Kamis, 10 Mei 2012

Teknik Pertolongan Pertama (Evakuasi Korban Kecelakaan)

METODE PERTOLONGAN PERTAMA
(Evakuasi Korban Kecelakaan)

Evakuasi Korban
Evakuasi korban adalah salah satu tahapan dalam Pertolongan Pertama yaitu untuk memindahkan korban ke lingkungan yng aman dan nyaman untuk mendapatkan pertolongan medis lebih lanjut.

Prinsip Evakuasi
  1. Dilakukan jika mutlak perlu
  2. Menggunakan teknik yang baik dan benar
  3. Penolong harus memiliki kondisi fisik yang prima dan terlatih serta memilik penanganan medis dasar (seperti paramedik, para pelaku Pertolongan Pertama Palang Merah Indonesia dan lain-lain).
  4. Semangat untuk menyelamatkan korban dari bahaya yang lebih besar atau bahkan kematian
Alat Pengangkutan
Dalam melaksanakan proses evakusi korban ada beberapa cara atau alat bantu, namun hal tersebut sangat tergantung pada kondisi yang dihadapi (medan, kondisi korban ketersediaan alat). Ada dua macam alat pengangkutan, yaitu:
 
1. Manusia
Manusia sebagai pengangkutnya langsung. Peranan dan jumlah pengangkut mempengaruhi cara angkut yang dilaksanakan.

Bila satu orang maka penderita dapat:
  1. Dipondong : untuk korban ringan dan anak-anak
  2. Digendong : untuk korban sadar dan tidak terlalu berat serta tidak patah tulang
  3. Dipapah : untuk korban tanpa luka di bahu atas,
Bila dua orang maka penderita dapat:
Maka pengangkutnya tergantung cidera penderita tersebut dan diterapkan bila korban tak perlu diangkut berbaring dan tidak boleh untuk mengangkut korban patah tulang leher atau tulang punggung.
  1. Dipondong : tangan lepas dan tangan berpegangan
  2. Model membawa balok
  3. Model membawa kereta
2. Alat bantu
  1. Tandu permanen
  2. Tandu darurat
  3. Kain keras / ponco / jaket lengan panjang
  4. Tali / webbing
Persiapan :
Yang perlu diperhatikan:
  1. Kondisi korban memungkinkan untuk dipindah atau tidak berdasarkanpenilaian kondisi dari: keadaan respirasi, pendarahan, luka, patah tulang dan angguan persendian
  2. Menyiapkan personil untuk pengawasan pasien selama proses evakuasi
  3. Menentukan lintasan evakusi serta tahu arah dan tempat akhir korban diangkut
  4. Memilih alat
  5. Selama pengangkutan jangan ada bagian tuhuh yang berjuntai atau badan penderita yang tidak daolam posisi benar.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar