Pengurus PMR SMABHATIG

Mengetahui sesuatu dan memahami segala sesuatu adalah lebih baik daripada mengetahui segala sesuatu, tetapi tidak memahami sesuatu.

Tampilkan postingan dengan label Psychology. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Psychology. Tampilkan semua postingan

Minggu, 28 Juli 2013

Ketahui Plus Minus Empat Sifat Dasar Manusia

Buah jatuh tak jauh dari pohonnya. Agaknya peribahasa ini memang benar maknanya. Ini karena pada dasarnya seorang anak lahir mewariskan sifat dasar orangtuanya. Terkait hal tersebut, manusia memiliki empat sifat dasar, seperti plegmatis, melankolis, koleris, dan sanguinis.

Namun patut diketahui bahwa individu terlahir tak murni hanya memiliki satu sifat. Biasanya mereka akan mewarisi dua sifat atau lebih. Artinya sifat-sifat bawaan lahir inilah yang nantinya akan menentukan perilaku mereka.

Sifat dasar plegmatis misalnya. Individu yang dengan sifat ini cenderung menyukai ketenangan atau damai, senang, dan menginginkan segala sesuatunya menjadi praktis. Plegmatis seorang yang konsisten, dapat diandalkan menjadi teman yang setia. Tak hanya itu, plegmatis juga mencoba melakukan menginspirasi orang lain dengan perbuatan mereka, tidak suka menghakimi, rasional, mau menerima, dan penuh kasih sayang.

Di balik kelebihannya, plegmatis adalah seorang mudah tersinggung, pemalu, terlibat dalam ketidakpastian dan perubahan atau takut akan perubahan terutama dalam pekerjaan. Mereka juga rentan pada kemalasan, stagnasi, dan keras kepala.

Berbeda dari plegmatis, melankolis cenderung berbakat karena mampu menganalisis sesuatu hingga mendalam, sangat berhati-hati dalam melakukan sesuatu, dan cenderung terorganisir, serta menginginkan kesempurnaan. Mereka juga dikenal sebagai pribadi yang mandiri, kreatif namun haus akan pengakuan atas karyanya. Melankolis juga rentan pada depresi, sensitif, karena menuntut kesempurnaan cenderung bekerja dalam waktu yang lebih lama dibandingkan orang lain.

Sementara pemimpin adalah sifat yang dimiliki oleh seorang koleris. Individu ini memiliki sifat ambisius, cenderung memiliki kemauan yang kuat, independen, praktis, efisien, dan produktif. Selain itu, koleris juga mampu mendominasi orang lain sesuai kehendaknya atau mengatur. Namun sayang, koleris juga seorang yang mudah tersinggung dan cepat depresi.

Ada pula individu dengan sifat sanguinis. Mereka selalu bersemangat dan keseharian mereka diselimuti kebahagiaan, ramah, hangat, mampu bersimpati dengan orang lain, sehingga memiliki banyak teman. Mereka termasuk pribadi yang menyenangkan dan cukup kreatif, penyayang, serta romantis.

Ada kelebihan ada pula kekurangan. Sanguinis cenderung pelupa, sering melamun, mudah bosan, sangat egois, dan tak memiliki kontrol diri yang kuat. Mereka juga cenderung membesar-besarkan sesuatu dan memiliki emosi yang tak stabil.

Senin, 10 September 2012

Bolehkah Orang Tua Curhat pada Anak?

Dalam kehidupan berkeluarga, tak jarang suami istri terlibat dalam konflik. Untuk meredakan kekesalan, terkadang kita pun membutuhkan saluran untuk mencurahkan hatinya. Namun, siapakah orang yang tepat untuk menjadi tempat curhat? Bagaimana dengan anak?

Menurut pakar, hal ini boleh saja dilakukan. Akan tetapi, ada beberapa hal yang perlu dipertimbangkan lebih dahulu sebelum curhat pada anak di antaranya:

1. Usia, kemampuan berpikir, dan kehidupan emosi, perasaan anak. Kemampuan anak berpikir berkaitan erat dengan usianya. Perkembangan otak anak akan mencapai kesempurnaan pada usia sekitar 7 tahun. Di usia ini anak telah mulai menunjukkan kemampuan berpikir yang lebih baik.

Untuk masalah keluarga yang sederhana seperti bagaimana menjaga kerapian rumah, kamar, dan diri sendiri, Ibu bahkan sudah dapat melibatkannya lebih dini. Misalnya, pada usia 4-5 tahun Ibu akan tercengang dengan ide-idenya.

Hasil penelitian tentang pengasuhan yang dilakukan di luar negeri menunjukkan bahwa masalah keuangan sebaiknya tidak dibicarakan atau tidak ditunjukkan pada anak di bawah usia 6 tahun. Jadi, kalau sekedar imbauan dan aturan untuk berhemat tidak apa. Tapi, usahakan untuk tidak mendiskusikan apalagi bertengkar masalah keuangan dihadapan anak berusia di bawah 6 tahun. Akibatnya akan sangat mempengaruhi bagi sikap dan kelakuannya yang menyangkut keuangan di masa depannya .

2. Hal lain yang perlu juga kita sadari adalah sebenarnya anak diciptakan Allah memiliki jiwa yang sangat peka terhadap masalah yang dihadapi oleh kedua orangtuanya. Dahi yang berkerut, urat leher menegang, bahu yang terangkat apalagi suara yang keras telah mampu dibaca oleh anak sejak usianya sangat dini, bahwa orangtuanya bermasalah.

Oleh sebab itu, bila ketegangan dan pertengkaran tak dapat dielakkan, orang tua berkewajiban memberikan penjelasan sesuai usia anak tentang apa yang terjadi dengan kalimat pendek, tetapi jelas. Misalnya, jika mempunyai anak usia 3 tahun yang menyaksikan pertengkaran kecil antara Ibu dan Bapak. Setelah itu selesai, Ibu mencoba mengendalikan emosi dan mengatakan pada anak dengan suara rendah: ''Maaf ya Nak, tadi suara Mama dan Ayah jadi tinggi. Kami agak marah, ada yang kurang cocok pikirannya.''

Kalau anak sudah sedikit lebih besar, kita dapat menambahkan, ''Hal seperti ini biasa terjadi antara orang dewasa!.'' Ini penting dilakukan agar anak mengerti apa yang terjadi dan untuk meredakan ketegangan dan kecemasan yang dimilikinya.

Kalau Ibu sudah biasa melibatkan anak dalam masalah keluarga tersebut, kalau anak sudah menjelang remaja atau remaja, Ibu bahkan boleh bertengkar, argumentasi di hadapan mereka dan meminta mereka memberikan penilaian. Hanya saja kedua orang tua perlu bersikap terbuka dan obyektif dalam menerima penilaian tersebut. Tentu saja jenis masalahnya juga harus dipertimbangkan.

3. Dalam melibatkan anak memeikirkan masalah keluarga yang penting adalah menjaga objektifitas kita sendiri sebagai orang tua. Kita tidak membentuk opini atau mencari 'persekongkolan' atau pemihakan . Ini sangat tidak mudah, karena kalau tidak pandai mengemukakan masalah, anak mudah terwarnai perasaan maupun pikirannya terhadap orang dengan siapa kita orang tuanya mengalami masalah. Dan, bila ini terjadi tidak sehat bagi perkembangan kemampuan anak dalam yang bijaksana.

Pelibatan anak haruslah dalam kerangka melatih mereka dalam sekurang-kurangnya ketiga hal tersebut di atas. Jadi, bila Ibu misalnya bermasalah dengan adik ipar atau paman mereka, maka Ibu harus mengatakan terlebih dahulu bahwa: ''Ini masalah Mama dengan pamanmu. Kamu tidak punya masalah apa-apa dengan beliau. Mama cuma minta pendapatmu. '' Lalu, Ibu ceritakan masalahnya. Apa yang sering terjadi, orang tua terlupa mendudukkan masalahnya ketika melibatkan anak, sehingga anak mudah jadi ikut-ikutan.

4. Keadaan dan situasi anak juga perlu dipertimbangkan. Jangan melibatkan anak bila mereka sendiri sedang dalam atau menghadapi banyak masalah. Cara penyampaian masalah juga penting. Hindari menyampaikannya ketika emosi kita sedang tinggi. Sehingga kawatir jalan keluar yang diperoleh juga tidak atau kurang bijaksana.

Sabtu, 18 Agustus 2012

Inilah Cara Menjauh dari Sakit Mental

Mempunyai mental stabil adalah salah satu kunci untuk bisa bertahan hidup dalam menghadapi segala rintangan. Ketika hal buruk terjadi dalam hidup, orang-orang tersebut biasanya mampu untuk bangkit kembali dan tetap produktif.
 
Ketahanan mental juga dipengaruhi pengalaman hidup masing-masing orang. Kesehatan mental atau emosional mengacu pada kesejahteraan psikologis secara keseluruhan. Hal tersebut termasuk cara menilai diri sendiri, menjaga kualitas hubungan, kemampuan untuk mengelola perasaan, dan menghadapi kesulitan.

Kesehatan mental yang baik bukan hanya tidak adanya masalah kesehatan mental. Mental atau emosional yang sehat adalah yang jauh atau bebas dari depresi, kegelisahan, atau masalah psikologis lain. Kesehatan mental mengacu pada adanya karakteristik positif.

Sebagian orang mungkin tidak memiliki perasaan negatif, namun masih perlu melakukan hal-hal yang membuat merasa positif untuk mencapai mental yang sehat.

Berikut cara untuk selalu menjauhi sakit mental seperti dikutip dari HelpGuide :
  1. Memiliki rasa kepuasan yang tidak terlalu tinggi.
  2. Semangat untuk hidup dan kemampuan untuk tertawa dan bersenang-senang.
  3. Memiliki tujuan baik dalam kegiatan dan hubungan.
  4. Fleksibilitas untuk belajar hal baru dan beradaptasi dengan perubahan.
  5. Keseimbangan antara bekerja dan menghibur diri.
  6. Kemampuan untuk membangun dan mempertahankan hubungan yang memuaskan.
  7. Percaya diri.
Menjaga kesehatan fisik adalah langkah pertama untuk menjaga kesehatan mental dan emosional. Pikiran dan tubuh saling berhubungan. Ketika meningkatkan kesehatan fisik, secara otomatis akan berdampak positif pada kesehatan mental.

Misalnya, olahraga tidak hanya memperkuat jantung dan paru-paru, tetapi juga melepaskan endorfin, yaitu bahan kimia kuat yang memberikan energi kita dan meningkatkan suasana hati.
Cara untuk menjaga kesehatan fisik yang sekaligus akan berdampak pada kesehatan mental antara lain:

1. Cukup istirahat
Untuk memiliki kesehatan mental dan emosional yang baik, penting untuk merawat tubuh, termasuk cukup tidur. Kebanyakan orang membutuhkan 7-8 jam tidur setiap malam agar dapat berfungsi optimal.

2. Pola makan yang baik
Pola makan juga mempengaruhi energi dan suasana hati.

3. Olahraga
Olahraga tidak hanya memperkuat jantung dan paru-paru, tetapi juga melepaskan endorfin, yaitu bahan kimia kuat yang memberikan energi kita dan meningkatkan suasana hati.

4. Mendapatkan sinar matahari yang cukup setiap hari
Sinar matahari dapat meningkatkan suasana hati, jadi cobalah untuk mendapatkan setidaknya 10-15 menit paparan sinar matahari per hari.

5. Batasi alkohol dan menghindari rokok
Alkohol dan rokok adalah stimulan yang tidak wajar dapat membuat merasa baik dalam jangka pendek, tetapi memiliki konsekuensi jangka panjang negatif bagi suasana hati dan kesehatan mental.

Senin, 13 Agustus 2012

Pikiran Negatif Yang Merusak

Pemikiran negatif adalah pemikiran yang mengganggu, gambaran-gambaran atau ide-ide yang jelek namun menghantui, bersifat menyusahkan, dan sulit diatur sehingga kita tidak merasa bebas.

Pemikiran yang mengganggu tersebut umumnya berupa suara hati dan pemikiran yang memberikan saran-saran dan gambaran-gambaran yang bersifat curiga, menuduh, menghujat, menghakimi dan memvonis.

Banyak orang mengalami pemikiran ini, dan dapat dihubungkan dengan obsessive-compulsive disorder / OCD (gangguan berupa pemikiran irrasional dan penuh kecurigaan) atau rasa sedih. Pemikiran ini bisa melumpuhkan, kekuatiran yang menggusarkan dan bersifat menetap.

Percakapan dengan diri sendiri
Ketika anda sedang sendirian di dalam kamar anda, cobalah anda sesekali menatap bayangan anda di dalam cermin, dan ajaklah dia berbicara. Percakapan dengan diri sendiri bukanlah keanehan apalagi kegilaan, tetapi merupakan cara yang efektif untuk memperbaiki diri anda.

Mulailah dengan menggali pemikiran-pemikiran negatif yang ada pada diri anda. Kemudian diskusikan objek permasalan itu dengan diri anda. Kemukakan pemikiran-pemikiran negatif yang harus diperbaiki dan temukan cara mengatasi. 
  1. Tahap pertama, anda harus memaafkan diri anda karena memiliki pemikiran-pemikiran negatif itu. Penerimaan yang terbuka dan pengakuan akan keberadaannya di dalam diri anda adalah tahap awal yang memudahkan untuk menghilangkannya.
  2. Tahap kedua, anda harus mengakui bahwa pemikiran-pemikiran negatif itu benar-benar buruk. Bukan hanya buruk dalam bentuk dan sifatnya, tapi juga buruk dalam dampak yang diakibatkannya, baik terhadap diri anda sendiri maupun orang lain di sekitar. 
  3. Tahap ketiga, anda harus berani mengoreksinya dan menggantikannya dengan pemikiran-pemikiran positif yang bersifat membangun dan memperbaiki – biasanya berlawan dengan pemikiran negatif itu 
10 macam pemikiran negatif yang harus diangkat dari benak anda

1. Berpikir hitam-putih
Berpikir secara hitam-putih itu mudah tapi berbahaya, karena berpikir secara hitam-putih bisa membuat orang sombong atau sebaliknya mudah menjadikannya putus asa.

Yang dimaksud berpikir secara hitam-putih adalah menempatkan batasan pemikiran berupa ukuran-ukuran yang sempit. Cara berpikir seperti ini tidak mengandung nilai toleransi, tenggang rasa dan memudahkan. Seorang hakim yang bertugas menegakkan hukum di depan pengadilan sekalipun tidak boleh berpikir secara hitam-putih. Pertimbangan-pertimbangan rasa keadilan selalu berada pada bagian abu-abu yang mempunyai wilayah lebih luas dan tidak terbatas.

Contoh orang yang berpikir hitam-putih adalah orang yang memilih untuk tidak melakukan apa pun dari pada keliru, atau seseorang yang tidak mau menikah selamanya apabila tidak bisa mendapatkan pujaan hatinya, misalnya. Ada juga orang yang memvonis sebuah kesalahan secara maksimal. Ketika dia dibohongi sekali oleh orang lain, maka dia tidak mempercayai orang itu sepenuhnya.

2. Menjeneralisasi secara berlebihan
Berpikir secara jeneral bermakna melihat hal kecil atau bagian-bagian dan menganggapnya sebagai keseluruhan.

Kata yang dipergunakan biasanya, “selalu” dan “tidak pernah”

Cara berpikir dengan menjeneralisasi membuat orang menjadi mudah menyalahkan, menganggap remeh, tapi juga bisa menyempurnakan secara berlebihan. Sebagai contoh, ketika seorang suami pada suatu hari menemukan istrinya terlambat menyiapkan sarapan dibanding hari yang lain, maka dia dengan mudah mengatakan bahwa istrinya “selalu” terlambat menyiapkan sarapan, atau “tidak pernah” tepat waktu menyiapkan sarapan.

Begitu juga dengan pemikiran-pemikiran rasial, seperti misalnya orang “suku” ini begini dan “bangsa” ini begitu adalah juga pemikiran yang menjeneralisasi. Pertikaian dan permusuhan antar kelompok biasanya bersumber dari pemikiran negatif menjeneralisasi.

3. Hal negatif mengalahkan yang positif
Anda memilih suatu bagian yang negatif dan memikirkannya secara khusus dan mendalam, sedangkan bagian yang positif dilupakan.

Sebagai contoh ketika anda menerima banyak komentar yang positif tentang hasil pekerjaan anda dari rekan-rekan di kantor, maka anda merasa bahagia sekali dan terlambung. Tetapi ketika ada sebuah kritikan dari salah satu rekan yang sampai ke telinga, anda lalu menjadi murung dan memikirkannya berhari-hari dan anda merasa menjadi tidak sempurna. Dan anda melupakan hal-hal positif yang sudah anda dengar.

4. Diskon untuk hal positif
Anda menolak pengalaman-pengalaman positif dan dengan tegas tidak menanggapnya. Biasanya orang yang berpikiran negatif seperti ini tidak mudah memuji dan menganggap remeh kebaikan orang lain.

Jika anda melihat orang lain melakukan suatu pekerjaan yang baik, anda bilang kepada diri Anda bahwa itu hal biasa dan siapa pun bisa melakukan hal seperti itu. Memotong makna positif dari suatu perbuatan baik akan membuat anda orang yang tidak bahagia, karena selalu merasa tidak cukup dan bersyukur.

5. Terlalu cepat mengambil kesimpulan

Anda menginterpretasikan hal-hal secara negatif ketika tidak ada fakta-fakta yang mendukung kesimpulan anda. Pikiran anda secara sewenang-wenang, tanpa penyelidikan yang mendalam, menyimpulkan bahwa seseorang sedang berbuat negatif terhadap anda.

Orang dengan mudah memprediksikan sesuatu hal akan berakibat sangat buruk. Contohnya ketika seseorang sedang menghadapi sebuah ujian dan merasa belum siap, maka dia berpikir bahwa ujian ini pasti gagal dan tidak akan lulus. Padahal dia belum mengetahui soal-soal yang harus dijawabnya.

6. Pemikiran hiperbola atau melebih-lebihkan
Anda melebih-lebihkan pentingnya permasalahan dan kelemahan anda, atau anda terlalu memperkecil pentingnya kualitas yang diinginkan.

Keadaan tidak seimbang di dalam pemikiran juga bisa berakibat melupakan sisi-sisi lain yang seharusnya mendapatkan perhatian yang sama. Penyakit kejiwaan berupa pobia terhadap sesuatu termasuk dalam jenis ini.

7. Penalaran Secara Emosional
Anda berasumsi bahwa emosi anda yang negatif selalu mencerminkan hal yang benar-benar akan terjadi.

Sebagai contoh ketika anda sedang menaiki pesawat terbang dan anda merasa hati anda tidak enak, maka dalam hati anda berkata, "Aku merasakan ketakutan di dalam pesawat terbang ini. Ini pasti menandakan bahwa sangat berbahaya untuk terbang saat ini." Atau pemikiran seperti, "Aku merasa berdosa berarti aku adalah orang yang jahat" atau, "Aku merasakan marah. Hal ini membuktikan bahwa aku sedang diperlakukan tanpa keadilan."

Penalaran emosional ini belum tentu benar apabila di dalam kenyataan, fakta dan bukti tidak mengarah kepada hal itu. Ketika muncul perasaan takut di dalam pesawat terbang, bukan berarti pesawat terbang yang anda tumpangi akan benar-benar mengalami kecelakaan, bisa saja anda memang mengidap pobia kan ketinggian.

8. Memaksakan suatu kondisi
Penggunaan kata “seharusnya”, “perlu” dengan harapan sesuatu menjadi seperti yang anda harapkan, bisa berakibat keputusasaan dan frustasi.

Ketika anak anda yang sedang berlatih sebuah alat musik dengan giat, misalnya, dan anda sedang ikut menontonnya ternyata dia melakukan banyak kekeliruan. Anda berkata padanya, “Seharusnya kamu tidak melakukan banyak kesalahan dengan masa latihan yang sudah berlangsung sekian bulan ini.” Padahal di hari-hari latihan sebelumnya anak anda sedikit sekali melakukan kesalahan, hanya di saat anda ikut menonton dia menjadi gugup, dan anda sudah mengeluarkan komentar yang bisa membuatnya frustasi.

9. Label-label negatif yang menghakimi
Label-label yang negatif berupa gelar atau julukan buruk atas sebuah perbuatan adalah sebuah pemikiran negatif yang paling ekstrim.

Ketika seseorang melakukan suatu kesalahan misalnya dia menumpahkan makanan pada saat pesta, lalu beberapa orang menyebutnya, “Dasar pecundang”, lalu label itu melekat padanya selama-lamanya. Maka dia sudah menjadi pesakitan dalam penjara label tersebut. Dia akan sulit untuk menampakkan kebaikannya, karena tidak diperhatikan oleh orang lain, sedangkan dia sulit menyembunyikan keburukannya karena selalu dicari-cari oleh orang lain.

Pemberian label seperti “si kikuk”, “otak kriminal”, dan lain-lain hanya akan membuat orang yang diberi label tersebut betul-betul menjadi frustasi dan tidak bisa memperbaiki keadaannya, dan semakin terpuruk dalam keburukan sifatnya.

10. Menyalahkan secara personal atau bagian tertentu
Yang dimaksud menyalahkan secara personal adalah menimpakan suatu kesalahan yang menyebabkan keadaan yang buruk kepada satu orang saja, padahal masih ada personal lain yang mungkin memiliki kontribusi kesalahan.

Menyalahkan diri sendiri saja atau menyalahkan orang lain saja, termasuk ke dalam katagori ini. Sebagai contoh seorang ibu yang mendapatkan kabar dari sekolah bahwa anaknya mendapat nilai buruk dalam sebuah pelajaran. Si ibu, tanpa melihat sebab-musababnya, langsung menyalahkan anaknya, atau dia akan menyalahkan diri sendiri dan menganggap dirinya bukan orang tua yang baik, atau dia akan menyalahkan guru atau sistem di sekolah.

Menyalahkan secara personal hanya akan berakibat kemarahan dan keputusasaan bagi pihak yang disalahkan dan kelalaian dari pihak yang menyalahkan, karena tidak menyadari kesalahan diri sendiri. Yang lebih buruk lagi adalah menyalahkan keadaan karena tidak akan ada pemikiran untuk mencari solusi apabila semua orang menyalahkan keadaan atau kondisi yang bersifat pasif dan tidak bisa berbuat apa-apa.

Yang perlu mendapatkan perhatian kita pertama kali adalah penanggulangan dampak buruk dari pemikiran-pemikiran negatif tersebut. Caranya dengan perlahan menurunkan kadar pemikiran negatif di pikiran anda. Bisa dengan berdoa kepada Tuhan untuk kebaikan orang yang dipikirkan secara negatif oleh anda atau anda melihat kepada diri anda sendiri bahwa anda pun mungkin akan berada pada posisinya.

Namun apabila ternyata dampaknya sulit untuk dinetralisir dari pikiran anda, berarti anda harus segera menggantikan pemikiran-pemikiran negatif dengan pemikiran-pemikiran positif – lawan langsung dari pemikiran-pemikiran negatif itu.

Ingatlah pemikiran-pemikiran negatif yang dipelihara lama di dalam diri anda, akan semakin sulit untuk dinetralisir atau digantikan dengan pemikiran positif ketika anda semakin menjadi tua.

Minggu, 12 Agustus 2012

Mengatasi Pikiran Negatif

Untuk sebagian besar dari kita, berpikir negatif mungkin sudah menjadi bagian dari diri. Ketika hal-hal tidak sesuai rencana, kita dengan mudah merasa depresi dan tidak bisa melihat sisi baik dari kejadian tersebut.

Berpikiran negatif tidak membawa kemana-mana, kecuali membuat perasaan tambah buruk, yang lalu akan berakibat performa kita mengecewakan. Hal ini bisa menjadi lingkaran yang tidak berujung.

PMR SMABHATIG menyarankan sembilan teknik untuk mencegah dan mengatasi pikiran negatif yang adalah sebagai berikut:

1. Hidup di saat ini
Memikirkan masa lalu atau masa depan adalah hal yang sering membuat kita cemas. Jarang sekali kita panik karena kejadian masa sekarang. Jika Anda menemukan pikiran anda terkukung dalam apa yang telah terjadi atau apa yang belum terjadi, ingatlah bahwa hanya masa kini yang dapat kita kontrol.

2. Katakan hal positif pada diri sendiri
Katakan pada diri Anda bahwa Anda kuat, Anda mampu. Ucapkan hal tersebut terus-menerus, kapanpun. Terutama, mulailah hari dengan mengatakan hal positif tentang diri sendiri dan hari itu, tidak peduli jika hari itu Anda harus mengambil keputusan sulit ataupun Anda tidak mempercayai apa yang telah Anda katakan pada diri sendiri.

3. Percaya pada kekuatan pikiran positif

Jika Anda berpikir positif, hal-hal positif akan datang dan kesulitan-kesulitan akan terasa lebih ringan. Sebaliknya, jika Anda berpikiran negatif, hal-hal negatif akan menimpa Anda. Hal ini adalah hukum universal, seperti layaknya hukum gravitasi atau pertukaran energi. Tidak akan mudah untuk mengubah pola pikir Anda, namun usahanya sebanding dengan hasil yang bisa Anda petik.

4. Jangan berdiam diri
Telusuri apa yang membuat Anda berpikiran negatif, perbaiki, dan kembali maju. Jika hal tersebut tidak bisa diperbaiki lagi, berhenti mengeluh dan menyesal karena hal itu hanya akan menghabiskan waktu dan energi Anda, juga membuat Anda merasa tambah buruk. Terimalah apa yang telah terjadi, petik hikmah/pelajaran dari hal tersebut, dan kembali maju.

5. Fokus pada hal-hal positif
Ketika kita sedang sedang berpikiran negatif, seringkali kita lupa akan apa yang kita miliki dan lebih berfokus pada apa yang tidak kita miliki. Buatlah sebuah jurnal rasa syukur. Tidak masalah waktunya, tiap hari tulislah lima enam hal positif yang terjadi pada hari tersebut. Hal positif itu bisa berupa hal-hal besar ataupun sekadar hal-hal kecil seperti 'hari ini cerah' atau 'makan sore hari ini menakjubkan'. Selama Anda tetap konsisten melakukan kegiatan ini, hal ini mampu mengubah pemikiran negatif Anda menjadi suatu pemikiran positif. Dan ketika Anda mulai merasa berpikiran negatif, baca kembali jurnal tersebut.

6. Bergeraklah
Berolahraga melepaskan endorphin yang mampu membuat perasaaan Anda menjadi lebih baik. Apakah itu sekadar berjalan mengelelingi blok ataupun berlari sepuluh kilometer, aktifitas fisik akan membuat diri kita merasa lebih baik. Ketika Anda merasa down, aktifitas olahraga lima belas menit dapat membuat Anda merasa lebih baik.

7. Hadapi rasa takutmu
Perasaan negatif muncul dari rasa takut, makin takut Anda akan hidup, makin banyak pikiran negatif dalam diri Anda. Jika Anda takut akan sesuatu, lakukan sesuatu itu. Rasa takut adalah bagian dari hidup namun kita memiliki pilihan untuk tidak membiarkan rasa takut menghentikan kita.

8. Coba hal-hal baru
Mencoba hal-hal baru juga dapat meningkatkan rasa percaya diri. Dengan mengatakan ya pada kehidupan Anda membuka lebih banyak kesempatan untuk bertumbuh. Jauhi pikiran 'ya, tapi...'. Pengalaman baru, kecil atau besar, membuat hidup terasa lebih menyenangkan dan berguna.

9. Ubah cara pandang
Ketika sesuatu tidak berjalan dengan baik, cari cara untuk melihat hal tersebut dari sudut pandang yang lebih positif. Dalam setiap tantangan terdapat keuntungan, dalam setiap keuntungan terdapat tantangan.

Sabtu, 11 Agustus 2012

Pikiran NEGATIF berdampak BURUK bagi kesehatan

* MARAH selama 5 menit akan menyebabkan sistem imun tubuh kita mengalami depresi selama 6 jam..

* DENDAM & MENYIMPAN KEPAHITAN akan menyebabkan imun tubuh kita mati..  Dari situlah bermula segala penyakit, seperti STRESS, KOLESTEROL, HIPERTENSI, SERANGAN JANTUNG, RHEMATIK, ARTHRITIS, STROKE (perdarahan / penyumbatan pembuluh darah)..

* Jika kita sering membiarkan diri kita STRESS, maka kita sering mengalami GANGGUAN PENCERNAAN..

* Jika kita sering merasa KHAWATIR, maka kita mudah terkena penyakit NYERI PUNGGUNG..

* Jika kita MUDAH TERSINGGUNG, maka kita akan cenderung terkena penyakit INSOMNIA (susah tidur)..

* Jika kita sering mengalami KEBINGUNGAN, maka kita akan terkena GANGGUAN TULANG BELAKANG BAGIAN BAWAH..

* Jika kita sering membiarkan diri kita merasa TAKUT yang BERLEBIHAN, maka kita akan mudah terkena penyakit GINJAL..

* Jika kita suka ber-NEGATIVE THINKING, maka kita akan mudah terkena DYSPEPSIA (penyakit sulit mencerna)..

* Jika kita mudah EMOSI & cenderung PEMARAH, maka kita bisa rentan terhadap penyakit HEPATITIS..

* Jika kita sering merasa APATIS (tidak pernah peduli) terhadap lingkungan, maka kita akan berpotensi mengalami PENURUNAN KEKEBALAN TUBUH..

* Jika kita sering MENGANGGAP SEPELE semua persoalan, maka hal ini bisa mengakibatkan penyakit DIABETES..

* Jika kita sering merasa KESEPIAN, maka kita bisa terkena penyakit DEMENSIA SENELIS (berkurangnya memori dan kontrol fungsi tubuh)..

* Jika kita sering BERSEDIH & merasa selalu RENDAH DIRI, maka kita bisa terkena penyakit LEUKEMIA (kanker darah putih)

*** Mari kita selalu BERSYUKUR atas segala perkara yang telah terjadi karena ϑengαn bersyukur, maka HATI ini menjadi BERGEMBIRA & menimbulkan ENERGI POSITIF dalam tubuh utk mengusir segala penyakit tersebut ϑΐ atas..

Sumber :
Buku “The Healing & Discovering the Power of the Water” (by : Dr. Masaru Emoto)
Have a blessed
God Bless U all …

Selasa, 17 Juli 2012

Menyebarkan Sikap Positif Dalam Organisasi

Sikap positif adalah kunci untuk bisa memasuki dunia yang penuh dengan rasa gembira, bahagia, nyaman, damai, tenang, senang, makmur, bangga, cinta, kasih sayang, keyakinan, berhasil, menang, aman, sehat, bersyukur, dan segala hal lain dalam ukuran baik.

Organisasi itu sendiri seperti sebuah kapal yang sedang berlayar di tengah lautan kompetisi untuk menciptakan keuntungan dan kemenangan.

Sebagai nakhoda kapal yang membawa harapan dan mimpi banyak orang, pemimpin harus cerdik dan cerdas dalam menakhodai kapal dalam bentuk organisasi yang efektif.

Pemimpin memiliki tanggung jawab yang sangat besar atas keselamatan organisasi dan masa depan dari semua stakeholders.

Pemimpin harus yakin dan percaya bahwa ia tidak akan lalai untuk menyebarkan sikap positif dalam organisasi, sebab sikap positif yang tersebar secara sempurna dalam organisasi, akan mendatangkan prestasi dan kinerja yang membahagiakan semua stakeholders tanpa terkecuali.

Pemimpin harus bisa bertindak sebagai panutan dengan mempertunjukkan keteladanan yang terpancar melalui sikap positif. Sikap positif akan menghidupkan semangat setiap orang untuk berpikir dan bertindak secara proaktif dalam segala aspek pekerjaan, dan harus bisa mengantar organisasi menuju sukses.

Pemimpin yang tidak peduli pada sikap positif, yang juga tidak peduli atas keberadaan orang lain, akan terpencilkan oleh kegagalan, dan dia pada akhirnya akan merasakan penderitaan dalam kesendirian.

Sikap positif tidak hanya akan membuat sebuah kepemimpin dihormati oleh banyak orang, tapi juga membuat jiwa sang pemimpin tidak kosong dan sunyi dalam kesepian panjang.

Dalam dunia nyata ada dua sikap kehidupan, yaitu sikap positif yang mewakili segala sifat optimis, prasangka baik, dan percaya diri dari segala kebaikan hidup. Dan sikap negatif yang mewakili segala sifat kecurigaan, ketidakpercayaan, kegagalan, dan keputusasahan dari segala keburukan hidup. Kedua sikap ini bukanlah takdir atau turun dari langit, dan secara terpaksa, tanpa pilihan harus Anda lakoni. Tetapi kedua sifat tersebut berasal dari diri Anda sendiri, yang muncul akibat perilaku dan persepsi negatif terhadap potensi orang lain.

Bila Anda cerdas mengisi jiwa, pikiran, dan raga dengan sifat positif, maka Anda pasti memaknai kehidupan ini dari sisi kebaikan, dan selanjutnya Anda juga akan mampu menjadi pemimpin unggul yang sukses menyebarkan sikap positif ke dalam setiap sudut organisasi, dan ke setiap jiwa, pikiran, dan raga, yang ada dalam organisasi.

Pemimpin tidak boleh berdiam diri melihat organisasi berjalan tanpa arah tujuan, dan pemimpin harus memiliki sikap yang bisa merangkul semua orang untuk menuju arah yang benar.

Pemimpin harus bertindak dengan niat baik terhadap semua kepentingan melalui langkah – langkah yang harus dilakukan tanpa pilih kasih, jangan ada sikap negatif yang menutupi semua aspek kepemimpinan yang profesional. sikap negatif biasanya muncul dalam wujud saling curiga, tidak percaya, kecewa, kekurangan, kecurangan, kesendirian, kebingungan, amarah, stres, sakit hati, bertutur kata kasar, egois, cari menang sendiri, tidak peduli, dan masih ada banyak lagi sikap negatif yang bisa menghambat keberhasilan organisasi mencapai puncak sukses.

Pemimpin harus bisa menjadi contoh dari perilaku sikap positif tersebut, dan pemimpin harus bisa menghapus semua sikap negatif dari tubuh organisasi secara sempurna melalui pencerahan terhadap semua aspek kehidupan organisasi dengan sikap dan kultur positif, melalui tindakan yang efektif dan berintegritas. 

“Pemimpin Bermental Positif Adalah Pribadi Yang Mampu  Memberikan Hal-Hal Luar Biasa Buat Organisasi Dan  Manusia .” (PMR SMABHATIG).

Jumat, 06 Juli 2012

Porno Bersifat Adiktif, Anak Bisa Kecanduan Hingga Dewasa

“Pornografi memiliki sifat adiktif atau menyebabkan ketagihan. Jika di masa anak-anak atau remaja mereka sudah mengenal dunia ini dan ketagihan, mungkin saja akan terbawa sampai dewasa. Mereka pun akan memiliki persepsi yang salah mengenai hubungan seks yang sehat dan sesuai dengan norma sosial serta agama,” ujar Vera Itabiliana K Hadiwidjojo, Psi.

Berikut ini wawancara dengan psikolog  Universitas Indonesia dan membuka praktik di Lembaga Psikologi Terapan UI dan Klinik Raditya Medical Center Depok, Jawa Barat.

Anak-anak di bawah umur melakukan pesta seks. Kira-kira apa yang membuat mereka bisa melakukan ini?
Ini merupakan gabungan dari banyak faktor yang dapat melatarbelakangi kejadian ini, antara lain pengaruh tontonan dari TV, internet, rasa ingin tahu anak yang besar, keinginan untuk diterima di kelompok pergaulannya, penanaman nilai agama yang kurang di keluarga. Juga komunikasi yang kurang hangat dan terbuka dengan orangtua khususnya mengenai masa pubertas termasuk masalah seks, kurangnya pula pendidikan moral dan pendidikan mengenai seks termasuk risiko seks bebas atau seks di bawah umur di sekolah.

Mereka tidak hanya melakukan sekali. Mengapa terjadi demikian? Apakah anak-anak sudah bisa menikmati aktivitas yang seharusnya dilakukan orang dewasa ini?
Di usia mereka yang rata-rata sudah atau hampir memasuki masa pubertas di mana organ-organ reproduksi mulai matang dan dorongan seksual sudah ada, iya mereka sudah dapat menikmati. Kalau pun belum, mereka bisa saja melakukan karena takut dengan ancaman akan ditinggal teman kelompok pergaulannya. Takut dibilang tidak setia kawan, tidak gaul dan sebagainya.

Apakah ini berarti anak-anak itu menjadi lebih dewasa dari umurnya atau bagaimana?
Anak-anak bisa cepat matang secara seksual atau lebih dewasa dari umurnya bisa saja terjadi akibat pengaruh tontonan atau informasi-informasi yang bersifat pornografi.

Apakah nantinya ada pengaruhnya saat mereka sudah dewasa?
Pornografi memiliki sifat adiktif atau menyebabkan ketagihan. Jika di masa anak-anak atau remaja mereka sudah mengenal dunia ini dan ketagihan, mungkin saja akan terbawa sampai dewasa. Mereka pun akan memiliki persepsi yang salah mengenai hubungan seks yang sehat dan sesuai dengan norma sosial serta agama.

Apakah memang anak-anak di bawah umur telah memiliki hasrat seksual?
Untuk yang belum memasuki masa puber, belum. Tapi kalau yang sudah, bisa saja. Perempuan biasanya memasuki masa puber di usia 10-11 tahun, laki-laki di usia 11-12 tahun.

Ke depan bagaimana untuk mengantisipasi agar ini tidak terjadi lagi untuk mereka maupun anak-anak lainnya?
Orangtua punya peranan sangat penting dalam hal ini. Jalin komunikasi yang baik dengan anak, dalam arti bukan sekadar bertanya tentang pelajaran atau PR sekolah), secara rutin sediakan waktu untuk ngobrol santai dengan anak sehingga anak merasa nyaman untuk menceritakan hal-hal yang membuat resah, misalnya ajakan teman untuk mencoba sesuatu yang negatif. Pendidikan seks pun penting untuk diberikan pada anak baik di rumah maupun di sekolah, khususnya tentang apa risiko dari seks bebas seperti kehamilan atau tertular penyakit.

Ada pula anak 13 tahun yang membunuh temannya sendiri karena dendam. Anak ini membunuh temannya dengan memakai celurit karena kesal sering diejek. Mengapa sadisme ini menghinggapi anak?
Ini juga pengaruh dari tontonan atau games yang berbau kekerasan (termasuk berita-berita kriminal, berita kerusuhan, demo yang anarkis), sehingga anak dengan mudah meniru cara pemecahan masalah lewat cara kekerasan. Anak yang sering terpapar dengan kekerasan juga akan kehilangan kepekaaannya terhadap korban kekerasan karena merasa itu hal biasa.

Bagaimana memproteksi anak-anak tanpa menjadi over protected?
Seperti yang tadi telah saya kemukakan, komunikasi adalah hal terpenting untuk dipelihara. Tanamkan nilai agama lewat kebiasaan sehari-hari yang tidak menekan atau memaksa yang justru malah dijauhi anak, dampingi anak ketika menonton TV atau membuka internet, belikan anak alat komunikasi seperti HP yang sesuai dengan kebutuhannya, tidak perlu yang ada akses internetnya, misalnya. Libatkan anak dalam aktivitas positif di mana dia bisa punya teman dan wadah untuk mengekspresikan diri sekaligus memperoleh eksistensi diri seperti olahraga dan seni.

Kamis, 10 Mei 2012

Perilaku Organisasi Konsep Dasar dan Aplikasinya

 
Perilaku manusia sangat berbeda antara satu dengan lainnya. Perilaku itu sendiri adalah suatu fungsi dari interaksi antara seseorang individu dengan lingkungannya. Ditilik dari sifatnya, perbedaan perilaku manusia itu disebabkan karena kemampuan, kebutuhan, cara berpikir untuk menentukan pilihan perilaku, pengalaman, dan reaksi affektifnya berbeda satu sama lain.

Pendekatan yang sering dipergunakan untuk memahami perilaku manusia adalah; pendekatan kognitif, reinforcement, dan psikoanalitis. Berikut penjelasan ketiga pendekatan tersebut dilihat dari; penekanannya, penyebab timbulnya perilaku, prosesnya, kepentingan masa lalu di dalam menentukan perilaku, tingkat kesadaran, dan data yang dipergunakan.

1. Penekanan
Pendekatan kognitif menekankan mental internal seperti berpikir dan menimbang. Penafsiran individu tentang lingkungan dipertimbangkan lebih penting dari lingkungan itu sendiri.
Pendekatan penguatan (reinforcement) menekankan pada peranan lingkungan dalam perilaku manusia. Lingkungan dipandang sebagai suatu sumber stimuli yang dapat menghasilkan dan memperkuat respon perilaku.
Pendekatan psikoanalitis menekankan peranan sistem personalitas di dalam menentukan sesuatu perilaku. Lingkungan dipertimbangkan sepanjang hanya sebagai ego yang berinteraksi dengannya untuk memuaskan keinginan.

2. Penyebab Timbulnya Perilaku
Pendekatan kognitif, perilaku dikatakan timbul dari ketidakseimbangan atau ketidaksesuaian pada struktur kognitif, yang dapat dihasilkan dari persepsi tentang lingkungan.
Pendekatan reinforcement menyatakan bahwa perilaku itu ditentukan oleh stimuli lingkungan baik sebelum terjadinya perilaku maupun sebagai hasil dari perilaku.
Menurut pendekatan psikoanalitis, perilaku itu ditimbulkan oleh tegangan (tensions) yang dihasilkan oleh tidak tercapainya keinginan.

3. Proses
Pendekatan kognitif menyatakan bahwa kognisi (pengetahuan dan pengalaman) adalah proses mental, yang saling menyempurnakan dengan struktur kognisi yang ada. Dan akibat ketidak sesuaian (inconsistency) dalam struktur menghasilkan perilaku yang dapat mengurangi ketidak sesuaian tersebut.
Pendekatan reinforcement, lingkungan yang beraksi dalam diri individu mengundang respon yang ditentukan oleh sejarah. Sifat dari reaksi lingkungan pada respon tersebut menentukan kecenderungan perilaku masa mendatang.
Dalam pendekatan psikoanalitis, keinginan dan harapan dihasilkan dalam Id kemudian diproses oleh Ego dibawah pengamatan Superego.

4. Kepentingan Masa lalu dalam menentukan Perilaku
Pendekatan kognitif tidak memperhitungkan masa lalu (ahistoric). Pengalaman masa lalu hanya menentukan pada struktur kognitif, dan perilaku adalah suatu fungsi dari pernyataan masa sekarang dari sistem kognitif seseorang, tanpa memperhatikan proses masuknya dalam sistem.
Teori reinforcement bersifat historic. Suatu respon seseorang pada suatu stimulus tertentu adalah menjadi suatu fungsi dari sejarah lingkungannya.
Menurut pendekatan psikoanalitis, masa lalu seseorang dapat menjadikan suatu penentu yang relatif penting bagi perilakunya. Kekuatan yang relatif dari Id, Ego dan Superego ditentukan oleh interaksi dan pengembangannya dimasa lalu.

5. Tingkat dari Kesadaran
Dalam pendekatan kognitif memang ada aneka ragam tingkatan kesadaran, tetapi dalam kegiatan mental yang sadar seperti mengetahui, berpikir dan memahami, dipertimbangkan sangat penting.
Dalam teori reinforcement, tidak ada perbedaan antara sadar dan tidak. Biasanya aktifitas mental dipertimbangkan menjadi bentuk lain dari perilaku dan tidak dihubungkan dengan kasus kekuasaan apapun. Aktifitas mental seperti berpikir dan berperasaan dapat saja diikuti dengan perilaku yang terbuka, tetapi bukan berarti bahwa berpikir dan berperasaan dapat menyebabkan terjadinya perilaku terbuka.
Pendekatan psikoanalitis hampir sebagian besar aktifitas mental adalah tidak sadar. Aktifitas tidak sadar dari Id dan Superego secara luas menentukan perilaku.

6. Data
Dalam pendekatan kognitif, data atas sikap, nilai, pengertian dan pengharapan pada dasarnya dikumpulkan lewat survey dan kuestioner.
Pendekatan reinforcement mengukur stimuli lingkungan dan respon materi atau fisik yang dapat diamati, lewat observasi langsung atau dengan pertolongan sarana teknologi.
Pendekatan psikoanalitis menggunakan data ekspresi dari keinginan, harapan, dan bukti penekanan dan bloking dari keinginan tersebut lewat analisa mimpi, asosiasi bebas, teknik proyektif, dan hipnotis.

Selasa, 01 Mei 2012

Kesehatan Mental Remaja

Dalam psikologi perkembangan remaja dikenal sedang dalam fase pencarian jati diri yang penuh dengan kesukaran dan persoalan. Fase perkembangan remaja ini berlangsung cukup lama kurang lebih 11 tahun, mulai usia 11-19 tahun pada wanita dan 12-20 tahun pada pria. Fase perkebangan remaja ini dikatakan fase pencarian jati diri yang penuh dengan kesukaran dan persoalan adalah karena dalam fase ini remaja sedang berada di antara dua persimpangan antara dunia anak-anak dan dunia orang-orang dewasa.

Kesulitan dan persoalan yang muncul pada fase remaja ini bukan hanya muncul pada diri remaja itu sendiri melainkan juga pada orangtua, guru dan masyarakat. Dimana dapat kita lihat seringkali terjadi pertentangan antara remaja dengan orangtua, remaja dengan guru bahkan dikalangan remaja itu sendiri.

Mengapa hal ini bisa terjadi? Secara singkat dapat dijelaskan bahwa keberadaan remaja yang ada di antara dua persimpangan fase perkembanganlah (fase interim) yang membuat fase remaja penuh dengan kesukaran dan persoalan. Dapat dipastikan bahwa seseorang yang sedang dalam keadaan transisi atau peralihan dari suatu keadaan ke keadaan yang lain seringkali mengalami gejolak dan goncangan yang terkadang dapat berakibat buruk bahkan fatal (menyebabkan kematian).(Syah, 2001)

Namun, pada dasarnya semua kesukaran dan persoalan yang muncul pada fase perkembangan remaja ini dapat diminimalisir bahkan dihilangkan, jika orangtua, guru dan masyarakat mampu memahami perkembangan jiwa, perkembangan kesehatan mental remaja dan mampu meningkatkan kepercayaan diri remaja.Persoalan paling signifikan yang sering dihadapi remaja sehari-hari sehingga menyulitkannya untuk beradaptasi dengan lingkungannya adalah hubungan remaja dengan orang yang lebih dewasa, terutama sang ayah, dan perjuangannya secara bertahap untuk bisa membebaskan diri dari dominasi mereka pada level orang-orang dewasa.

Seringkali orangtua mencampuri urusan-urusan pribadi anaknya yang sudah remaja dengan mengajukan pertanyaan-pertanyaan sebagai berikut, “Dimana kamu semalam?”, “Dengan siapa kamu pergi?”, “Apa yang kamu tonton?” dan lain sebagainya. Pertanyaan-pertanyaan tersebut pada dasarnya ditujukan oleh orangtua adalah karena kepedulian orangtua terhadap keberadaan dan keselamatan anak remajanya. Namun ditelinga dan dipersepsi anak pertanyaan-pertanyaan tersebut seperti introgasi seorang polisi terhadap seorang criminal yang berhasil ditangkap.

Menurut pandangan para ahli psikologi keluarga atau orangtua yang baik adalah orangtua yang mampu memperkenalkan kebutuhan remaja berikut tantangan-tantangannya untuk bisa bebas kemudian membantu dan mensupportnya secara maksimal dan memberikan kesempatan serta sarana-sarana yang mengarah kepada kebebasan. Selain itu remaja juga diberi dorongan untuk memikul tanggung jawab, mengambil keputusan, dan merencanakan masa depannya. Namun, proses pemahaman ini tidak terjadi secara cepat, perlu kesabaran dan ketulusan orangtua di dalam membimbing dan mengarahkan anak remajanya.

Selanjutnya para pakar psikologi menyarankan strategi yang paling bagus dan cocok dengan remaja adalah strategi menghormati kecenderungannya untuk bebas merdeka tanpa mengabaikan perhatian orangtua kepada mereka. Strategi ini selain dapat menciptakan iklim kepercayaan antara orangtua dan anak, dapat juga mengajarkan adaptasi atau penyesuaian diri yang sehat pada remaja. Hal ini sangat membantu perkembangan, kematangan, dan keseimbangan jiwa remaja. (Mahfuzh, 2001)

Pertumbuhan dan perkembangan yang terjadi selama masa remaja tidak selalu dapat tertangani secara baik. Pada fase ini di satu sisi remaja masih menunjukkan sifat kekanak-kanakan, namun di sisi lain dituntut untuk bersikap dewasa oleh lingkungannya. Sejalan dengan perkembangan sosialnya, mereka lebih konformitas pada kelompoknya dan mulai melepaskan diri dari ikatan dan kebergantungan kepada orangtuanya, dan sering menunjukkan sikap menantang otoritas orangtuanya.

Remaja yang salah penyesuaian dirinya terkadang melakukan tindakan-tindakan yang tidak realistis, bahkan cenderung melarikan diri dari tanggung jawabnya. Perilaku mengalihkan masalah yang dihadapi dengan mengkonsumsi minuman beralkohol banyak dilakukan oleh kelompok remaja, bahkan sampai mencapai tingkat ketergantungan penyalahgunaan obat terlarang dan zat adiktif.

Berkaitan dengan pelepasan tangung jawab, dikalangan remaja juga sering dijumpai banyak usaha untuk bunuh diri. di Negara-negara maju, seperti Amerika, Jepang, Selandia Baru, masalah bunuh diri dikalangan remaja berada pada tingkat yang memprihatinkan. Sedangkan dinegara berkembang seperti Indonesia, perilaku tidak sehat remaja yang beresiko kecelakaan juga banyak dilakukan remaja, seperti berkendaraan secara ugal-ugalan. Hal lain yang menjadi persoalan penting dikalangan remaja disemua negara adalah, meningkatnya angka delinkuensi. Perilaku tersebut misalnya keterlibatan remaja dalam perkelahian antar sesame, kabur dari rumah, melakukan tindakan kekerasan, dan berbagai pelanggaran hukum, adalah umum dilakukan oleh remaja.

Kesehatan mental masyarakat pada dasarnya tercermin dari segi-segi kesehatan mental remaja. Makin tinggi angka delikuensi, bunuh diri remaja, penggunaan obat dan ketergantungan pada zat adiktif, berarti kesehatan mental masyarakat makin rendah.Usaha bimbingan kesehatan mental sangat penting dilakukan dikalangan remaja, dalam bentuk program-program khusus, seperti peningkatan kesadaran terhadap kesehatan mental, penyuluhan tentang kehidupan berumah tangga, hidup secara sehat dan pencegahan penggunaan zat-zat adiktif, serta penyuluhan tentang pencegahan terhadap HIV/AIDS, dan sejenisnya.

Program kesehatan mental remaja ini dapat dilakukan melalui institusi-institusi formal remaja, seperti sekolah, dan dapat pula melalui intervensi-intervensi lain seperti program-program kemasyarakatan, atau program-program yang dibuat khusus untuk kelompok remaja.

10 Racun Psikolog dalam diri

Racun pertama: Menghindar
Gejalanya, lari dari kenyataan, mengabaikan tanggung jawab, padahal dengan melarikan diri dari kenyataan kita hanya akan mendapatkan kebahagiaan semu yang berlangsung sesaat. 


Antibodinya : Realitas
Cara : Berhentilah menipu diri. Jangan terlalu serius dalam menghadapi masalah karena rumah sakit jiwa sudah dipenuhi pasien yang selalu mengikuti kesedihannya dan merasa lingkungannya menjadi sumber frustasi. Jadi, selesaikan setiap masalah yang dihadapi secara tuntas dan yakinilah bahwa segala sesuatu yang terbaik selalu harus diupayakan dengan keras.

Racun kedua : Ketakutan
Gejalanya, tidak yakin diri, tegang, cemas yang antara lain bisa disebabkan kesulitan keuangan, konflik perkimpoian, kesulitan seksual.

Antibodinya : Keberanian
Cara : Hindari menjadi sosok yang bergantung pada kecemasan. Ingatlah 99 persen hal yang kita cemaskan tidak pernah terjadi. Keberanian adalah pertahanan diri paling ampuh. Gunakan analisis intelektual dan carilah solusi masalah melalui sikap mental yang benar. Kebenarian merupakan merupakan proses reedukasi. Jadi, jangan segan mencari bantuan dari ahlinya, seperti psikiater atau psikolog.

Racun ketiga : Egoistis
Nyiyir, materialistis, agresif, lebih suka meminta daripada memberi.

Antibodinya : Bersikap sosial.
Cara : Jangan mengeksploitasi teman. Kebahagiaan akn diperoleh apabila kita dapat menolong orang lain. Perlu diketahui orang yang tidak mengharapkan apapun dari orang lain adalah orang yang tidak pernah merasa dikecewakan.

Racun keempat : Stagnasi
Gejalanya berhenti satu fase, membuat diri kita merasa jenuh, bosan, dan tidak bahagia.

Antibodinya : Ambisi
Cara : Teruslah bertumbuh, artinya kita terus berambisi di masa depan kita. kita kan menemukan kebahagiaan dalam gairah saat meraih ambisi kita tersebut. 

Racun kelima : Rasa rendah diri
Gejala : Kehilangan keyakinan diri dan kepercayaan diri serta merasa tidak memiliki kemampuan bersaing.

Antibodinya : Keyakinan diri.
Cara : Seseorang tidak akan menang bila sebelum berperang yakin dirinya aka kalah. Bila kita yakin akan kemampuan kita, sebenarnya kita sudah mendapatkan separuh dari target yang ingin kita raih. Jadi, sukses berawal pada saat kita yakin bahwa kita mampu mencapainya.

Racun keenam : Narsistik
Gejala : Kompleks superioritas, terlampau sombong, kebanggaan diri palsu.

Antibodinya : Rendah hati.
Cara : Orang yang sombong akan dengan mudah kehilangan teman, karena tanpa kehadiran teman, kita tidak akan bahagia. Hindari sikap sok tahu. Dengan rendah hati, kita akan dengan sendirinya mau mendengar orang lain sehingga peluang 50 persen sukses sudah kita raih.

Racun ketujuh : Mengasihani diri 
Gejala : Kebiasaan menarik perhatian, suasana yang dominan, murung, menghunjam diri, merasa menjadi orang termalang di dunia.

Antibodinya : Sublimasi
Cara : Jangan membuat diri menjadi neurotik, terpaku pada diri sendiri. Lupakan masalah diri dan hindari untuk berperilaku sentimentil dan terobsesi terhadap ketergantungan kepada orang lain.

Racun kedelapan : Sikap bermalas-malasan
Gejala : Apatis, jenuh berlanjut, melamun, dan menghabiskan waktu dengan cara tidak produktif, merasa kesepian.

Antibodinya : Kerja
Cara : Buatlah diri kita untuk selalu mengikuti jadwal kerja yang sudah kita rencanakan sebelumnya dengan cara aktif bekerja. Hindari kecenderungan untuk membuat keberadaaan kita menjadi tidak berarti dan mengeluh tanpa henti.

Racun kesembilan : Sikap tidak toleran
Gejala : Pikiran picik, kebencian rasial yang picik, angkuh, antagonisme terhadap agama tertentu, prasangka religius.

Antibodinya : Kontrol diri
Cara : Tenangkan emosi kita melalui seni mengontrol diri. Amati mereka secara intelektual. Tingkatkan kadar toleransi kita. Ingat bahwa dunia diciptakan dan tercipta dari keberagaman kultur dan agama.

Racun kesepuluh : Kebencian
Gejala : Keinginan balas dendam, kejam, bengis.

Antibodinya : Cinta kasih
Cara : Hilangkan rasa benci. Belajar memaafkan dan melupakan. Kebencian merupakan salah satu emosi negatif yang menjadi dasar dari rasa ketidakbahagiaan. Orang yang memiliki rasa benci biasanya juga membenci dirinya sendiri karena membenci orang lain. Satu-satunya yang dapat melenyapkan rasa benci adalah cinta. Cinta kasih merupakan kekuatan hakiki yang dapat dimiliki setiap orang.

Simpanlah paket tiket untuk perasaan tidak bahagia dan mengaculah pada paket tiket ini saat kita sedang mengalami rasa depresi dan tidak bahagia. Gunakan sebagai sarana pertolongan pertama dalam kondisi mental gawat darurat demi terhindar dari ketidakbahagiaan berlanjut pada masa mendatang.

Dampak Negatif Film Porno Bagi Otak

Dalam seminar mengenai dampak pornografi terhadap kerusakan otak di Jakarta, ahli bedah syaraf dari Rumah Sakit San Antonio, Amerika Serikat, Donald L. Hilton Jr, MD mengatakan bahwa adiksi (kecanduan) mengakibatkan otak bagian tengah depan yang disebut Ventral Tegmental Area (VTA) secara fisik mengecil.

"Pornografi menimbulkan perubahan konstan pada neorotransmiter dan melemahkan fungsi kontrol. Ini yang membuat orang-orang yang sudah kecanduan tidak bisa lagi mengontrol perilakunya,” kata Hilton serta menambahkan adiksi pornografi juga menimbulkan gangguan memori. Kondisi itu, tidak terjadi secara cepat dalam waktu singkat namun melalui beberapa tahap yakni kecanduan yang ditandai dengan tindakan impulsif, ekskalasi kecanduan, desensitisasi dan akhirnya penurunan perilaku.

“Dan kerusakan otak akibat kecanduan pornografi adalah yang paling berat, lebih berat dari kecanduan kokain,”

12 fatamorgana tentang pornografi yang terlanjur tercipta secara tidak sengaja oleh otak kita:
  1. Pornografi memberi makan pada “keinginan mata” dan “keinginan daging” yang tidak akan pernah terpuaskan. Pornografi hanya akan membuat ‘penontonnya’ minta tambah, tambah, dan tambah lagi.
  2. Pornografi membuat cara berpikir seseorang menjadi penuh dengan seks semata. Gambar berbau seks akan melekat pada otak, sehingga pada saat seseorang memutuskan untuk berhenti melihat pornografi-pun, gambar-gambar yang pernah ia lihat dimasa lalu akan bertahan sampai beberapa tahun bahkan selama-lamanya.
  3. Pornografi menjadi ajang promosi terhadap praktik seksual yang menyimpang. Contohnya, situs porno internet biasnya terhubung dengan situs porno yang lebih progresif seperti homoseks, pornografi anak, seks dengan hewan, perkosaan, seks dengan kekerasan dan lainnya.
  4. Pornografi membuat seseorang terpicu untuk lebih suka melayani diri sendiri dibanding orang lain. Masturbasi/onani adalah contohnya.
  5. Pornografi akan membawa seseorang terhadap penggunaan waktu dan uang dengan sangat buruk. Sedikit ada waktu luang atau uang lebih, akan dihabiskan untuk memuaskan hawa nafsunya.
  6. Dengan sering melihat situs porno atau membeli film/ majalah porno, orang-orang tersebut mendukung perkembangan industri pornografi yang biasanya dikelola oleh “kejahatan terorganisir” yang mencari dana dengan cara haram.
  7. Terbiasa melihat pornografi akan merusak hubungan orang tersebut dengan lingkungannya, dalam hal ini keluarga atau orang-orang terdekatnya. Pada hubungan pacaran, hubungan yang berkembang menjadi tidak sehat.
  8. Dalam banyak kasus, pornografi membuat seseorang kehilangan daya kerjanya. Yang tadinya aktif dan kreatif bisa menjadi tidak fokus dalam pekerjaan.
  9. Pornografi dapat merusak hubungan seksual dengan pasangan karena terbiasa membayangkan orang lain dalam hubungan seksual.
  10. Melihat pornografi akan membuat seseorang menjadi sering berbohong. Orang yang terikat pornografi akan menyimpan kebiasaannya ini sebagai rahasia, sehingga dengan berbohong ia dapat menyembunyikan rasa malunya dan menghindari kritik dari lingkungannya. Kemanapun ia pergi, ia akan cenderung memakai ‘topeng‘. 
  11. Pornografi akan membawa seseorang pada konsekuensi spiritual yang serius. Tekanan dan kebingungan akan memenuhi hidupnya. Sekali saja seseorang melihat pornografi, itu akan membawanya semakin dalam.
  12. Pornografi akan membuat seseorang mempercayai semua kebohongan yang ditawarkan oleh pornografi sendiri. Contoh kebohongan yang ditawarkan ialah :
  • Kebebasan seksual = kebahagiaan
  • Penyimpangan seksual = normal
  • Kapan saja melampiaskan kebutuhan seksual = hal yang benar dan wajar
  • Setiap hari masturbasi = sehat
  • Pornografi = tidak menyakiti siapapun
  • Bintang porno = orang paling bahagia didunia

Empat Kepribadian Manusia

1. Kepribadian Sanguinis Populer (Ekstrovert. Pembicara. Optimistik)
 
EMOSI SANGUINIS POPULER
Kepribadian yang menarik, Suka bicara, Menghidupkan pesta, Rasa humor yang hebat, Ingatan kuat untuk warna, Memukau pendengar, Emosional dan demonstratif, Antusias dan ekspresif, Periang dan penuh semangat, Penuh rasa ingin tahu, Baik di panggung, Lugu dan polos, Hidup di masa sekarang, Mudah diubah, Tulus, Kekanak-kanakan

SANGUINIS POPULER SEBAGAI ORANG TUA
Membuat rumah menyenangkan, Disukai teman anak-anak, Mengubah bencana menjadi humor, Merupakan pemimpin sirkus

SANGUINIS POPULER DI PEKERJAAN
Sukarelawan untuk tugas, Memikirkan kegiatan baru, Tampak hebat di permukaan, Kreatif dan inovatif, Punya energi dan antusiasme, Mulai dengan cara cemerlang, Mengilhami orang lain untuk ikut, Mempesona orang lain untuk bekerja

SANGUINIS POPULER SEBAGAI TEMAN
Mudah berteman, Mencintai orang, Suka dipuji, Tampak menyenangkan

SANGUINIS POPULER SEBAGAI TEMAN
Dicemburui orang lain, Bukan pendendam, Cepat minta maaf, Mencegah saat membosankan, Suka kegiatan spontan

2. Kepribadian Melankolis Sempurna (Introvert. Pemikir. Pesimis)

EMOSI MELANKOLIS SEMPURNA
Mendalam dan penuh pikiran, Analitis, Serius dan tekun, Cenderung jenius, Berbakat dan kreatif, Artistik atau musikal, Filosofis dan puitis, Menghargai keindahan, Perasa terhadap orang lain, Suka berkorban, Penuh kesadaran, Idealis
 
MELANKOLIS SEMPURNA SEBAGAI ORANGTUA
Menetapkan standar tinggi, Ingin segalanya dilakukan dengan benar, Merapikan barang anak-anak, Mengorbankan keinginan sendiri untuk orang lain, Mendorong intelegensi dan bakat

MELANKOLIS SEMPURNA DI PEKERJAAN
Beroriantasi jadwal, Perfeksionis, standar tinggi, sadar rincian, Gigih dan cermat, Tertib dan terorganisasi, Teratur dan rapi, Ekonomis, Melihat masalah, Mendapat pemecahan kreatif, Perlu menyelesaikan apa yang dimulai, Suka diagram, grafik, bagan, daftar

MELANKOLIS SEMPURNA SEBAGAI TEMAN
Hati-hati dalam berteman, Puas tinggal di latar belakang, Menghindari perhatian, Setia dan berbakti, Mau mendengarkan keluhan, Bisa memecahkan masalah orang lain, Sangat memperhatikan orang lain, Terharu oleh air mata penuh belas kasihan, Mencari teman hidup ideal

3. Kepribadian Koleris Kuat (Ekstrovert. Pelaku. Optimis)

EMOSI KOLERIS KUAT
Berbakat memimpin, Dinamis dan aktif, Sangat memerlukan perubahan, Harus memperbaiki kesalahan, Berkemauan kuat dan tegas, Tidak emosional bertindak, Tidak mudah patah semangat, Bebas dan mandiri, Memancarkan keyakinan, Bisa menjalankan apa saja

KOLERIS KUAT SEBAGAI ORANG TUA
Memberikan kepeminpinan kuat, Menetapkan tujuan, Memotivasi keluarga untuk kelompok, Tahu jawaban yang benar, Mengorganisasi rumah tangga

KOLERIS KUAT DI PEKERJAAN
Berorientasi target, Melihat seluruh gambaran, Terorganisasi dengan baik, Mencari pemecahan praktis, Bergerak cepat untuk bertindak, Mendelegasikan pekerjaan, Menekankan pada hasil, Membuat target, Merangsang kegiatan, Berkembang karena saingan
 
KOLERIS KUAT SEBAGAI TEMAN
Tidak terlalu perlu teman, Mau bekerja untuk kegiatan, Mau memimpin dan mengorganisasi, Biasanya selalu benar, Unggul dalam keadaan darurat
 
4. Kepribadian Phlegmatis Damai (Introvert. Pengamat. Pesimis)

EMOSI PHLEGMATIS DAMAI
Kepribadian rendah hati, Mudah bergaul dan santai, Diam, tenang dan mampu, Sabar, baik keseimbangannya, Hidup konsisten, Tenang tetapi cerdas, Simpatik dan baik hati, Menyembunyikan emosi, Bahagia menerima kehidupan, Serba guna

PHLEGMATIS DAMAI SEBAGAI ORANG TUA
Menjadi orang tua yang baik, Menyediakan waktu bagi anak-anak, Tidak tergesa-gesa, Bisa mengambil yang baik dari yang buruk, Tidak mudah marah

PHLEGMATIS DAMAI DI PEKERJAAN
Cakap dan mantap, Damai dan mudah sepakat, Punya kemampuan administratif, Menjadi penengah masalah, Menghindari konflik, Baik di bawah tekanan, Menemukan cara yang mudah

PHLEGMATIS DAMAI SEBAGAI TEMAN
Mudah diajak bergaul, Menyenangkan, Tidak suka menyinggung, Pendengar yang baik, Selera humor yang menggigit, Suka mengawasi orang, Punya banyak teman, Punya belas kasihan dan perhatian

Rabu, 16 November 2011

10 Kualitas Pribadi yang Disukai

Salam PMR SMABHATIG, Hari yang cerah untuk pribadi yang bisa menyambut pagi dengan senyum dan ikhlas tentunya. Baiklah saya dan teman-teman akan menuliskan sebuah kualitas kepribadian yang di sukai yaitu :

1. Ketulusan
Menempati peringkat pertama sebagai sifat yang paling disukai oleh semua orang. Ketulusan membuat orang lain merasa aman dan dihargai, karena yakin tidak akan dibodohi atau dibohongi. Orang yang tulus selalu mengatakan kebenaran, tidak suka mengada-ada, pura-pura, mencari-cari alasan atau memutarbalikkan fakta. Prinsipnya “Ya diatas Ya dan Tidak diatas Tidak”. Tentu akan lebih ideal bila ketulusan yang selembut merpati itu diimbangi dengan kecerdikan seekor ular. Dengan begitu ketulusan tidak menjadi keluguan yang bisa merugikan diri sendiri.

2. Berbeda dengan rendah diri yang merupakan kelemahan, kerendahan hati justru mengungkapkan kekuatan.

Hanya orang yang kuat jiwanya yang bisa bersikap rendah hati. Ia seperti padi yang semakin berisi semakin menunduk.Orang yang rendah hati bisa mengakui dan menghargai keunggulan orang lain.Ia bisa membuat orang yang diatasnya merasa oke dan membuat orang yang dibawahnya tidak merasa minder.

3. Kesetiaan

Sudah menjadi barang langka dan sangat tinggi harganya.Orang yang setia selalu bisa dipercaya dan diandalkan. Dia selalu menepati janjinya, mempunyai komitmen yang kuat, rela berkorban dan tidak suka berkhianat.

4. Orang yang bersikap positif

Selalu berusaha melihat segala sesuatu dari kacamata positif, bahkan dalam situasi yang buruk sekalipun. Dia lebih suka membicarakan kebaikan daripada keputusasaan, lebih suka mencari solusi. Dia selalu berusaha memahami dan mengerti orang lain daripada frustasi, lebih suka memuji daripada mengecam, dsb.

5. Karena tidak semua orang dikaruniai temperamen ceria, maka keceriaan tidak harus diartikan ekspresi wajah dan tubuh, tapi sikap hati.

Orang yang ceria adalah orang yang bisa menikmati hidup, tidak suka mengeluh dan selalu berusaha meraih kegembiraan. Dia bisa mentertawakan situasi orang lain, juga dirinya sendiri. Dia punya potensi untuk menghibur dan mendorong semangat orang lain.

6. Orang yang bertanggung jawab

akan melaksanakan kewajibannya dengan sungguh-sungguh. Kalau melakukan kesalahan, dia berani mengakuinya. Ketika mengalami kegagalan, dia tidak akan mencari kambing hitam untuk disalahkan, bahkan kalau dia merasa kecewa dan sakit hati, dia tidak akan menyalahkan siapapun. Dia menyadari bahwa dirinya sendirilah yang bertanggung jawab atas apapun yang dialami dan dirasakannya.

7. Rasa percaya diri

memungkinkan seseorang menerima dirinya sebagaimana adanya, menghargai dirinya dan menghargai orang lain. Orang yang percaya diri mudah menyesuaikan diri dengan lingkungan dan situasi yang baru. Dia tahu apa yang harus dilakukannya dan melakukannya dengan baik.

8. Kebesaran jiwa

dapat dilihat dari kemampuan seseorang memaafkan orang lain. Orang yang berjiwa besar tidak membiarkan dirinya dikuasai oleh rasa benci dan permusuhan. Ketika menghadapi masa-masa sukar dia tetap tegar, tidak membiarkan dirinya hanyut dalam kesedihan dan keputusasaan.

9. Orang-orang yang “Easy Going” menganggap hidup ini ringan.

Dia tidak suka membesar-besarkan masalah kecil. Bahkan berusaha mengecilkan masalah-masalah besar. Dia tidak suka mengungkit masa lalu dan tidak mau khawatir dengan masa depan. Dia tidak mau pusing dan stress dengan masalah-masalah yang berada diluar kontrolnya.

10. Empati

Adalah sifat yang sangat mengagumkan. Orang yang berempati bukan saja pendengar yang baik, tapi juga bisa menempatkan diri pada posisi orang lain. Ketika terjadi konflik dia selalu mencari jalan keluar terbaik bagi kedua belah pihak, tidak suka memaksakan pendapat dan kehendaknya sendiri. Dia selalu berusaha memahami dan mengerti orang lain.