Pengurus PMR SMABHATIG

Mengetahui sesuatu dan memahami segala sesuatu adalah lebih baik daripada mengetahui segala sesuatu, tetapi tidak memahami sesuatu.

Senin, 07 Januari 2013

Aksi Tanam Seribu Toga Disekolah

TOGA (TANAMAN OBAT KELUARGA)

TOGA adalah sebidang tanah/halaman kebun yang digunakan untuk menanam berbagai tanaman obat-obatan.
 
Manfaat TOGA
Tanaman yang ditanam di TOGA dapat digunakan untuk mengobati berbagai keluhan penyakit yang ringan.
  1. Dapat menjaga dan meningkatkan derajat kesehatan.
  2. Dapat menambah penghasilan (dari tanaman obat yang bisa dijual).
  3. Dapat meningkatkan/memperbaiki gizi keluarga.
  4. Dapat melestarikan tanaman yang ada di TOGA.
  5. Dapat memperindah halaman TOGA.
Contoh penyakit yang bisa disembuhkan oleh tanaman obat yang ada di TOGA

a) Sakit panas: bunga sepatu
b) Batuk: jeruk nipis, daun waru, belimbing wuluh, jeruk purut
c) Asma: petikan kebo
d) Sakit perut: kedawung, temu kunci, jarak pagar
e) Mencret/diare: jambu biji, kayu angin, merica bolong
f) Muntaber: kelapa muda
g) Maag: kunyit
h) Panu: lengkuas
i) Gatal: brokoli
j) Sariawan: daun sirih
k) Sakit gigi: cengkih
l) Luka: daun papaya
m) Memar: kencur
n) Luka bekas: papaya muda
o) Anemia: daun bayam
p) Bisul: bawang putih
q) Nafsu makan: temulawak, kunyit
r) Ginjal: kumis kucing
s) Darah tinggi: sambiloto
t) Malaria: daun demam
u) Racun ular: daun dewa
v) Panambah ASI: daun katuk
w) Pembasmi nyamuk: bunga geranium
x) Panas dalam: jewer kotok
y) Sariawan: daun sege
z) Sakit kepala: jahe.

Cara-cara membuat TOGA adalah sebagai berikut :
§ Menyediakan tanah atau lahan
§ Menyediakan bibit tanaman obat
§ Penanaman sesuai tatacara bercocok tanam yang baik dan benar
§ Pemeliharaan secara rutin dengan menyiram dan memberi pupuk
 
UNIT PERS
 

Jumat, 28 Desember 2012

Apa Itu Thalassemia ?


Thalassemia adalah kelainan darah yang diturunkan melalui keluarga (diwariskan). Dimana tubuh membuat membuat bentuk abnormal hemoglobin/HB (protein dalam sel darah merah yang membawa oksigen). Gangguan tersebut mengakibatkan kehancuran yang berlebihan pada sel darah merah yang mengarah ke anemia.

Hemoglobin/HB terdiri dari 2 protein:

  1. alpha globin
  2. beta globin
Thalassemia terjadi bila ada kerusakan dalam gen yang membantu produksi mengontrol salah satu protein.
Thalassemia terbagi 2 jenis utama

  1. alpha thalassemia
  2. beta thalasemia
Alpha Thalassemia terjadi ketika gen / gen yang berhubungan dengan alpha protein hilang/ berubah (bermutasi).
 

Beta Thalassemia terjadi ketika cacat gen yang sama mempengaruhi produksi protein beta globin.

Alpha Thalassemia terjadi paling umum dari orang Asia Tenggara, Timur Tengah, Ciina dan orang keturunan Afrika.
 

Beta Thalassemia terjadi pada orang asal Mediterania dan lebih sedikit terjadi di Cina, negara Asia lainnya, Afrika-Amerika.

Ada banyak bentuk Thalassemia, setiap jenis memiliki subtype yang berbeda, baik alpha Thalassemia & beta Thalassemia meliputi 2 bentuk

  1. Thalassemia mayor
  2. Thalassemia minor
Thalassemia mayor adalah mewarisi gen thalassemia dari kedua orang tuanya. Thalassemia minor adalah mewarisi gen thalassemia dari salah satu orang tua.
 

Alpha Thalassemia biasanya kematian bayi yang belum lahir saat persalinan atau tahap akhir kehamilan. Anak-anak yang lahir dengan Thalassemia mayor adalah normal saat lahir tetapi akan mendapatkan anemia berat selama tahun pertama kehidupan.

Pengobatan Thalassemia mayor adalah transfusi darah secara teratur. Ada pula transplantasi sumsum tulang belakang dapat membantu mengobati beberapa pasien terutama anak-anak Thalassemia.
 

