Senin, 07 September 2009

Pacaran dan Senggama

APAKAH PACARAN ITU ?
Pacaran adalah persahabatan pria dan wanita yang didasari oleh rasa cinta yang berkelanjutan sampai ingin menjalin hubungan suami istri.

BAGAIMANAKAH PACARAN YANG AMAN DAN SEHAT ?
Dari sisi agama, pacaran yang aman dan sehat adalah pacaran yang tidak melanggar kaidah agama, tidak melakukan kegiatan yang menimbulkan syahwat atau keinginan melakukan senggama.

Dari sudut kehidupan remaja, pacaran yang aman dan sehat adalah pacaran yang tidak menimbulkan akibat merugikan masa kini dan masa depan remaja, termasuk: menjadi hamil dan tertular penyakit. Oleh karenanya, pacaran paling burukpun masih bisa dimengerti asalkan tidak melakukan senggama.

BAGAIMANAKAH SIKAP REMAJA LAKI-LAKI DAN REMAJA PEREMPUAN BILAMANA BERPACARAN ?
Untuk mencegah terjadinya ‘kecelakaan’ disarankan agar para remaja, khususnya remaja putri, untuk menjaga jangan sampai terhanyut akibat daerah-daerah erotis dirangsang terus.. Bersikap keras pada pacar kalau mulai merangsang daerah erotis sangat disarankan. Menghindari bepergian ke tempat yang gelap, terpisah, juga dianjurkan.

Keperawanan, dalam arti selaput perawan (hymen) yang terletak di mulut vagina yang masih utuh, dari segi keseatan reproduksi, sebenarnya tidak terlalu penting. Namun dalam masyarakat kata keperawanan merupakan tanda kesucian wanita (yang kadang tidak adil dengan pria). Jadi layak dijaga pula untuk kesejahteraan kehidupan keluarga kelak.

Layak bila remaja perempuan harus lebih berhati-hati dalam berpacaran. Remaja laki-laki wajib menjaga kesucian pacarnya. Pacaran menjadi salah sama sekali apabila tujuannya hanya untuk pemuasan nafsu syahwat. Atau sekedar gagah-gagahan, untuk menyombongkan diri. Antara lain dengan melakukan senggama sekedar untuk menunjukkan kelaki-lakian seseorang.

APAKAH SENGGAMA ITU?
Senggama disebut pula hubungan seksual, kadang hanya seks. Disebut pula penetrasi atau penembusan. Senggama merupakan kegiatan terpuji yang hanya boleh dilakukan oleh sepasang suami-istri yang sah yang saling mencintai, dalam rangka melanjutkan keturunan. Tujuannya jelas, ialah upaya melestarikan manusia di bumi. Oleh karena itu, Allah memberikan kenikmatan bagi mereka yang melakukan senggama dalam tujuan tersebut.

Senggama menjadi kehilangan arti mulia, kemudian berubah menjadi dosa, manakala dilakukan hanya untuk mencari kenikmatan sesaat, lebih-lebih bila tidak disertai rasa cinta di antara keduanya.

Senggama dilakukan dengan memasukkan penis ke dalam vagina wanita. Proses penetrasi (penembusan) ini menjadi mudah dan dinikmati kedua pihak, apabila sebelumnya para pelaku senggama saling merangsang daerah erotis (ialah alat reproduksi dan sekitarnya, buah dada wanita dan bagian badan lain), sehingga penis sangat tegang dan mengeluarkan cairan, sedang vagina membengkak dan basah oleh cairan vagina. Seperti dijelaskan di atas, senggama menjadi jauh lebih nikmat bila didasari atas rasa cinta di antara keduanya. Senggama yang pertama kali dialami seorang wanita, ketika penis dimasukkan ke vagina, maka pecahlah selaput perawan yang ada dimulut vagina.

Patut untuk diketahui, bahwa selain senggama normal, di mana penis dimasukkan ke dalam vagina, ada pula senggama tidak normal, termasuk senggama oral (penis dimasukkan kedalam mulut) dan senggama anal (penis dimasukkan ke dalam dubur). Kedua cara senggama ini selain menyalahi fitrah kemanusiaan, juga sangat berbahaya karena lebih mudah menularkan berbagai penyakit, khususnya Penyakit Menular Seksual. Di antara dua orang laki-laki dapat dilakukan senggama tidak normal tersebut. Juga di antara dua wanita dapat dilakukan ‘pacaran tidak normal’, dalam arti saling merangsang alat reproduksi masing-masing untuk kepuasan bersama. Kegiatan-kegiatan tersebut jelas bertentangan dengan fitrah manusia

BAGAIMANAKAH KONDOM DAPAT MENCEGAH KEHAMILAN ?
Penggunaan kondom harus dipandang secara arif, Kondom hanyalah suatu alat untuk tujuan tertentu. Berfungsi mencegah bersatunya sperma dengan sel telur saat persenggamaan untuk kepentingan pengaturan kehamilan bagi kesejahteraan keluarga. Bila salah satu sedang menderita sakit, misalnya Penyakit Hubungan Seksual, Hepatitis atau AIDS, penggunaan kondom di antara suami istri dianjurkan, agar penyakit yang diderita salah satu dari mereka tidak menular kepada yang lain.

BAGAIMANA TINDAKAN REMAJA AGAR TIDAK TERJERUMUS DALAM DOSA SENGGAMA ?
Tindakan remaja yang paling penting ialah sikap keras dan pengendalian diri yang teguh untuk menjaga perilaku kita dari risiko-risiko yang bisa merusak masa depan. Perlu dicamkan benar-benar oleh para remaja adalah, bahwa senggama sebelum nikah adalah perbuatan zina dan berdosa besar. Untuk tidak mendekati zina senggama, apalagi sampai melakukan senggama. Pacaran yang terlalu bebas akan dapat menjerumuskan para remaja dengan persenggamaan. Serta untuk menghindari menjadi hamil atau menghamili remaja perempuan lain.Pengendalian diri ini harus dilakukan berdua. Bila salah satu pihak (acapkali remaja laki-laki) agak lupa diri, maka pihak yang lain (terutama remaja putri) harus mampu mengingatkan. Kalau perlu secara keras dan tegas menolaknya.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar