Pengurus PMR SMABHATIG

Mengetahui sesuatu dan memahami segala sesuatu adalah lebih baik daripada mengetahui segala sesuatu, tetapi tidak memahami sesuatu.

Selasa, 27 November 2012

Tujuh Penyakit Menular Saat Banjir dan Pencegahannya

Seiring dengan musim hujan yang merata di tanah air, bencana banjir juga mulai menggenangi beberapa daerah yang menjadi langganan banjir.

Dampak lain dari banjir yang patut diwaspadai adalah timbulnya penyakit menular yang sering muncul di musim penghujan. Dirjen Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) dr Tjandra Yoga Aditama mengingatkan bahaya beberapa penyakit yang kerap muncul saat memasuki musim hujan.

Inilah tujuh penyakit menular yang harus diwaspadai jika terjadi banjir dan langkah antisipasinya.

1. Penyakit Diare.
Penyakit Diare sangat erat kaitanya dengan kebersihan individu. Pada musim hujan dengan curah hujan yang tinggi maka potensi banjir meningkat.

Pada saat banjir, maka sumber-sumber air minum masyarakat, khususnya sumber air minum dari sumur dangkal akan banyak ikut tercemar.

Disamping itu pada saat banjir biasanya akan terjadi pengungsian dimana fasilitas dan sarana serba terbatas termasuk ketersediaan air bersih.

Langkah antisipasi diingatkan kepada masyarakat untuk tetap waspada dan untuk menghindari terserang penyakit diare disarankan hal-hal berikut:
  • Membiasakan cuci tangan dengan sabun setiap akan makan/minum serta sehabis buang hajat.
  • Membiasakan merebus air minum hingga mendidih setiap hari.
  • Menjaga kebersihan lingkungan, hindari tumpukan sampah disekitar tempat tinggal
  • Hubungi segera petugas kesehatan terdekat bila ada gejala-gejala diare 
2. Demam Berdarah
Pada saat musim hujan, biasanya akan terjadi peningkatan tempat perindukan nyamuk aedes aegypti yaitu nyamuk penular penyakit demam berdarah.

Hal ini dikarenakan pada saat musim hujan banyak sampah misalnya kaleng bekas, ban bekas serta tempat-tempat tertentu terisi air dan terjadi genangan untuk beberapa waktu.

Genangan air itulah akhirnya menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk tersebut. Dengan meningkatnya populasi nyamuk sebagai penular penyakit, maka risiko terjadinya penularan juga semakin meningkat.

Untuk itu diharapkan masyarakat ikut berpartisipasi secara aktif melalui gerakan 3 M yaitu mengubur kaleng-kaleng bekas, menguras tempat penampungan air secara teratur dan menutup tempat penyimpanan air dengan rapat.

Selain itu agar masyarakat segera membawa keluarganya ke sarana kesehatan bila ada yang sakit dengan gejala panas tinggi yang tidak jelas sebabnya yang disertai adanya tanda-tanda perdarahan.

3. Leptospirosis
Penyakit leptospirosis disebabkan oleh bakteri yang disebut leptospira. Penyakit ini termasuk salah satu penyakit zoonosis, karena ditularkan melalui hewan/binatang.

Di Indonesia hewan penular terutama adalah tikus melalui kotoran dan air kencingnya. Pada musim hujan terutama saat terjadi banjir, maka tikus-tikus yang tinggal di liang-liang tanah akan ikut keluar menyelamatkan diri.

Tikus tersebut akan berkeliaran disekitar manusia dimana kotoran dan air kencingnya akan bercampur dengan air banjir tersebut.

Seseorang yang ada luka, kemudian bermain/terendam air banjir yang sudah tercampur dengan kotoran/kencing tikus yang mengandung bakteri lepstopira, maka orang tersebut potensi dapat terinfeksi dan akan jatuh menjadi sakit.

Oleh karena itu untuk menghindari timbulnya penyakit leptospirosis masyarakat agar melakukan langkah-langkah antisipasi yaitu:
  • Menekan dan hindari adanya tikus yang berkeliaran disekitar kita, dengan selalu menjaga kebersihan
  • Hindari bermain air saat terjadi banjir, terutama bila ada luka.
  • Gunakan pelindung misalnya sepatu, bila terpaksa harus kedaerah banjir
  • Segera berobat ke sarana kesehatan bila sakit dengan gejala panas tiba-tiba, sakit kepala dan menggigil.
4. ISPA - Infeksi Saluran Pernapasan Akut
Penyebab ISPA dapat berupa bakteri, virus dan berbagai mikroba lainnya. Gejala utama dapat berupa batuk dan demam, kalau berat dapat / mungkin disertai sesak napas, nyeri dada dan lain lain.

Penanganannya meliputi :
  • istirahat
  • pengobatan simtomatis sesuai geja
  • mungkin diperlukan pengabatan kausal untuk mengatasi penyebab
  • meningkatkan daya tahan tubuh
  • mencegah penularan pada orang sekitar, antara lain dengan menutup mulut ketika batuk, tidak meludah sembarangan.
  • faktor berkumpulnya banyak orang -misalnya di tempat pengungsian korban banjir- juga berperan dalam penularan ISPA
5. Penyakit kulit
Penyakit kulit yang dapat berupa infeksi, alergi atau bentuk lain. Kalau musim banjir maka masalah utamanya adalah kebersihan yang tidak terjaga baik. Seperti juga pada ISPA, maka aktor berkumpulnya banyak orang -misalnya di tempat pengungsian korban banjir- juga berperan dalam penularan infeksi kulit.

6. Penyakit saluran cerna lain, misalnya demam tifoid. Dalam hal ini juga faktor kebersihan makanan memegang peranan penting.

7. Perburukan penyakit kronik
yang mungkin memang sudah diderita. Hal ini terjadi karena penurunan daya tahan tubuh akibat musim hujan berkepanjangan, dan apalagi bila banjir berhari-hari.

Semoga bermanfaat sahabat PMR.

Rabu, 21 November 2012

Pertolongan Pertama Syok

Syok (shock) adalah kondisi medis tubuh yang mengancam jiwa yang diakibatkan oleh kegagalan sistem sirkulasi darah dalam mempertahankan suplai darah yang memadai. Berkurangnya suplai darah mengakibatkan berkurangnya suplai oksigen ke jaringan tubuh. Jika tidak teratasi maka dapat menyebabkan kegagalan fungsi organ penting yang dapat mengakibatkan kematian.

PENYEBAB
  • Kegagalan  sistem sirkulasi dapat disebabkan oleh
  • Kegagalan jantung memompa darah, terjadi pada serangan jantung.
  • Berkurangnya cairan tubuh yang diedarkan. Tipe ini terjadi pada perdarahan besar maupun perdarahan dalam, hilangnya cairan tubuh akibat diare berat, muntah maupun luka bakar yang luas.
CARA MENGENALI
  • Nadi berdenyut cepat. Denyutannya semakin lama semakin lemah
  • Terlihat pucat (dapat dilihat di bibir bagian dalam)
  • Keringat dingin dan tampak sembab
  • Napas terlihat cepat dan dangkal
  • Badan lemah
  • Mengeluh pusing dan mungkin muntah
  • Mungkin akan tampak gelisah dan bingung
  • Semakin lama terjadi penurunan kesadaran
  • Pada akhirnya jantung akan berhenti
PENANGANAN
Tujuan Penanganan
  • Tangani penyebab syok
  • Meningkatkan suplai darah ke organ otak, jantung dan paru-paru
Langkah Penanganan
  • Tangani penyebab syok (misal perdarahan besar)
  • Rebahkan penderita dengan posisi kepala rendah
  • Tinggikan tungkai dengan memberi penopang pada tungkai (hati-hati pada kasus patah tulang tungkai)
  • Longgarkan pakaian yang mengikat
  • Selimuti penderita
  • Selalu lakukan pemeriksaan berkala nadi dan napas.
  • Bila penderita tidak sadar disarankan untuk posisi pemulihan
  • Segera dibawa ke Rumah Sakit
  • Jika tidak benapas dan jantung tidak berdenyut, lakukan Resusitasi Jantung Paru
 JANGAN LAKUKAN !!!

  • Jangan berikan makan atau minum. Jika penderita mengeluh haus, basahi bibir korban
  • Jangan tinggalkan penderita tanpa ditemani

Pertolongan Pertama Asma

Asma adalah kondisi dimana terjadinya peradangan pada saluran napas akibat hiperresponsif terhadap suatu rangsangan, sehingga saluran napas menjadi sempit dan diperparah dengan adanya produks lendir. Penderita akan merasa sangat kesulitan untuk bernapas terutama saat menghembuskan napas.
PENYEBAB
Asma dapat disebabkan oleh :
  • alergi
  • tekanan psikis
CARA MENGENALI 
Tanda pasti
  • Terlihat sulit bernapas dengan periode menghembuskan napas yang panjang
Mungkin ada
  • Bunyi mengi (wheezing) saat mengeluarkan napas
  • Terlihat cemas
  • Terlihat biru pada kulit di wajah
  • Tidak sadar (jika serangan berkepanjangan dan melelahkan penderita)
PENANGANAN
Tujuan penanganan
  • Membantu memudahkan bernapas
Langkah Penanganan
  1. Tenangkan penderita
  2. Bantu penderita untuk duduk dan istirahat (biasanya badan akan sedikit membusung)
  3. Bantu penderita mengambilkan atau mencarikan obat
  4. Biarkan penderita menggunakan obat inhalernya sendiri
  5. Jika mungkin hindari penderita dari sumber alergi
  6. Jika ini merupakan serangan pertama atau serangan terlihat berkepanjangan, segera ke layanan medis
  7. Jika tidak sadar, segera ke layanan medis
JANGAN LAKUKAN
  • Jangan memaksa penderita untuk tidur terlentang, karena penderita asma akan lebih nyaman dalam keadaan duduk.
  • Jangan banyak bertanya pada penderita, karena biasanya penderita sulit berbicara.

Pertolongan Pertama Pingsan

Pingsan ialah menurunnya kesadaran yang bersifat sementara. Pemulihan biasanya cepat dan sadar penuh. Biasanya disebabkan oleh berkurangnya suplai darah ke otak yang bersifat sementara.

PENYEBAB
  • Kegiatan fisik yang lama
  • Dehidrasi
  • Reaksi emosional
  • Rasa nyeri yang sangat
  • Kurang makan
  • Postural hypotension (terlalu lama berdiri /duduk, atau orang yang tergantung lama pada fall arrester)
CARA MENGENALI
Tanda Pasti
  • Menurunnya kesadaran
  • Frekuensi denyut nadi normal atau melambat
Mungkin ada
  • Rasa mual
  • Berkeringat
  • Wajah pucat
  • Sulit diajak berkomunikasi
PENANGANAN
fainting01  

Tujuan penanganan
  • Meningkatkan aliran darah ke otak
  • Membuat penderita merasa nyaman
Langkah Penanganan
  • Posisikan penderita tidur terlentang dengan tungkai di tinggikan
  • Usahakan mendapatkan udara segar
JANGAN LAKUKAN
  • Jangan memberikan bau yang menyengat (akan sangat berbahaya jika penderita alergi terhadap bau-bauan tersebut)
  • Jangan memberikan minum saat penderita belum sadar penuh
  • Jangan dikerubungi
PERHATIKAN
  • Kemungkinan cidera yang terjadi saat proses jatuh
  • Pingsan biasanya pulih dalam waktu singkat. Jika lebih dari 15 menit penderita belum sadar, segera bawa ke pelayanan medis setempat