Jumat, 27 Juli 2012

Agar Tak Terjebak Label 'Sehat' Frozen Yogurt

Siapa yang tak suka dengan frozen yogurt? Ketika matahari sedang bersinar terik, menyantap sajian segar yang satu ini memang nikmat. Hasrat pun kerap tak terbendung di tengah persepsi yang menyebut froyo sebagai santapan sehat.

Dengan aneka pilihan topping yang menggiurkan, froyo menjadi salah satu dessert yang memiliki cukup banyak penggemar. Banyak yang berpikir bahwa yogurt beku lebih sehat daripada es krim, dan tidak akan membuat gemuk.

Eits, tunggu dulu! Anda mungkin akan terkejut dengan fakta di balik kelezatan froyo yang ternyata tak semanis persepsi awam. Berikut pemaparan pakar nutrisi Samantha Heller.

1. Ukuran 
The American Diabetes Association merekomendasikan kandungan lemak dessert beku maksimal 3 gram dalam setiap 4 ons sajian. Sayang, banyak toko froyo menawarkan takaran yang lebih besar dari seharusnya. Bahkan, orang pun lebih memilih ukuran yang besar yang sama dengan porsi gula di dalam permen. Karenanya, pastikan Anda tetap memilih froyo dalam ukuran yang kecil untuk menghindari kelebihan gula dan lemak.

2. Topping 
Pilihan topping pada froyo kerap kali membuatnya lebih berbahaya dari sekedar es krim. Taburan coklat, agar, mashmallow kalau dihitung memiliki kadar gula yang sama dengan permen. Jika Anda mengingikan sajian beku ini, pilih buah sebagai toppingnya.

3. Probiotik 
Mungkin Anda berpikir seberapa besar ukurannya, froyo tetap terbuat dari probiotik dengan dosis yang sehat. Faktanya, proses pembekuan mempengaruhi jumlah probiotik di dalamnya. Harusnya, minuman probiotik mengandung 100 juta bakteri probiotik per gram di dalamnya. Tapi, froyo hanya mengandung 10 juta bakteri per gram. Jadi, kalau Anda ingin efek menyehatkan dari probiotik, lebih baik memilih minuman atau makanan probiotik selain frozen yogurt.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar