatan yang berwenang mengambil darah dari si pendonor darah lalu didistribusikan kepada orang yang membutuhkan. Namun, kebanyakan yang sering terjadi, darah tersebut disimpan terlebih dahulu di tempat yang lazim di sebut bank darah sebagai persediaan.

Kegiatan donor darah di Indonesia seringkali dilakukan dan dikelola oleh PMI. Namun, di luar itu ada beberapa komunitas donator darah yang berdiri secara sukarela dan semata-mata berangkat dari panggilan jiwa.

Pengertian Donor Darah: Syarat dan Tujuan Donor Darah

Donor darah adalah salah satu aktivitas yang dikenal masyarakat sebagai wilayah kerja dari PMI. Di pikiran masyarakat Indonesia, istilah donor darah identik dengan PMI. Pengertian donor darah itu sendiri sering dimaknai sebagai suatu kegiatan sosial berupa pemberian dan pengambilan sebagian darah untuk didistribusikan pada orang lain yang memerlukan.

Untuk menjadi pendonor darah diperlukan beberapa persyaratan. PMI menetapkan hal-hal di bawah ini sebagai syarat donor darah:
  • Usia 17 s.d 60 tahun,
  • Minimal berat badan 45 kg
  • Tekanan darah berkisar antara 60-100 (diastole) dan 100-180 (sistole).
  • Mengisi dan menandatangani formulir yang telah disediakan PMI
  • Dinyatakan sehat oleh Tim PMI. Setelah menandatangani dan menyerahkan formulir, tahapan selanjutnya adalah pemeriksaan pendahuluan yang umumnya meliputi golongan darah, HB dan kondisi berat badan. Setelah itu barulah tim dokter melakukan pemeriksaan untuk memastikan kondisi kesehatan calon pendonor.
Seseorang dengan kondisi seperti berikut ini untuk sementara waktu tidak diperkenankan mendonorkan darahnya:
  • Ibu yang sedang menyusui
  • Ibu yang sedang hamil
  • Orang yang melakukan akupuntur, tindik, dan tato yang belum terhitung genap 1 (satu) tahun
  • Orang yang menerima tranfusi darah kurang dari 1 (satu) tahun
  • Orang yang melakukan pencabutan pada gigi kurang dari 3 (tiga) hari
  • Orang yang beresiko terkena AIDS serta menderita sakit influenza atau demam
  • Penderita epilepsy
  • Penderita diabetes mellitus
  • Pengidap hepatitis
  • alkoholic

5 Manfaat Dari Donor Darah

Simbiosis mutualisme. Itulah yang akan kita rasakan jika kita melakukan donor darah, sebab setiap tetes darah yang kita sumbangkan tidak hanya dapat memberikan kesempatan hidup bagi yang menerima tetapi juga memberikan manfaat kesehatan bagi pendonornya.

Anggapan yang menyatakan mendonorkan darah bisa membuat kita menjadi lemas adalah salah. Saat kita mendonorkan darah, maka tubuh akan bereaksi langsung dengan membuat penggantinya. Jadi, kita tidak akan mengalami kekurangan darah. Selain membuat tubuh memproduksi darah-darah baru, ada lima manfaat kesehatan lain yang bisa kita rasakan:


1. Menjaga kesehatan jantung

Tingginya kadar zat besi dalam darah akan membuat seseorang menjadi lebih rentan terhadap penyakit jantung. Zat besi yang berlebihan di dalam darah bisa menyebabkan oksidasi kolesterol. Produk oksidasi tersebut akan menumpuk pada dinding arteri dan ini sama dengan memperbesar peluang terkena serangan jantung dan stroke. Saat kita rutin mendonorkan darah maka jumlah zat besi dalam darah bisa lebih stabil. Ini artinya menurunkan risiko penyakit jantung.

2. Meningkatkan produksi sel darah merah

Donor darah juga akan membantu tubuh mengurangi jumlah sel darah merah dalam darah. Tak perlu panik dengan berkurangnya sel darah merah, karena sumsum tulang belakang akan segera mengisi ulang sel darah merah yang telah hilang. Hasilnya, sebagai pendonor kita akan mendapatkan pasokan darah baru setiap kali kita mendonorkan darah. Oleh karena itu, donor darah menjadi langkah yang baik untuk menstimulasi pembuatan darah baru.

3. Membantu penurunan berat tubuh

Menjadi donor darah adalah salah satu metode diet dan pembakaran kalori yang ampuh. Sebab dengan memberikan sekitar 450 ml darah, akan membantu proses pembakaran kalori kira-kira 650 kalori. Itu adalah jumlah kalori yang banyak untuk membuat pinggang kita ramping.

4. Mendapatkan kesehatan psikologis

Menyumbangkan hal yang tidak ternilai harganya kepada yang membutuhkan akan membuat kita merasakan kepuasan psikologis. Sebuah penelitian menemukan, orang usia lanjut yang rutin menjadi pendonor darah akan merasakan tetap berenergi dan bugar.

5. Mendeteksi penyakit serius

Setiap kali kita ingin mendonorkan darah, prosedur standarnya adalah darah kita akan diperiksa dari berbagai macam penyakit seperti HIV, hepatitis B, hepatitis C, sifilis, dan malaria. Bagi yang menerima donor darah, ini adalah informasi penting untuk mengantisipasi penularan penyakit melalui transfusi darah. Sedangkan untuk kita, ini adalah “rambu peringatan” yang baik agar kita lebih perhatian terhadap kondisi kesehatan kita sendiri.

Setelah menginjak usia 17 tahun, cobalah untuk membiasakan diri mendonorkan darah setiap tiga bulan sekali. Tidak hanya akan memberikan perasaan yang senang karena dapat membantu sesama, namun bermanfaat positif bagi kesehatan tubuh kita sendiri. Dan usia maksimal untuk melakukan kebiasaan baik ini adalah hingga berusia 65 tahun. Jadi jangan tunggu lama lagi, ayo… saatnya donor darah!

Kamis, 03 Mei 2012

Golongan Darah

Suatu kali kamu terjatuh, atau kulit kamu tergores benda tajam, atau pada saat gigi kamu di cabut, kamu akan mengeluarkan darah, merah warnanya. Nampaknya semua darah berwarna merah, tapi tahukah kamu ternyata tidak semua darah merah itu “sama”. Setiap darah manusia itu ternyata berbeda-beda. Apa perbedaannya? Kenapa bisa berbeda? dan apa kegunaan dari mengetahui perbedaan itu?

Darah merah manusia itu memiliki kandungan karbohidrat dan protein yang berbeda-beda, baik dalam Sel darah merah maupun pada Plasma (darah merah terdiri dari sel darah merah dan plasma tempatnya "mengambang")

Protein dalam Sel darah disebut agglutinogen, sementara protein dalam plasma disebut agglutinin .

Agglutinogen memiliki dua jenis yaitu A dan B, begitu juga agglutinin memiliki jenis a dan b.
Golongan darah A jika mengandung agglutinogen A di sel-selnya dan agglutinin b di plasma-nya
Golongan darah B jika mengandung agglutinogen B di sel-selnya dan agglutinin a di plasma-nya
Goongan darah AB jika mengandung agglutinogen A dan B di sel-selnya dan tidak memiliki agglutinin di plasma-nya
Golongan darah O jika tidak memiliki aggllutinogen di sel-selnya dan memiliki agglutinin a dan b di plasmanya.

Perbedaan inilah yang kemudian dikelompokkan menjadi penggolongan darah. Golongan darah yang dikenal adalah ABO dan Rh (Rhesus).

Golongan darah ABO terdiri dari golongan darah O, A, B, dan AB. Dan penggolongan berdasarkan faktor Rh terbagi menjadi Rh+ dan Rh-
 
Golongan darah juga diturunkan berdasarkan golongan darah ayah dan ibu. Jika orang tua kamu ada yang bergolongan darah O, maka kamu dan saudara-saudara kamu sekandung akan memiliki kemungkinan bergolongan darah O atau golongan darah lainnya kecuali AB. Sebaliknya, jika orang tua kamu ada yang bergolongan darah AB maka kamu akan berpeluang memiliki golongan darah A, B, AB, dan tidak mungkin bergolongan darah O.

Ada ahli yang beranggapan bahwa golongan darah ini juga terbentuk dari pola hidup manusia. Konon puluhan ribu tahun yang lalu, dimana penduduk bumi masih berupa pemburu dan banyak mengkonsumsi daging, penduduk bumi ini memiliki golongan darah O, kemudian saat manusia mulai bercocok tanam dan mencampur makannya dengan tumbuh-tumbuhan, muncul type golongan darah A, lalu berturut-turut setelah terjadi percampuran budaya dan bangsa, mucul golongan darah B dan terakhir AB.
 
Golongan darah berguna pada saat kita mau melakukan transfusi darah. Yaitu proses tranfer darah ke mereka yang membutuhkan, misal karena kekurangan darah oleh sebab kecelakaan, penyakit,atau sebab lain. Darah yang di berikan kepada orang yang menerima harus ”cocok”. Jika tidak akan terjadi masalah yang fatal, bahkan kematian.

 
Orang yang memberikan darah disebut DONOR, dan yang menerima darah disebut RECIPIEN. Donor bergolongan darah O dapat memberikan darahnya kepada semua golongan darah, dan golongan darah AB dapat menerima darah dari semua golongan darah.
 
Jika kamu sudah cukup besar kamu bisa menjadi peserta donor darah, datanglah ke PMI, dan setelah kamu di nyatakan sehat kamu bisa menyumbangkan darah kamu, disimpan, dan digunakan oleh orang yang mambutuhkan. Berbuat baik ternyata dapat juga dengan memberikan sedikit darah kamu.

Untuk lebih lengkapnya klik disini

Senin, 30 April 2012

SISTEM ABO

Golongan Darah sistem ABO ditemukan oleh seorang ahli Patologi Amerika kelahiran Austria bernama Karl Landsteiner pada tahun 1900. Antigen utama dalam sistem ini disebut antigen A dan B dan antibodi utama adalah anti-A dan anti-B. Gen yang menentukan ada tidaknya aktivitas A atau B terdapat pada kromosom nomor 9. Orang normal yang berumur diatas 6 bulan selalu mempunyai antibodi yang dapat bereaksi dengan antigen A atau B apabila antigen bersangkutan tidak terdapat dalam eryhtrositnya sendiri.

Jika tidak terlihat sugroups maka dikenal empat golongan darah :
- Golongan darah A
Erythrositnya mengandung aglutinogen A dan serumnya mengandung aglutinin anti B
- Golongan darah B
Erythrositnya mengandung aglutinogen B dan serumnya mengandung aglutinin anti A
- Golongan darah O
Erythrositnya tidak mengandung aglutinogen dan serumnya mengandung aglutinin anti A dan aglutinin anti B.
- Golongan darah AB
Erythrositnya mengandung aglutinogen A dan aglutinogen B sedangkan serumnya tidak mengandung aglutinin.

Walaupun anti-A dan anti-B bereaksi secara spesifik dan kuat dengan eryhtrosit yang relevan, rangsangan untuk pembentukan anti-A dan anti-B tidak ditimbulkan oleh eryhtrosit itu sendiri. Orang-orang dengan golongan darah A hanya membentuk anti-B dan mereka dengan golongan darah B hanya membentuk anti-A. Orang-orang dengan golongan darah O mempunyai baik anti-A maupun anti-B, sedangkan yang golongan darah AB tidak memiliki anti-A dan anti-B.

Anti-A dan anti-B merupakan aglutinin yang kuat dan mudah dinyatakan dengan pemeriksaan laboratorium. Aglutinin ini dengan cepat menghancurkan eryhtrosit tidak kompatibel yang masuk dalam sirkulasi melalui aktivitas komplemen.satu-satunya cara eryhtrosit inkompatibel golongan darah ABO masuk dalam sirkulasi, melalui transfusi darh yang salah, kecuali pada beberapa kasus dimana eryhtrosit janin masuk dalam sirkulasi darah ibu pada waktu hamil atau saat melahirkan.

Reaksi transfusi hemolitik pada umumnya disebabkan kesalahan dalam identifikasi penderita, kesalahan sampel darah penderita atau donor dan kesalahan administrasi.

Penetapan golongan darah menentukan jenis aglutinogen yang ada dalam darah, adakalanya disamping itu juga dilakukan penetapan jenis aglutinin yang ada dalam serum (reverse grouping dan serum grouping). Ada beberapa cara untuk menentukan golongan darah yaitu dengan cara Objek glass dan cara Tabung.

SISTEM RHESUS
Setelah sistem ABO, maka sistem Rhesus (Rh) merupakan golongan darah yang mempunyai makna klinis terpenting. Tidak seperti halnya anti-A dan anti-B yang selalu ada pada orang normal. Anti Rhesus tidak terdapat daam darah seorang tanpa rangsangan imunisasi. Antigen utama dalan sistem Rhesus adalah antigen D, yang mampu merangsang pembentukan antibodi bila eryhtrosit dengan antigen itu dimasukkan dalam sirkulasi seorang yang tidak mempunyai antigen Rh. Antigen D terdapat dalam eryhtrosit 85 % orang kulit putih, persentase ini lebih tinggi pada orang kulit hitam, Indian dan Asia. Hanya 15 % orang kulit putih yang tidak mempunyai antigen D, tetapi diantara orang-orang ini haya 50-75% akan membentuk anti-D bila sejumlah besar eryhtrosit dengan antigen D masuk dalam sirkulasi darahnya. Tidak ada golongan darah lain yang mempunyai potensi merangsang pembentukan antibodi melebihi potensi yang dimiliki oleh golongan Rhesus.

Sistem Rhesus terdiri atas bermacam-macam antigen. Orang-orang dengan eryhtrosit yang mengandung antigen D disebut Rh positif atau Rh (+) sedangkan mereka yang tidak mempunyai antigen D disebut Rh negatif, tanpa menghiraukan ada tidaknya jenis antigen sistem Rhesus yang lain.

Karena antigen D merupakan yang paling mudah merangsang pembentukan antibodi maka antigen D lah yang pertama-tama harus dicari.Antigen lain adalah seperti C, E, c dan e.


Tidak setiap orang Rhesus negatif yang terpapar pada sel Rh positif membentuk anti-D. Imunisasi lebih sering terjadi karena transfusi daripada akibat kehamilan, karena pada transfusi sel eryhtrosit Rh-positif yang masuk lebih banyak. Sekitar 20% ibu Rhesus negatif membentuk anti-D setelah mengandung janin Rh-positif, sedangkan pada transfusi pembentukan anti-D dapat terjadi pada 50-70% penderita yang ditransfusi dengan eryhtrosit Rh positif.

Anti-Rh yang dibentuk pada umumnya adalah kelas IgG. Mula-mula dibentuk IgM tetapi biasanya IgM menghilang beberapa bulan atau tahun setelah imunisasi, sedangkan IgG dapat menetap seumur hidup. Anti Rh jarang mengaktifkan komplemen. Dampak biologis anti Rh umumnya melapisi eryhtrosit dan menyebabkan penghancuran eryhtrosit dalam sistem retikuloendotelial.


Anti Rh dari darah ibu dapat melewati plasenta dan masuk kedalam sirkulasi janin. Dahulu anti-D merupakan penyebab utama penyakit hemolitik pada bayi baru lahir (HDN ; Hemolytic disease of the newborn). Terapi imunosupresif dapat mencegah pembentukan antibodi pada ibu Rh-negatif, segera setelah melahirkan bayi Rh-positif. Wanita yang memiliki anti-D dalam darahnya pada awal kehamilan kemungkinan besar akan melahirkan bayi dengan penyakit HDN.

Seringkali sumsum tulang janin mengadakan respons dengan meningkatkan produksi eryhtrosit untuk mempertahankan kadar hemoglobin dan menghindarkan anemia. Peningkatan eryhtropoesis menyebabkan penglepasan sel-sel kedalam sirkulasi terlalu dini sehingga dijumpai banyak eryhtrosit berinti dalam darah tepi. Nama lain untuk HDN adalah Erythroblastosis fetalis, nama ini menunjukkan adanya eryhtrosit berinti dalam sirkulasi. Janin dengan HDN yang berat dapat meninggal karena gagal jantung kongestif pada saat hampir lahir.