Harapan Thalassemia adalah mendapatkan transfusi darah rutin dan terapi untuk menghilangkan zat besi dari tubuh.

Diperlukan Konseling genetik dan skrining prenatal dapat membantu orang dengan riwayat Thalassemia yang berencana untuk memiliki anak.


Thalassemia Dapat Dicegah Penyebarannya
Mereka carrier Thalassemia sebaiknya tidak menikah dengan sesama carrier sebab ada kemungkinan anaknya akan mengalami Thalassemia mayor.

 
Thalassemia BUKAN Penyakit Menular
Pemerintah menghimbau kepada masyarakat untuk menghindari lebih banyak lagi anak yang memiliki Thalassemia agar memeriksakan diri sebelum menikah. Lemahnya informasi serta kesadaran untuk masyarakat agar memeriksakan diri sebelum menikah juga menjadi kendala untuk menekan Thalassemia menjadi rendah.

Selasa, 27 November 2012

Tujuh Penyakit Menular Saat Banjir dan Pencegahannya

Seiring dengan musim hujan yang merata di tanah air, bencana banjir juga mulai menggenangi beberapa daerah yang menjadi langganan banjir.

Dampak lain dari banjir yang patut diwaspadai adalah timbulnya penyakit menular yang sering muncul di musim penghujan. Dirjen Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) dr Tjandra Yoga Aditama mengingatkan bahaya beberapa penyakit yang kerap muncul saat memasuki musim hujan.

Inilah tujuh penyakit menular yang harus diwaspadai jika terjadi banjir dan langkah antisipasinya.

1. Penyakit Diare.
Penyakit Diare sangat erat kaitanya dengan kebersihan individu. Pada musim hujan dengan curah hujan yang tinggi maka potensi banjir meningkat.

Pada saat banjir, maka sumber-sumber air minum masyarakat, khususnya sumber air minum dari sumur dangkal akan banyak ikut tercemar.

Disamping itu pada saat banjir biasanya akan terjadi pengungsian dimana fasilitas dan sarana serba terbatas termasuk ketersediaan air bersih.

Langkah antisipasi diingatkan kepada masyarakat untuk tetap waspada dan untuk menghindari terserang penyakit diare disarankan hal-hal berikut:
  • Membiasakan cuci tangan dengan sabun setiap akan makan/minum serta sehabis buang hajat.
  • Membiasakan merebus air minum hingga mendidih setiap hari.
  • Menjaga kebersihan lingkungan, hindari tumpukan sampah disekitar tempat tinggal
  • Hubungi segera petugas kesehatan terdekat bila ada gejala-gejala diare 
2. Demam Berdarah
Pada saat musim hujan, biasanya akan terjadi peningkatan tempat perindukan nyamuk aedes aegypti yaitu nyamuk penular penyakit demam berdarah.

Hal ini dikarenakan pada saat musim hujan banyak sampah misalnya kaleng bekas, ban bekas serta tempat-tempat tertentu terisi air dan terjadi genangan untuk beberapa waktu.

Genangan air itulah akhirnya menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk tersebut. Dengan meningkatnya populasi nyamuk sebagai penular penyakit, maka risiko terjadinya penularan juga semakin meningkat.

Untuk itu diharapkan masyarakat ikut berpartisipasi secara aktif melalui gerakan 3 M yaitu mengubur kaleng-kaleng bekas, menguras tempat penampungan air secara teratur dan menutup tempat penyimpanan air dengan rapat.

Selain itu agar masyarakat segera membawa keluarganya ke sarana kesehatan bila ada yang sakit dengan gejala panas tinggi yang tidak jelas sebabnya yang disertai adanya tanda-tanda perdarahan.

3. Leptospirosis
Penyakit leptospirosis disebabkan oleh bakteri yang disebut leptospira. Penyakit ini termasuk salah satu penyakit zoonosis, karena ditularkan melalui hewan/binatang.

Di Indonesia hewan penular terutama adalah tikus melalui kotoran dan air kencingnya. Pada musim hujan terutama saat terjadi banjir, maka tikus-tikus yang tinggal di liang-liang tanah akan ikut keluar menyelamatkan diri.

Tikus tersebut akan berkeliaran disekitar manusia dimana kotoran dan air kencingnya akan bercampur dengan air banjir tersebut.

Seseorang yang ada luka, kemudian bermain/terendam air banjir yang sudah tercampur dengan kotoran/kencing tikus yang mengandung bakteri lepstopira, maka orang tersebut potensi dapat terinfeksi dan akan jatuh menjadi sakit.

