Pengurus PMR SMABHATIG

Mengetahui sesuatu dan memahami segala sesuatu adalah lebih baik daripada mengetahui segala sesuatu, tetapi tidak memahami sesuatu.

Rabu, 28 Maret 2012

Konflik Dalam Organisasi

Dear pembelajar,----
Konflik tak selamanya buruk. Ada tiga tipe konflik dalam organisasi, yaitu:
  1. Konflik tugas/task conflict, berkenaan dengan konten/isi dan tujuan dari pekerjaan,
  2. Konflik hubungan/relationship conflict, berkenaan dengan hubungan interpersonal,
  3. Konflik proses/process conflict, berkenaan dengan bagaimana pekerjaan diselesaikan 
Konflik akan menjadi kontruktif (membangun) bila konflik tersebut mampu:

  1. meningkatkan kualitas keputusan,
  2. merangsang kreatifitas/inovasi,
  3. membangkitkan minat,
  4. membangkitkan rasa saling memperhatikan antar kelompok dalam organisasi,
  5. menghasilkan mediasi atas problem yang terjadi dengan cara-cara yang segar,
  6. membantu pengembangan evaluasi diri,
  7. membuat perubahan yang baik
Banyak orang mengira bahwa konflik terjadi karena buruknya komunikasi. Kebanyakan, sumber konflik sebenarnya bukanlah komunikasi.

Dalam konteks pekerjaan dalam sebuah organisasi, konflik tak dapat dihindari. Mengapa? Sebab begitu organisasi dilahirkan, hal-hal berikut ini pun otomatis terbentuk:

  1. ada struktur organisasi. Hirarki organisasi menghasilkan perbedaan stuktural. Hubungan antar atasan-bawahan, jika tak dikelola dengan baik akan menghasilkan konflik,
  2. ada perbedaan-perbedaan secara personal,
  3. ada deskripsi pekerjaan yang berbeda,
  4. ada kelompok-kelompok kerja khusus,
  5. ada batasan-batasan kekuasaan hokum,
  6. ada hubungan kewenangan
Semua itu membutuhkan koordinasi.
Pernahkan Anda tidak menyukai seseorang? Kebanyakan dari pendapatnya tidak Anda sukai. Tampilan, cara bicara, tawa dan apapun, tidak Anda sukai. Sering kita dipertemukan dan harus bekerjasama dengan orang macam itu dalam organisasi, orang-orang yang memiliki nilai dan personalitas yang berbenturan dengan nilai-nilai dan personalitas/kepribadian kita.

Perbedaan-perbedaan seperti usia, gender, ras, jenis kelamin, orientasi seks, dan etnis tidak dapat dimusnahkan dari organisasi. Inilah sebabnya, pengelolaan konflik menjadi penting. Pemimpin yang baik, mereka dapat mengelola konflik yang ditimbulkan oleh perbedaan-perbedaan tersebut.   

Jadi bagaimana?
Bila Anda harus mengelola konflik, maka perhatikan sumber konflik. Lebih banyak konflik bersumber dari tekanan tuntutan pekerjaan, perbedaan nilai-nilai dan kepribadian dibanding dari buruknya komunikasi.

Riset membuktikan bahwa komunikasi hanya efektif hingga titik tertentu. Terlalu banyak komunikasi (overcommunicate) malah berdampak buruk. Terlalu banyak atau terlalu sedikit informasi dapat menjadi sumber konflik.

Selasa, 14 Februari 2012

ANGGOTA PMR

Anggota PMR berasal dari kalangan siswa/siswa. Dalam keanggotaannya, PMR selalu memegang teguh prinsip kesukarelaan, artinya tidak ada paksaan atau tekanan untuk menjadi anggota PMR. Oleh karena itu, anggota-anggota PMR merupakan siswa-siswa yang terpilih yang benar-benar tergerak hatinya untuk menjadi anggota atas dasar jiwa sosial dan keikhlasan. Mereka menjadi anggota PMR hanya ingin menolong dan membantu sesama.

Sabtu, 28 Januari 2012

Gangguan pada Sistem Reproduksi Laki-Laki

Gangguan pada sistem reproduksi laki-laki dapat meliputi gangguan pada testis, epididimis, skrotum, dll. Berikut ini adalah beberapa diantaranya :

A. Kanker testis
Termasuk jarang terjadi. Umumnya hanya terjadi pada rata-rata pria berusia 29-35 tahun yang berasal dari ras kaukasia. Meski jarang, penyakit ini sangat mematikan.Kanker ini memiliki dua jenis yaitu seminoma dan nonseminoma. Biasanya hanya menghantam satu testis saja. Gejala pertama dirasa dari munculnya sel-sel tumor adalah nyeri dan bengkak.

Hingga kini penyebab kanker testis masih belum pasti. Pria yang memiliki testis tidak berkembang sempurna berisiko tinggi terkena kanker. Demikian pula mereka yang terlahir dari ibu yang mengkonsumsi hormon tambahan selama kehamilan.

Kanker testis umumnya terdiagnosa karena kehadiran substansi kimia tubuh seperti alpha fetoprotein dan beta human chorionic gonadotropin yang diproduksi sel-sel kanker. Pemeriksaan umumnya dilakukan melalui darah.

Meskipun tergolong jenis kanker langka namun mematikan. Sebab belum ada obatnya. Meski demikian dengan perawatan tinggi dan menjaga kondisi tubuh, sekitar 70% penyandang kanker testis dapat bertahan hidup lebih lama. Kanker ini tidak menular bahkan terhadap pasangannya.

Dalam kondisi tertentu, untuk menghentikan sebaran sel kanker ke bagian yang lainnya, seringkali mengharuskan membuang testis. Perawatan selanjutnya termasuk operasi yang juga membersihkan jaringan lymphatic yang dicurigai sebagai sarang sel kanker.

Pada stadium awal atau pria dengan jenis kanker testis seminoma dilakukan terapi radiasi. Jika kanker telah menyebar sedemikian rupa umumnya dilakukan kemoterapi.

Efek samping dari setiap jenis upaya menghalangi sebaran kanker bervariasi. Paling umum adalah stres. Meskipun membuang satu buah zakar tidak otomatis membuat impoten. Namum jika jaringan lymphatic dibuang menyebabkan produksi sperma berkurang.

Terapi radiasi umumnya menyebabkan rasa terbakar dan kelelahan yang amat sangat. Namun akan terus berkurang jika terapi selesai sepenuhnya. Penyakit ini seringkali menyebabkan ketidaksuburan.
Sementara itu kemoterapi umumnya menyebabkan mual dan muntah-muntah, mengganggu sistem kekebalan tubuh, infertil dan botak.

Efek samping ini bisa bersifar temporer atau permanen. Namun yang paling penting adalah memperhatikan tanda-tanda tubuh, apakah sel kanker telah mati, masih ada, atau tumbuh kembali.

B. Epididimitis
Epididimitis adalah peradangan pada epididimis, yaitu saluran berkelok-kelok yang menghubungkan testis dengan vas deferens. Epididimitis biasanya disebabkan oleh infeksi atau oleh penyakit menular secara seksual ( PMS ) yang mengakibatkan rasa nyeri dan pembengkakan pada salah satu testis.

c. Hernia Inguinal 
Hernia Inguinal adalah gangguan atau kelainan yang ditandai dengan sebagian usus terdorong menembus dinding abdominal dan masuk ke selangkangan atau skrotum. Hernia terlihat sebagai suatu pembengkakan di daerah selangkangan. Kelainan ini dapat diperbaiki dengan cara pembedahan.

D. Ambiguous Genitalia ( Alat Kelamin Ganda )
Ambiguous Genitalia merupakan kelainan yang sangat jarang terjadi. Kelainan ini ditandai dengan seorang bayi lahir dengan alat kelamin yang tidak jelas apakah laki-laki atau perempuan. Sebagian besar anak laki-laki yang lahir dengan kelainan seperti ini memiliki penis yang sangat kecil atau tidak ada, tetapi memiliki jaringan testis. Pada sejumlah kecil kasus, seorang anak memiliki jaringan testis dan ovarium.

E. Mikropenis
Mikropenis merupakan kelainan lainnya yang juga sangat jarang. Pada kelainan seperti ini, penis terbentuk secara normail, tetapi dengan ukuran di bawah ukuran rata-rata, yang ditunjukkan dengan pengukuran standar.

F. Sterilitas/Infertilitas
Jika seorang laki-laki steril atau mandul, tubuhnya tidak mampu membentuk sperma sama sekali atau tidak mampu menghasilkan sperma dalam jumlah yang cukup. Hal itu terjadi sebagai akibat tidak normalnya organ-organ reproduksi, peradangan pada alat kelamin, kecanduan alkohol, atau akibat penyakit menular seksual. Beberapa laki-laki juga mengalami masalah ejakulasi.

Kamis, 22 Desember 2011

SARANA DAN PRASARANA

Sarana dan Prasarana yang dimiliki oleh PMR antara lain :
  1. Sarana Praktek (Ekstrakurikuler) yang meliputi dragbar, pembalut, bidai, tali dan sebagainya
  2. Pakaian PMR dan Seragam beserta atribut lengkap
  3. Obat-obatan
  4. 2 Ruang UKS, khusus putra dan putri yang nyaman dan lengkap
  5. Sarana administrasi organisasi
  6. Buku-buku panduan tentang kepalangmerahan
  7. dsb