Reaksi silang perlu dilakukan sebelum melakukan transfusi darah untuk melihat apakah darah penderita sesuai dengan darah donor. Mayor crossmatch adalah serum penerima dicampur dengan sel donor dan Minor Crossmatch adalah serum donor dicampur dengan sel penerima. Jika golongan darah ABO penerima dan donor sama, baik mayor maupun minor test tidak bereaksi. Jika berlainan umpamanya donor golongan darah O dan penerima golongan darah A maka pada test minor akan terjadi aglutinasi.

Mayor Crossmatch merupakan tindakan terakhir untuk melindungi keselamatan penerima darah dan sebaiknya dilakukan demikian sehingga Complete Antibodies maupun incomplete Antibodies dapat ditemukan dengan cara tabung saja. Cara dengan objek glass kurang menjaminkan hasil percobaan. Reaksi silang yang dilakukan hanya pada suhu kamar saja tidak dapat mengesampingkan aglutinin Rh yang hanya bereaksi pada suhu 37O C. Lagi pula untuk menentukan anti Rh sebaiknya digunakan cara Crossmatch dengan high protein methode. Ada beberapa cara untuk menentukan reaksi silang yaitu reaksi silang dalam larutan garam faal dan reaksi silang pada objek glass.


Serum antiglobulin meningkatkan sensitivitas pengujian in vitro. Antibody kelas IgM yang kuat biasanya menggumpalkan erythrosit yang mengandung antigen yang relevam secara nyata, tetapi antibosy yang lemah sulit dideteksi. Banyak antibodi kelas IgG yang tak mampu menggumpalkan eryhtrosit walaupun antibody itu kuat. Semua pengujian antibodi termasuk uji silang tahap pertama menggunakan cara sentrifugasi serum dengan eryhtrosit. Sel dan serum kemudian diinkubasi selama 15-30 menit untuk memberi kesempatan antibodi melekat pada permukaan sel, lalu ditambahkan serum antiglobulin dan bila pendertita mengandung antibodi dengan eryhtrosit donor maka terjadi gumpalan.

Uji saring terhadap antibodi penting bukan hanya pada transfusi tetapi juga ibu hamil yang kemungkinan terkena penyakit hemolitik pada bayi baru lahir.

Selasa, 14 Juni 2011

Karl Landsteiner

Karl Landsteiner adalah ilmuwan penting pada abad 20 terutama dalam bidang ilmu Kedokteran. Penemuannya mengenai klasifikasi golongan darah A, B, AB dan O, menghantarkannya meraih nobel dibidang kedokteran tahun 1930. Ia lahir di Wina Austria 14 Juni 1868, anak seorang doktor hukum dan jurnalis terkenal yang meninggal sejak Karl berusia 6 tahun.
 
Sejak masih pelajar Karl telah berkecimpung dalam dunia riset. Ia mempublikasikan risetnya tentang pengaruh diet terhadap komposisi abu darah. Ketika dewasa ia belajar ilmu kedokteran di Universitas Wina dan lulus tahun 1891. Ia juga aktif dalam penelitian bidang Kimia di Laboratorium Hantzsch di Zurich, Lab Emil Fischer di Wurzburg dan Lab E Bambebger di Munich. Setelah berkelana di Jerman dan Swiss, ia kembali ke Wina tahun 1896 dan bekerja sebagai asisten Max von Gruber di Institut Higiene Wina. Tahun 1898-1908 ia menjadi asisten di Departemen Anatomi Patologis Universitas Wina dan bekerja bersama Prof A Weichselbaum-penemu bakteri pneumococcus penyebab meningitis.
 
Landsteiner justru banyak berkecimpung dalam bidang fisiologi daripada anatomi. Setelah 20 tahun bekerja ia bersama rekan-rekannya mempublikasikan penelitian mengenai anatomi abnormal dan kekebalan tubuh. Ia berhasil menemukan faktor-faktor kekebalan tubuh manusia. Sumbangan Landsteiner pada bidang patologis, histologi dan imunologi amat besar. Ia melakukan observasi secara cermat. Penemuannya yang sangat terkenal adalah mengenai penggolongan darah yang dipakai hingga sekarang.
 
Tahun 1875 ia menyakatan jika manusia ditransfusi darah hewan, maka darah asing ini akan menggumpal dan pecah dalam pembuluh darah manusia. Ia menunjukkan reaksi yang sama juga terjadi pada transfusi antar manusia dapat menyebabkan syok atau reaksi lainnya. Penemuannya ini awalnya kurang mendapat perhatian hingga tahun 1901. Di tahun tersebut ia mengklasifikasikan golongan darah menjadi A,B,AB dan O. Dia juga menunjukkan bahwa transfusi antar golongan darah A atau B tidak menyebabkan kerusakan sel seperti jika transfusi dilakukan pada golongan darah yang berbeda.
 
Tahun 1919 Landsteiner bekerja di Institut Rockefeller untuk riset kedokteran di New York. Ia bersama Levine dan Wiener bekerjasama melakukan penelitian lebih lanjut mengenai golongan darah. Ketiga ilmuwan ini juga merintis penemuan faktor –Rh dalam darah yang menghubungkan darah manusia dengan darah kera rhesus. Hingga akhir hayatnya Landsteiner terus meneliti golongan darah dan aspek kimia antigen, antibodi, dan faktor-faktor kekebalan darah. Tahun 1939 ia diangkat menjadi Profesor Emeritus di Institut Rockefeller. Ia meninggal 24 Juni 1943 akibat serangan jantung.

Senin, 28 Februari 2011

10 Cara Untuk Mencegah Tekanan Darah Rendah

Sudah tahu kan bedanya darah rendah dan kurang darah?
  • Istilah darah rendah merujuk kepada tekanan darah (yang) rendah.
  • Sedangkan kurang darah artinya kurangnya kandungan hemoglobin pada cairan darah. 
Nah, berikut ini ada 10 tips untuk mencegah tekanan darah rendah.
  1. Minum banyak cairan untuk mempertahankan volume darah dan menghindari dehidrasi. Hal ini sangat penting selama pengerahan tenaga fisik atau suhu panas.
    Kondisi ini dapat menimbulkan keringat berlebihan, menyebabkan kerugian dalam cairan tubuh. Selain itu, kondisi ini dapat menyebabkan suhu tubuh meningkat.
    Ketika ini terjadi, pembuluh darah merespon dengan pembesaran. Hal ini menyebabkan penurunan tekanan darah.
  2. Jika Anda menderita diare atau muntah-muntah hebat, pastikan untuk minum banyak cairan untuk menjaga tubuh Anda tidak dehidrasi.
  3. Hindari mandi terlalu panas, yang dapat menyebabkan suhu tubuh meningkat.
  4. Setelah beristirahat atau duduk, berdirilah perlahan dan hati-hati untuk membantu tubuh Anda menyesuaikan diri dengan tarikan gravitasi.
  5. Pastikan untuk mendapatkan tidur yang cukup. Kelelahan juga merupakan faktor dalam tekanan darah rendah.
  6. Makan makanan kecil. Makan makanan berat dapat memainkan peran dalam tekanan darah rendah, karena proses pencernaan membutuhkan lebih banyak darah pada saluran pencernaan.
    Jadi, ketimbang makan tiga kali makan besar makan makanan keciluntuk membantu sistem pencernaan.
  7. Hindari alkohol.
  8. Hindari berdiri untuk jangka waktu yang panjang.
  9. Beberapa ahli merekomendasikan memakai stoking, yang dapat membantu mengurangi akumulasi darah pada tungkai bawah, yang terjadi ketika tiba-tiba berdiri.
  10. Jika Anda baru saja memulai obat baru, seperti obat anti depresan, dan telah melihat akhir-akhir ini Anda merasa pingsan atau pusing ketika berdiri, berbicara dengan dokter Anda. Beberapa obat menyebabkan tekanan darah rendah.

Jumat, 28 Januari 2011

Apa untungnya ikut donor darah ?

Hello para relawan masa depan. hari ini akan bercerita tentang apa sih untungnya ikut donor dara ?
 
Ada 4 golongan manusia:
  • tidak mau donor darah, dan tidak bisa donor darah
  • mau donor darah, tapi tidak bisa donor darah
  • tidak mau donor darah, tapi bisa donor darah
  • mau donor darah, dan bisa donor darah
Lalu apa saja sih kuntungan donor darah bagi si pendonor ?
  1. Ketika seseorang menyumbangkan darah, sumsum tulangnya dirangsang untuk menghasilkan sel darah merah baru. Ini akan membuat organ pembentuk darah kita untuk berfungsi lebih efektif dan sel-sel aktif.
  2. Seorang dokter akan memeriksa calon donor yang mengajukan diri pada prosedur secara gratis. Dia akan juga tahu golongan darahnya dan tahu apakah dia menderita anemia atau tidak. Donor akan diberi tahu mengenai penyakit dilihat dalam darah sebagai hasil dari tes skrining.
  3. Menjaga kesehatan jantung, saat kita rutin mendonorkan darah, maka jumlah zat besi dalam darah bisa lebih stabil. Ini artinya menurunkan resiko penyakit jantung.
  4. Membantu penurunan berat tubuh, menjadi donor darah adalah salah satu metode diet dan pembakaran kalori yang ampuh. Dengan memberikan sekitar 450 ml darah, akan membantu proses pembakaran kalori kira – kira 650. Eits … jangan salah bisa membuat pinggang kita ramping loh  
  5. Mendapatkan kesehatan psikologis, menyumbangkan hal yang tidak ternilai harganya kepada sahabat kita yang membutuhkan akan membuat kita merasakan kepuasan psikologis.
  6. Mendeteksi penyakit serius, tiap kali kita ingin mendonorkan darah, prosedur standarnya adalah darah kita akan diperiksa terlebih dahulu sehingga kita bisa mengetahui apakah kita memiliki penyakit serius atau tidak seperti HIV, hepatitis, siphilis, malaria. Bagi yang menerima darah, ini adalah informasi penting agar tidak tertular penyakit serius tersebut. Sedangkan untuk si pendonor, ini adalah RAMBU PERINGATAN agar kita lebih mencintai tubuh kita sendiri.

Selasa, 28 Desember 2010

Ingin Menaikan Tekanan Darah?

Tekanan darah rendah, atau hipotensi, terjadi ketika tekanan darah selama dan setelah setiap detak jantung jauh lebih rendah dari biasanya. Ini berarti jantung, otak, dan bagian lain dari tubuh tidak mendapatkan cukup darah. Berikut ini adalah tips untuk menaikkan tekanan darah.
  1. Konsumsi lebih banyak garam.
    Para ahli biasanya menyarankan untuk membatasi jumlah garam dalam diet Anda karena sodium dapat meningkatkan tekanan darah, bahkan secara drastis.
    Untuk orang dengan tekanan darah rendah, ini dapat menjadi hal yang baik.
    Tapi karena kelebihan natrium dapat menyebabkan gagal jantung,terutama pada orang dewasa yang lebih tua, penting untuk memeriksa dengan dokter Anda sebelum meningkatkan garam dalam diet Anda.
  2. Minum lebih banyak air.
    Meskipun hampir semua orang bisa mendapatkan keuntungan dari minum cukup air, ini benar terutama jika Anda memiliki tekanan darah rendah.
    Cairan meningkatkan volume darah dan membantu mencegah dehidrasi, keduanya penting dalam mengobati tekanan darah rendah/hipotensi.
  3. Untuk Wanita bisa kenakan stocking.
    Stoking elastis yang sama sering digunakan untuk meringankan rasa sakit dan pembengkakan varises dapat membantu mengurangi pengumpulan darah di kaki Anda.
  4. Jangan lupa sarapan pagi sebelum melakukan aktivitas.
    Sebab bila beraktivitas perut masih kosong, tubuh kekurangan energi. Dalam kondisi ini pada orang yang memiliki riwayat hipotensi, gangguan ini mudah muncul.
  5. Kopi.
    Sesekali minum kopi agar memacu peningkatan detak jantung sehingga tekanan darah akan meningkat.
  6. Bayam.
    Untuk sayur, perbanyak konsumsi bayam karena bayam bagus untuk mengatasi tekanan darah rendah.
  7. Konsumsi cokelat, lada, hati ayam kampung/sapi/kambing, mentega, keju dan jahe merah.
  8. Ketimun.
    Hindari makan ketimun.
  9. Kacang Hijau.
    Kacang hijau baik untuk menaikkan tekanan darah. Kolak kacang ijonya dibuat tiap hari. Dalam beberapa hari tekanan darah dapat normal lagi.
Semoga bermanfaat teman-teman pengunjung setia blog pmr smabhatig. Terima kasih.