Oleh karena itu untuk menghindari timbulnya penyakit leptospirosis masyarakat agar melakukan langkah-langkah antisipasi yaitu:
  • Menekan dan hindari adanya tikus yang berkeliaran disekitar kita, dengan selalu menjaga kebersihan
  • Hindari bermain air saat terjadi banjir, terutama bila ada luka.
  • Gunakan pelindung misalnya sepatu, bila terpaksa harus kedaerah banjir
  • Segera berobat ke sarana kesehatan bila sakit dengan gejala panas tiba-tiba, sakit kepala dan menggigil.
4. ISPA - Infeksi Saluran Pernapasan Akut
Penyebab ISPA dapat berupa bakteri, virus dan berbagai mikroba lainnya. Gejala utama dapat berupa batuk dan demam, kalau berat dapat / mungkin disertai sesak napas, nyeri dada dan lain lain.

Penanganannya meliputi :
  • istirahat
  • pengobatan simtomatis sesuai geja
  • mungkin diperlukan pengabatan kausal untuk mengatasi penyebab
  • meningkatkan daya tahan tubuh
  • mencegah penularan pada orang sekitar, antara lain dengan menutup mulut ketika batuk, tidak meludah sembarangan.
  • faktor berkumpulnya banyak orang -misalnya di tempat pengungsian korban banjir- juga berperan dalam penularan ISPA
5. Penyakit kulit
Penyakit kulit yang dapat berupa infeksi, alergi atau bentuk lain. Kalau musim banjir maka masalah utamanya adalah kebersihan yang tidak terjaga baik. Seperti juga pada ISPA, maka aktor berkumpulnya banyak orang -misalnya di tempat pengungsian korban banjir- juga berperan dalam penularan infeksi kulit.

6. Penyakit saluran cerna lain, misalnya demam tifoid. Dalam hal ini juga faktor kebersihan makanan memegang peranan penting.

7. Perburukan penyakit kronik
yang mungkin memang sudah diderita. Hal ini terjadi karena penurunan daya tahan tubuh akibat musim hujan berkepanjangan, dan apalagi bila banjir berhari-hari.

Semoga bermanfaat sahabat PMR.

Rabu, 21 November 2012

Pertolongan Pertama Syok

Syok (shock) adalah kondisi medis tubuh yang mengancam jiwa yang diakibatkan oleh kegagalan sistem sirkulasi darah dalam mempertahankan suplai darah yang memadai. Berkurangnya suplai darah mengakibatkan berkurangnya suplai oksigen ke jaringan tubuh. Jika tidak teratasi maka dapat menyebabkan kegagalan fungsi organ penting yang dapat mengakibatkan kematian.

PENYEBAB
  • Kegagalan  sistem sirkulasi dapat disebabkan oleh
  • Kegagalan jantung memompa darah, terjadi pada serangan jantung.
  • Berkurangnya cairan tubuh yang diedarkan. Tipe ini terjadi pada perdarahan besar maupun perdarahan dalam, hilangnya cairan tubuh akibat diare berat, muntah maupun luka bakar yang luas.
CARA MENGENALI
  • Nadi berdenyut cepat. Denyutannya semakin lama semakin lemah
  • Terlihat pucat (dapat dilihat di bibir bagian dalam)
  • Keringat dingin dan tampak sembab
  • Napas terlihat cepat dan dangkal
  • Badan lemah
  • Mengeluh pusing dan mungkin muntah
  • Mungkin akan tampak gelisah dan bingung
  • Semakin lama terjadi penurunan kesadaran
  • Pada akhirnya jantung akan berhenti
PENANGANAN
Tujuan Penanganan
  • Tangani penyebab syok
  • Meningkatkan suplai darah ke organ otak, jantung dan paru-paru
Langkah Penanganan
  • Tangani penyebab syok (misal perdarahan besar)
  • Rebahkan penderita dengan posisi kepala rendah
  • Tinggikan tungkai dengan memberi penopang pada tungkai (hati-hati pada kasus patah tulang tungkai)
  • Longgarkan pakaian yang mengikat
  • Selimuti penderita
  • Selalu lakukan pemeriksaan berkala nadi dan napas.
  • Bila penderita tidak sadar disarankan untuk posisi pemulihan
  • Segera dibawa ke Rumah Sakit
  • Jika tidak benapas dan jantung tidak berdenyut, lakukan Resusitasi Jantung Paru
 JANGAN LAKUKAN !!!

  • Jangan berikan makan atau minum. Jika penderita mengeluh haus, basahi bibir korban
  • Jangan tinggalkan penderita tanpa ditemani