Pengurus PMR SMABHATIG

Mengetahui sesuatu dan memahami segala sesuatu adalah lebih baik daripada mengetahui segala sesuatu, tetapi tidak memahami sesuatu.

Jumat, 28 Januari 2011

Apa untungnya ikut donor darah ?

Hello para relawan masa depan. hari ini akan bercerita tentang apa sih untungnya ikut donor dara ?
 
Ada 4 golongan manusia:
  • tidak mau donor darah, dan tidak bisa donor darah
  • mau donor darah, tapi tidak bisa donor darah
  • tidak mau donor darah, tapi bisa donor darah
  • mau donor darah, dan bisa donor darah
Lalu apa saja sih kuntungan donor darah bagi si pendonor ?
  1. Ketika seseorang menyumbangkan darah, sumsum tulangnya dirangsang untuk menghasilkan sel darah merah baru. Ini akan membuat organ pembentuk darah kita untuk berfungsi lebih efektif dan sel-sel aktif.
  2. Seorang dokter akan memeriksa calon donor yang mengajukan diri pada prosedur secara gratis. Dia akan juga tahu golongan darahnya dan tahu apakah dia menderita anemia atau tidak. Donor akan diberi tahu mengenai penyakit dilihat dalam darah sebagai hasil dari tes skrining.
  3. Menjaga kesehatan jantung, saat kita rutin mendonorkan darah, maka jumlah zat besi dalam darah bisa lebih stabil. Ini artinya menurunkan resiko penyakit jantung.
  4. Membantu penurunan berat tubuh, menjadi donor darah adalah salah satu metode diet dan pembakaran kalori yang ampuh. Dengan memberikan sekitar 450 ml darah, akan membantu proses pembakaran kalori kira – kira 650. Eits … jangan salah bisa membuat pinggang kita ramping loh  
  5. Mendapatkan kesehatan psikologis, menyumbangkan hal yang tidak ternilai harganya kepada sahabat kita yang membutuhkan akan membuat kita merasakan kepuasan psikologis.
  6. Mendeteksi penyakit serius, tiap kali kita ingin mendonorkan darah, prosedur standarnya adalah darah kita akan diperiksa terlebih dahulu sehingga kita bisa mengetahui apakah kita memiliki penyakit serius atau tidak seperti HIV, hepatitis, siphilis, malaria. Bagi yang menerima darah, ini adalah informasi penting agar tidak tertular penyakit serius tersebut. Sedangkan untuk si pendonor, ini adalah RAMBU PERINGATAN agar kita lebih mencintai tubuh kita sendiri.

Selasa, 28 Desember 2010

Ingin Menaikan Tekanan Darah?

Tekanan darah rendah, atau hipotensi, terjadi ketika tekanan darah selama dan setelah setiap detak jantung jauh lebih rendah dari biasanya. Ini berarti jantung, otak, dan bagian lain dari tubuh tidak mendapatkan cukup darah. Berikut ini adalah tips untuk menaikkan tekanan darah.
  1. Konsumsi lebih banyak garam.
    Para ahli biasanya menyarankan untuk membatasi jumlah garam dalam diet Anda karena sodium dapat meningkatkan tekanan darah, bahkan secara drastis.
    Untuk orang dengan tekanan darah rendah, ini dapat menjadi hal yang baik.
    Tapi karena kelebihan natrium dapat menyebabkan gagal jantung,terutama pada orang dewasa yang lebih tua, penting untuk memeriksa dengan dokter Anda sebelum meningkatkan garam dalam diet Anda.
  2. Minum lebih banyak air.
    Meskipun hampir semua orang bisa mendapatkan keuntungan dari minum cukup air, ini benar terutama jika Anda memiliki tekanan darah rendah.
    Cairan meningkatkan volume darah dan membantu mencegah dehidrasi, keduanya penting dalam mengobati tekanan darah rendah/hipotensi.
  3. Untuk Wanita bisa kenakan stocking.
    Stoking elastis yang sama sering digunakan untuk meringankan rasa sakit dan pembengkakan varises dapat membantu mengurangi pengumpulan darah di kaki Anda.
  4. Jangan lupa sarapan pagi sebelum melakukan aktivitas.
    Sebab bila beraktivitas perut masih kosong, tubuh kekurangan energi. Dalam kondisi ini pada orang yang memiliki riwayat hipotensi, gangguan ini mudah muncul.
  5. Kopi.
    Sesekali minum kopi agar memacu peningkatan detak jantung sehingga tekanan darah akan meningkat.
  6. Bayam.
    Untuk sayur, perbanyak konsumsi bayam karena bayam bagus untuk mengatasi tekanan darah rendah.
  7. Konsumsi cokelat, lada, hati ayam kampung/sapi/kambing, mentega, keju dan jahe merah.
  8. Ketimun.
    Hindari makan ketimun.
  9. Kacang Hijau.
    Kacang hijau baik untuk menaikkan tekanan darah. Kolak kacang ijonya dibuat tiap hari. Dalam beberapa hari tekanan darah dapat normal lagi.
Semoga bermanfaat teman-teman pengunjung setia blog pmr smabhatig. Terima kasih.

Kamis, 28 Oktober 2010

Santunan terhadap penderita AIDS

BAGAIMANA SEBAIKNYA  SIKAP KITA  TERHADAP  PENGIDAP HIV/AIDS?
Semua harus bersikap biasa (tanpa membedakan) seperti sikap kita terhadap orang sehat atau penderita penyakit lain. Semua hal dapat dilaksanakan terhadap penderita, kecuali kegiatan yang menyebabkan adanya pemindahan/ kontaks darah (cairan tubuh lain) dari pengidap HIV/AIDS kepada orang lain. Misalnya : senggama tanpa Kondom, transfusi darah, tatoo/ suntik dengan alat yang sama dsb.
 
Sikap membedakan, apalagi sikap memusuhi, akan membuat penderita tertekan. Akibatnya, dapat mendorong mereka menularkan penyakitnya secara tak bertanggungjawab. Sebaliknya penderita HIV/AIDS membutuhkan dukungan agar mereka memiliki kepercayaan diri dan mampu berbuat banyak bagi masyarakat.

Untuk membantu penderita AIDS:
Bangkitkan kepercayaan mereka, dan berilah dukungan dan kasih sayang. Katakan bahwa mereka masih bisa berbuat apa saja seperti sebelumnya. Satu-satunya beda ialah bahwa mereka harus memakai kondom kalau melakukan senggama. Berilah pemahaman terhadap masalah yang akan mereka hadapi dan cara mengatasinya.
 
Jangan merasa tertekan secara berlebihan, karena semua orang pasti diberi cobaan. Harus pasrah ke hadirat Allah dan tabah menghadapinya, tak  perlu menyesali diri berlebihan. Lebih mendekatkan diri kepada Tuhan dengan memperbanyak doa dan ibadah agama.
 
Tidak perlu merasa kehilangan hak mendapat pelayanan dan perawatan dari orang lain. Jalinlah komunikasi untuk berbagi rasa secara terbuka dan jujur.

Untuk membantu keluarganya:
  1. Terimalah anggota yang menderita AIDS secara wajar. Jangan dibedakan, jangan ditakuti, jangan disingkiri. Tapi juga jangan dilebih-lebihkan.
  2. Dalam semua hal, berbuatlah seperti biasa. Satu-satunya perkecualian ialah dalam bersenggama dengan pasangannya, harus selalu memakai kondom.
  3. Besarkan jiwanya, ajak untuk meningkatkan ibadah dan melakukan lebih banyak kegiatan yang bermanfaat bagi keluarga dan masyarakat.
BAGAIMANAKAH MERAWAT PENDERITA HIV/AIDS ?
Untuk bisa merawat pada para penderita HIV/AIDS, maka perta¬ma-tama kita coba untuk membayangkan diri kita sendiri sebagai pengidap HIV/AIDS. Dengan mengetahui mana aktivitas yang beresiko menularkan HIV/AIDS dan mana yang tidak, kita siap memperlakukan para penderita tersebut, secara wajar-wajar  saja. 
 
Yang  perlu diperhatikan, kita harus tetap memperhatikan  prosedur   P3K maupun pera watan penderita yang memenuhi keselamatan penolongnya.
 
Penderita AIDS dalam Stadium Berat perlu dirawat oleh Tenaga Kesehatan yang berpengalaman. Sedang perawatan di rumah bagi penderita yang tidak berat, perlu hati-hati untuk memutuskan resiko penularan.
Penggunaan prosedur P3K yang aman ialah sebagai berikut:
  1. Gunakan sarung tangan dan celemek untuk tugas perawatan.
  2. Cucilah tangan setiap tugas.
  3. Pakaian kotor dan berdarah harus dicuci dengan air panas.
  4. Sikat gigi dan alat cukur jangan digunakan bergantian.
  5. Hindari kontak langsung, bila anda punya luka.
Bagaimana mengobati  orang dengan AIDS ? atau apa itu  Obat Antiretroviral?
Anggapan AIDS tidak ada obatnya adalah salah, sebagian besar infeksi oportunistik dapat diobati, bahkan dicegah dengan obat yang tidak terlalu mahal dan tersedia luas. Saat ini telah ada obat yang cukup canggih, yang dapat memperlambat kegiatan HIV menginfeksi sel yang masih sehat. Obat ini disebut sebagai obat antiretroviral. Dalam mengkonsumsi obat HIV tidak boleh memakai satu jenis obat saja, sedikitnya kita harus memakai kombinasi dua jenis obat, tetapi agar terapi ini dapat efektif untuk jangka waktu yang lama, sebaiknya kita memakai kombinasi tiga obat. Terapi ini disebut sebagai terapi antiretroviral atau ART.

Berapa harga ARV ?
ARV dulu sangat mahal, tetapi belakangan ini, harganya turun terus. Pada Oktober 2003, harga kombinasi tiga obat generik adalah Rp. 300.000,- per bulan, dan ada kemungkinan akan turun lagi. Namun jelas harga ini masih di luar kemampuan sebagian besar penderita AIDS.

Kapan seorang pengidap HIV, perlu diobati dengan ARV?
Jika masa AIDS telah tiba, hal ini dapat dilihat dari jumlah CD4 yang mencapai angka di bawah 200

CD4
Kerusakan yang disebabkan oleh infeksi HIV adalah sel darah putih yang disebut sel CD4 ( adalah bagian dari sel limfosit), sel ini sangat penting pada sistem kekebalan tubuh, dan jika jumlahnya kurang, sistem tersebut menjadi terlalu lemah untuk melawan infeksi.

Bagaimana menghitung jumlah CD4 ?
Untuk mengetahui jumlah CD4 hanya melalui tes darah khusus,  Jumlah CD4 normal pada saat sehat adalah 500 – 1000, setelah terinfeksi HIV, jumlah ini biasanya turun terus. Jadi jumlah ini mencerminkan kesehatan sistem kekebalan tubuh.

Kapan masa AIDS itu ?
Masa AIDS tiba manakala jumlah CD4 lebih kecil dari 200, sehingga status sistem kekebalan tubuh dapat dikatakan rusak, sehingga infeksi oportunistik (IO) dapat menyerang tubuh. Untuk mempertahankan jumlah CD4 dalam batas normal seseorang pengidap HIV dapat mengkonsumsi ARV.

Dimana kita dapat melakuakn tes CD4 ?
Di Indonesia sarana tes CD4 belum tersedia secara luas dan biayanya sangat mahal. Karena CD4 adalah termasuk golongan sel darah putih atau yang dikenal dengan istilah Limfosit, dengan mengetahui jumlah limfosit dalam darah juga dapat untuk melihat status kesehatan seseorang, untuk mengetahui jumlah limfosit dengan melakukan tes yang disebut total lymphocyte count (TLC) tes ini relatif murah dan dapat ditemukan hampir di setiap laboratorium. Jumlah TLC untuk orang sehat adalah 2000. (TLC 1000-1250 biasanya sebanding dengan CD4 kurang lebih 200).

Berapa kali orang HIV  positif melakukan tes CD4 / TLC?
Orang HIV positif diusulkan untuk melakukan tes CD4 /TLC setiap 6 bulan sekali.
Catatan :
Tidak selalu jumlah CD4/TLC rendah menunjukkan kwalitas kesehatan seseorang rendah, hal ini sangat dipengaruhi sekali oleh kondisi kejiwaan seseorang  serta mutu hidupnya yang baik.

Bisakah kita mengetahui  jumlah virus HIV ?
Bisa,  dengan melakukan tes viral load kita dapat mengetahui jumlah virus HIV dalam tubuh seseorang, tes ini merupakan kebalikan dari tes CD4/TLC, jumlah viral load makin sedikit status kesehatan seseorang semakin baik. Tes ini juga tidak tersedia secara luas dan biayanya mahal, tes ini tidak begitu penting, dan hanya ada manfaat jika kita memakai obat antiretroviral.

Minggu, 28 Februari 2010

Keluarga

Keluarga merupakan bagian masyarakat yang fundamental bagi kehidupan pembentukan kepribadian anak manusia. Hal ini diungkapkan Syarief Muhidin (1981:52) yang mengemukakan bahwa : “Tidak ada satupun lembaga kemasyarakatan yang lebih efektif di dalam membentuk keperibadian anak selain keluarga. Keluarga tidak hanya membentuk anak secara fisik tetapi juga berpengaruh secara psikologis”.

Pendapat diatas dapat dimungkinkan karena keluarga merupakan lingkungan pertam dan utama bagi seorang anak manusia, di dalam keluarga seorang anak dibesarkan, mempelajari cara-cara pergaulan yang akan dikembangkannya kelak di lingkungan kehidupan sosial yang ada di luar keluarga. Dengan perkataan lain di dalam keluarga seorang anak dapat memenuhi kebutuhan-kebutuhannya, baik kebutuhan fisik, psikis maupun sosial, sehingga mereka dapat tumbuh dan berkembang dengan baik. Disamping itu pula seorang anak memperoleh pendidikan yang berkenaan dengan nilai-nilai maupun norma-norma yang ada dan berlaku di masyarakat ataupun dalam keluarganya sendiri serta cara-cara untuk menyesuaikan diri dengan lingkungannya.

Sedangkan istilah keluarga itu sendiri memiliki beraneka ragam pngertian, salh satunya diungkapkan oleh Paul B Houton dan Chester L Hunt (1987:267) adalah sebagai berikut :
  • Suatu kelompok yang mempunyai nenek moyang yang sama
  • Suatu kelompok kekerabatan yang disatukan oleh darah atau perkawinan
  • Pasangan perkawinan dengan atau tanpa anak
  • Pasangan tanpa nikah yang mempunyai anak
  • Satu orang dengan beberapa anak.
Karena beragam dan luasnya pengertian tentang keluarga maka penting adanya pembatasan atau definisi keluarga. Diantaranya pendapat Burgess dan Lock yang membedakan keluarga dengan kelompok sosial lainnya adalah sebagai berikut

Keluarga adalah susunan orang-orang yang disatukan oleh ikatan-ikatan perkawinan, darah atau adopsi. Pertalian antara suami dan istri adalah perkawinan dan hubungan antara orang tua dan anak biasanya adalah darah atau kadangkala adopsi

Anggota-anggota keluarga ditandai dengan hidup bersama dibawah satu atap dan merupakan susunan satu rumah tangga, kadang-kadang seperti masa lampau rumah tangga adalah keluarga luas, meliputi didalamnya empat sampai lima generasi. Sekarang rumah tangga semakin kecil ukurannya, umunya dibatasi oleh suami istri anak atau dengan satu anak, dua atau tiga anak.

Keluarga merupakan kesatuan dari orang-orang yang berinteraksi dan berkomunikasi yang menciptakan peranan-peranan sosial bagi si suami dan istri, ayah dan ibu, putra dan putri, saudara laki-laki dan saudara perempuan. Peranan-peranan tersebut dibatasi oleh masyarakat, tetapi masing-masing keluarga diperkuat melalui sentimen-sentimen yang sebagian merupakan tradisi dan sebagian lagi emosional yang menghasilkan pengalaman.

Keluarga adalah pemelihara suatu kebudayaan bersama yang diperoleh pada hakekatnya dari kebudayaan umum, tetapi dalam suatu masyarakat yang kompleks masing-masing keluarga mempunyai ciri-ciri yang berlainan dengan keluarga lain. Berbeda kebudayaan dari setiap keluarga timbul melalui komunikasi anggota-anggota keluarga yang merupakan gabungan dari pola-pola tingkah laku individu (dalam Khairudin, 1985).

Pada garis besarnya keluarga dapat dibagi kedalam dua bentuk besar yaitu keluarga luas (extended family) dan keluarga Inti (nuclear family). Keluarga luas adalah satuan keluarga yang meliputi lebih dari satu generasi dan satu lingkungan kaum keluarga yang lebih luas daripada hanya ayah, ibu dan anak-anak atau dengan perkataan lain, keluarga luas merupakan keluarga inti ditambah dengan anggota-anggota keluarga yang lain, atau keluarga yang lebih dari satu generasi. Sedangkan keluarga inti dapat didefinisikan dengan keluarga atau kelompok yang terdiri dar atah, ibu dan anak-anak yang belum dewasa atau belum menikah.

Di Indonesia sendiri, keluarga telah diatur dalam berbagai peraturan atau undang-undang RI nomor 10 tahun 1992 mendefinisikan keluarga sebagai berikut : ”Keluarga merupakan wahana pertama seorang anak mendapatkan pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan bagi kelangsungan hidupnya”.

Sedangkan menurut SD. Vembrianto dalam “Sosiologi Pendidikan” mengintisarikan tentang pengertian keluarga ini yaitu :
  1. Keluarga merupakan kelompok sosial kecil yang umumnya terdiri atas ayah, ibu dan anak
  2. Hubungan sosial diantara anggota keluarga relatif tetap dan didasarkan atas ikatan darah, perkawinan dan atau adopsi
  3. Hubungan antara anggota keluarga dijiwai oleh suasana efeksi dan rasa tanggung jawab
  4. Fungsi keluarga ialah memelihara, merawat dan melindungi anak dalam rangka sosialisasinya agar mereka mampu mengendalikan diri dan berjiwa sosial.
Fungsi Keluarga
Pada dasarnya keluarga mempunyai fungsi-fungsi pokok yang sulit diubah dan digantikan oleh orang atau lembaga lain tetapi karena masyarakat sekarang ini telah mengalami perubahan, tidak menutup kemungkinan sebagian dari fungsi sosial keluarga tersebut mengalami perubahan. Dalam pelaksanaan fungsi-fungsi keluarga tersebut akan banyak dipengaruhi oleh ikatan-ikatan dalam keluarga, hal ini sesuai dengan yang dikatakan MI Solaeman (1978:18) bahwa : “Pada dasarnya keluarga mempunyai fungsi-fungsi yang pokok, yaitu fungsi-fungsi yang tidak bisa dirubah dan digantikan oleh orang lain, sedangkan fungsi-fungsi lain atau fungsi-fungsi sosial relatif lebih mudah berubah atau mengalami perubahan”.

Mengenal fungsi keluarga Abu Ahmadi (1991:247) mengemukakan bahwa tugas atau fungsi keluarga bukan merupakan fungsi yang tunggal tetapi jamak. Secara sederhana dapat dikemukakan bahwa fungsi kelurga adalah :
  • Menstabilkan situasi keluarga dalam arti stabilisasi situasi ekonomi keluarga 
  • Mendidik ke arah kebaikan
  • Pemelihara fisik dan psikis keluarga, termasuk disini kehidupan religius.
Mengenai fungsi keluarga, khususnya tanggung jawab orang tua terhadap anaknya Singgih P Gunarsa (1991:54) mengemukakan sebagai berikut : “Tanggung jawab orang tua ialah memenuhi kebutuhan-kebutuhan si anak baik dari sudut organis-Psikologis, antara lain makanan, maupun kebutuhan-kebutuhan psikis seperti kebutuhan-kebutuhan akan perkembangan, kebutuhan intelektual melalui pendidikan, kebutuhan rasa dikasihi, dimengerti dan rasa aman melalui perawatan asuhan ucapan-ucapan dan perlakuan”.

Dari konsep tersebut diterangkan bahwa diantaranya peran orang tua ini sangat penting sekali terhadap pemenuhan kebutuhan intelektual bagi anak melalui pendidikan.Hal ini merupakan tanggung jawab orang tua harus diberikan kepada anaknya sehingga orang tua ditekankan harus mengerti akan fungsi keluarga dan tentunya pemahaman tentang pendidikan. Ini harus benar-benar dirasakan oleh orang tua sampai mampu berkeinginan untuk melanjutkan sekolah anaknya ke yang lebih tinggi sehingga wawasan dan pemahaman anak bisa lebih luas.

Selain dari pendapat diatas mengenai fungsi keluarga ini menurut MI Soelaeman mengatakan sebagai berikut :

Fungsi Edukatif – Sebagai suatu unsur dari tingkat pusat pendidikan, merupakan lingkungan pendidikan yang pertama bagi anak. Dalam kedudukn ini, adalah suatu kewajaran apabila kehidupan keluarga sehari-hari, pada saar-saat tertentu terjadi situasi pendidikan yang dihayati oleh anak dan diarahkan pada perbuatan-perbuatan yang sesuai dengan tujuan pendidikan.
 
Fungsi Sosialisasi – Melalui interaksi dalam keluarg anak mempelajari pola-pola tingkahlaku, sikap, keyakinan, cita-cita serta nilai-nilai dalam masyarakat dalam rangka pengembangan kepribadiannya. Dalam rangka melaksanakan fungsi sosialisasi ini, keluarga mempunyai kedudukan sebagai penghubung antara anak dengan kehidupan sosial dan norma-norma sosial yang meliputi penerangan, penyaringan dan penafsiran ke dalam bahasa yang dimengerti oleh anak.

Fungsi protektif – Fungsi ini lebih menitik beratkan dan menekankan kepada rasa aman dan terlindungi apabila anak merasa aman dan terlindungi barulah anak dapat bebas melakukan penjajagan terhadap lingkungan.

Fungsi Afeksional – Yang dimaksud dengan fungsi afeksi adaslah adanya hubungan sosial yang penuh dengan kemesraan dan afeksi. Anak biasanya mempunyai kepekaan tersendiri akan iklim-iklim emosional yang terdapat dalam keluarga kehangatan yang terpenting bagi perkembangan keperibadian anak

Fungsi Religius – Keluarga berkewajiban mmperkenalkan dan mengajak anak serta keluarga pada kehidupan beragama. Sehingga melalui pengenalan ini diharapkan keluarga dapat mendidik anak serta anggotanya menjadi manusia yang beragama sesuai dengan keyakinan keluarga tersebut.

Fungsi Ekonomis – Fungsi keluarga ini meliputi pencarian nafkah, perencanaan dan pembelanjaannya. Pelaksanaanya dilakukan oleh dan untuk semua anggota keluarga, sehingga akan menambah saling mengerti, solidaritas dan tanggung jawab bersama.

Fungsi Rekreatif – Suasana keluarga yang tentram dan damai diperlukan guna mengembalikan tenaga yang telah dikeluarkan dalam kehidupan sehari-hari

Fungsi Biologis – Fungsi ini berhubungan dengan pemenuhan kebutuhan-kebutuhan biologis keluarga, diantaranya kebutuhan seksuil. Kebutuhan ini berhubungan dengan pengembangan keturunan atau keinginan untuk mendapatkan keturunan. Selain itu juga yang termasuk dalam fungsi biologis ini yaitu perlindungan fisik seperti kesehatan jasmani dan kebutuhan jasmani yaitu dengan terpenuhinya kebutuhan sandang, pangan dan papan akan mempengaruhi kepada jasmani setiap anggota keluarga.

Dari uraian mengenai fungsi-fungsi keluaga diatas, maka jelaslah bahwa fungsi-fungsi ini semuanya memegang peranan penting dalam keluarga, terutama dalam meningkatkan kesejahteraan individu yang menjadi anggota keluarganya. Untuk itu dalam penerapannya hendaknya fungsi-fungsi tersebut berjalan secara seimbang, karena akan membantu keharmonisan serta kehidupan keluarga. Pelaksanaan fungsi-fungsi keluarga ini disertai dengan suasana yang baik serta fasilitas yang memadai.

Baca juga :