Selasa, 08 September 2009

KEHAMILAN DINI DAN ABORSI

APAKAH KEHAMILAN DINI ITU ?
Kehamilan dini adalah kehamilan yang terjadi terlalu dini pada remaja, di mana belum adanya kesiapan fisik, mental, dan sosial untuk mengandung dan melahirkan bayi. Kehamilan dini secara sosial terjadi akibat zina pada remaja yang belum menikah.

BAGAIMANA AKIBAT KEHAMILAN DINI BAGI REMAJA ?
Kehamilan dini di kalangan remaja, mengandung beberapa risiko negatif. Secara fisik, si ibu sendiri masih dalam taraf per¬tumbuhan. Perkembangan alat dan fungsi reproduksi masih belum sempurna. Organ – organnya masih sangat muda dan belum siap benar untuk hamil dan melahirkan bayi, serta merawatnya sesudah persalinan, termasuk penyusuan. Kehamilan pada usia ini, dapat menyebabkan cacat atau ketidaksempurnaan pada janin yang dikandungnya. Atau bayi menjadi kurang gizi dan mudah sakit. Kondisi kesehatan ibu muda juga sangat rentan terhadap berbagai penyakit yang akan mengganggu tumbuh-kembangnya sendiri.

Secara psikologis, kehamilan dini menimbulkan rasa malu remaja yang hamil dan semua anggota keluarganya. Walau bayinya suci, namun kedua orang tuanya menanggung dosa. Harus dipahami, kehamilan dini menghancurkan keseluruhan cita-cita remaja. Apapun cita-citanya, semampu apapun remaja dapat merealisasikannya, karena kehamilan semuanya jadi luluh lantak. Pendidikan terhenti. Sementara atau selamanya. Kehebatan semasa belum hamil hilang begitu saja. Yang tersisa hanyalah sesal dan kekecewaan.

BAGAIMANAKAH KEHAMILAN DINI DAPAT MENDORONG TERJADINYA ABORSI?
Bila rasa malu atas kehamilan bayi yang dikandungnya, karena teka¬nan mental maupun sosial, atau karena berpikir tentang pengembalian cita-cita lama yang bisa rusak karena kehamilan, maka beberapa remaja melakukan aborsi. Pada umumnya secara gelap (ilegal) dengan bantuan dukun atau bidan atau dokter. Karena dalam keadaan ini, aborsi ilegal tidak diperbolehkan

APA RISIKO MELAKUKAN ABORSI PADA KEHAMILAN DINI ?
Bahaya aborsi ialah kematian ibu muda. Paling tidak kandungan bisa rusak sehingga kemungkinan tidak dapat hamil lagi. Bahaya ini menjadi lebih besar bila aborsi dilakukan secara sembrono oleh dukun , mantri atau orang lain, dan bukan dokter kebidanan.

APA TINDAKAN REMAJA AGAR TIDAK TERJERUMUS DALAM KEHAMILAN DINI MAUPUN ABORSI ?
Yang paling penting ialah pengendalian diri agar tidak melakukan senggama sebelum nikah. Penjagaan diri agar tidak terjerumus ke dalam situasi yang mendorong terjadinya senggama sangat dianjurkan. Sehingga kehamilan dini dapat dihindarkan. Aborsi ilegal dan segala akibatnya juga dapat dihindarkan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar