Kamis, 12 Juli 2012

DEMO PERTOLONGAN PERTAMA PMR SMABHATIG

I. TEMA
SIAGA PERTOLONGAN TERHADAP KORBAN BENCANA

II. LATAR BELAKANG
Palang Merah Remaja (PMR) Unit SMA Kemala Bhayangkari 3 Porong masa bhakti 2011-2012 dalam rangka menyambut penerimaan anggota baru masa bhakti 2012-2013 telah menyiapkan berbagai macam program kerjanya. Antara lain yang sangat dinanti-nantikan penampilannya oleh semua siswa dan siswi SMA Kemala Bhayangkari 3 Porong adalah sebuah kreasi aktif dengan megusung sebuah tema bencana alam

III. MAKSUD DAN TUJUAN
Aksi-aksi tersebut atau demo tersebut sengaja diapresiasikan guna meraih simpati anggota baru untuk mau menjadi anggota baru Palang Merah Remaja PMR Unit SMA SMA Kemala Bhayangkari 3 Sidoarjo untuk masa bhakti 2012-2013. Dan hasilnya, dengan tampilan demonstrasi dari anak-anak PMR tersebut meraih hasil yang cukup memuaskan. Hal ini dibuktikan dari total siswa yang mendaftarkan diri ke PMR SMA Kemala Bhayangkari 3 Porong semakin meningkat.

IV. WAKTU DAN TEMPAT
Kegiatan ini akan diselenggarakan pada ;
Hari/Tanggal : Jumat/ 13 juli 2012
Waktu : Pukul 08.00 s.d Selesai,-
Acara : Kegiatan Demo PMR
Tempat : Halaman depan Sekolah SMA Kema Bhayangkari 3 Porong

V. JADWAL KEGIATAN
Jumat, 13 Juli 2012






VI. PANITIA
Panitia Kegiatan Demo PMR Tahun 2012 Palang Merah Remaja Unit SMA Kemala Bhayangkari 3 Porong adalah sebagai berikut
  1. Kepala Sekolah SMABHATIG :
  2. Waka Kesiswaan :
  3. Pembina PMR :
  4. Pelatih PMR :
  5. Asisten Pelatih PMR :
  6. Ketua Dewan Pengurus Harian :
  7. Ketua Pelaksana Latihan Bersama :
  8. Sekretaris :
  9. Bendahara :
  10. Sie. Acara :
  11. Sie. Konsumsi dan Dokumentasi :
V. KONSEP DEMO PMR 
Palang Merah Remaja Unit SMA Kemala Bhayangkari 3 Porong menampilkan Demonstrasi Pertolongan Pertama, Dengan tema “SIAGA PERTOLONGAN TERHADAP KORBAN BENCANA”.  
Peragaan yang akan kami tampilkan berupa :
  • Pembuatan tanda darurat
  • Evakuasi korban
  • Pengungsiaan dan dapur umum
  • Triase, yaitu pencarian korban dan pertolongan berdasarkan prioritas tingkat bahaya
  • Pertolongan Pertama
  • Narasi Demo PMR
A.  Pembuatan tanda darurat
Tandu darurat merupakan bentuk tandu improvisasi yang siap digunakan dengan mengunakan bahan yang tersedia dalam keadaan darurat.
 
Tandu darurat dibuat dari 2 batang bambu dengan panjang 225 centimeter, dua batang bambu anak tandu panjang 70 centi meter, Tambang besar sepanjang 20 meter dan dua utas tambang kecil dengan panjang 7 meter.

Pembuatan tandu dengan peragakan dalam keadaan mata tertutup, dengan tujuan bila dalam keadaan yang sulit seperti malam tanpa ada penerangan bila pertolongan dibutuhkan selalu siap sedia.

B.  EVAKUASI
Merupakan suatu tindakan memindahkan korban dari tempat yang tidak aman ke tempat yang aman. Tindakan evakuasi dengan melakukan tindakan pengangkutan korban, merupakan upaya penting dalam pemberian pertolongan. Cara pengangkutan korban yang benar perlu diketahui dan ketrampilan mengangkut korban. Pengangkutan dapat dikelompokkan dengan dua upaya yaitu :

1) Pengangkutan sebelum diberikan pertolongan pertama
2) Pengangkutan setelah diberikan pertolongan pertama

Pengankutan dsapat dilakukan dengan cara bibopong, dipondong, ditopang dan menggunakan alat berupa tandu darurat.

Pengangkutan dengan menggunakan tandu dilakukan oleh empat orang pengusung dan satu orang sebagai leader atau pencari jalan. Posisi Pengankutan dengan cara :
1. Posisi tandu di pundak
2. Posisi tandu di lengan
3. Posisi silang
Dilakukan bila medan perjalanan berupa jalan sempit misalnya Lorong sempit, dan Halang rintang.

C.  Pengungsian dan Dapur Umum
PEMBERI BANTUAN kepada sesama manusia korban bencana adalah salah satu tugas yang penting dari Palang Merah. Akibat terjadinya bencana alam sering menimbulkan kerugian selain jiwa juga harta benda, sehingga para korban mendapat kesulitan untuk memenuhi kebutuhannya terutama dalam pengadaan pangan. Untuk membantu meringankan penderitaan korban bencana, Palang Merah memberikan bantuan berupa DAPUR UMUM.

Dapur umum PMI adalah dapur umum lapangan yang menyediaakan makanan sederhana tapi layak, hiegenis dan cukup bergizi, untuk didistribusikan kepada yang memerlukan dalam waktu yang cepat dan tepat. Petugas Dapur Umum lapangan satu regu terdiri dari seorang kepala regu, seorang wakil kepala regu, seorang petugas tata usaha, seorang petugas logistik, seorang petugas memasak,dan seorang petugas pendistribusian. Satu regu dapur umum dapat mengelola satu unit DU dengan kapasitas maksimal 500 orang atau 100 kepala keluarga.

D.  Triase
Sesuai dengan prinsip pertolongan Palang Merah, yang utama ditolong adalah manusianya. Bergerak sekelompok anggota Palang Merah melakukan tugas dalam bentuk TRIASE, yaitu bentuk pencarian korban dengan memberikan pelabelan pada setiap korban. Label diberikan untuk memudahkan para penolong memberikan pertolongan berdasarkan prioritas ancaman bahaya. Dalam triase digunakan :
  • Label warna Hijau untuk korban dengan luka ringan,
  • Label warna Kuning untuk korban dengan luka berat
  • Label warna Merah untuk korban dengan luka yang sangat berat yang harus segera ditolong
  • Dan Label warna Hitam untuk korban yang meninggal atau tidak memungkinkan untuk diselamatkan
Berdasarkan prioritas pertolongan dimulai dari korban yang berlabel merah, kemudian kuning, selanjutnya hijau dan terakhir hitam.

E.  Pertolongan Pertama
Pertolongan pertama merupakan pemberian pertolongan segera kepada korban penderita sakit atau cedera yang memerlukan penanganan medis dasar. Pelaku pertolongan pertama adalah penolong yang pertama kali tiba DI TEMPAT KEJADIAN, YANG MEMILIKI KEMAMPUAN DAN TERLATIH DALAM PENANGANAN MEDIS DASAR.

Tujuan pertolongan pertama adalah menyelematkan jiwa penderita, mencegah cacat dan infeksi, memberikan rasa nyaman, mengurangi rasa sakit atau penderitaan dan menunjang proses penyembuhan.

Dalam melakukan pertolongan pertama harus melalui tahapan-tahapan secara berurutan dan teratur yang itu dengan langkah-kangkah sebagai berikut :
  1. Penilaian keadaan, Yang bertujuan untuk memperoleh gambaran secara umum tentang kejadian yang sedang dihadapi. Kgiatan ini juga berupaya mencari keselamatan bagi penolong maupun yang ditolong
  2. Penilaian dini. Merupakan tahap penting dalam melakukan pertolongan agar kegiatan pertolongan dapat dilakukan secara tepat, cepat dan sederhana. Langkah-langkah penilaian dini meliputi pemeriksaan keadaan umum korban dengan memerikasa kesadaran, pernapasan, dan cedera yang diderita.
  3. Pemeriksaan pisik. Merupakan penilaian yang terarah bertujuan agar penolong dapat melakukan penatalaksanaan yang sesuai dengan keadaan. Pemeriksaan pisik dilakukan dengan penglihatan (inspeksi), Perabaan (palpasi) dan pendengaran (auskultasi). Dilakukan pemeriksaan berurut dari mulai ujung kepala hingga ujung kaki.
  4. Riwayat penderita, untuk mengetahui keadaan penderita agar dapat dilkukan tindak lanjut pengobatan. Riwayat penderita diketahui melalui wawancara baik dengan penderita, keluarga atau saksi mata.
  5. Pemeriksaan berkala, dan
  6. Pelaporan
Pemeriksaan berkala dan pelaporan sudah bukan lagi tanggung jawab penolong dalam kegiatan pertolongan pertama,melainkan merupakan tugas dari pertolongan medis.

F. Narasi Demo PMR
Pagi itu mentari bersinar cerah, menyingkirkan sisa-sisa embun. Desa Bhatig pada hari itu berjalan sebagaimana biasanya. Kehidupan desa begitu tentram dan damai. Para petani melaksankan aktivitas sebagaimana biasanya. Bekerja dengan penuh semangat serta riang gembira saat menjelang memetik hasil jerih payah…..ya sebentar lagi di desa Bhatig itu akan melaksanakan Panen Raya.

Acara Panen raya kali ini akan dihadiri oleh para pejabat, karena desa Bhatig merupakan Desa percontohan yang berhasil dalam berbagai bidang terutama pertanian. Para Aparat desa, dari mulai kepala desa dan aparat desa beserta penduduk, sibuk mempersiapkan acara panen raya tersebut.

Anak-anak, sebagai mana biasanya bermain dengan riang gembira. Terlebih sebentar lagi mereka akan membantu para orang tua mereka untuk memanen hasil pertanian desa Bhatig.
 
Namun, tiba-tiba suasana desa yang damai, tentram berubah penduduk menjadi panik, kacau balau, mencekam rasa ketakutan.Tanpa dikira, manusia hanya berencana alam,ya alam berkehendak lain.

Bencana…….bencana……bencana siap mengkoyak-koyak kebahagian penduduk tanpa ada peringatan……. Atau manusia yang tidak peka terhadap isyarat alam. Bencana……bencana….. gunung meletus …… yang siap meratakan pertanian, …ternak…., rumah…… penduduk dan semua yang berada dipermukaan bumi dengan lahar panas yang akan meratakannya.

Kebahagiaan yang akan dijelang,tinggal suatu angan …..bagai terbangun dari mimpi indah……Bencana Gunung meletus mengubur kebahagian penduduk suka damai. Jerit kesakitan……..teriak ketakutan………tangisan dan jerit pilu bergema disetiap sudut desa mengiringi kepanikan akan maut yang mengancam……. tangisan anak-anak yang mencari orang tuanya yang tidak ditemukan………Teriakan ibu-ibu mencari anak-anaknya yang terpisah.

Korban tewas dan luka-luka bergelimpangan di mana-mana.
Semua berharap pertolongan segera datang. Untuk meringankan penderitaan yang mendera
Bencana membawa kepedihan, kesedihan hancurnya sebuah harapan dan rencana.
Dalam keputus-asaan, penduduk berharap akan datangnya pertolongan.
 
Akhirnya tiba juga pertolongan. Para Anggota Palang Merah Siaga memberikan pertolongan, dalam keadaan yang sangat dibutuhkan. Mereka siap siaga menolong sesama manusia dengan penuh kasih tanpa membedakan kaya-miskin, tua-muda, laki-laki-perempuan, atau perbedaan apapun….semua yang membutuhkan pertolongan harus ditolong.

Demo ini dipimpin langsung oleh Komandan PMR, dengan dua team penolong. Semua anggota adalah anggota yang telah terekrut pada Unit Pemberdayaan Sumber Daya Manusia (PSDM) bentukan program kerja pada tahun 2012 ini.

Semua anggota Unit PSDM adalah anggota-anggota pilihan, mereka bercirikan memiliki dedikasi dan prestasi tinggi di kelasnya. Selain itu, faktor yang tidak kalah penting sebagai prasyarat menjadi anggota Unit PSDM adalah siap bekerja keras, pantang menyerah, dan suka menolong sesama. Oleh karena itulah, pada aksi tersebut-pun, pertolongan mampu diberikan secara cepat dan tepat, yakni hanya memerlukan waktu 3 menit saja.

MELALUI KEGIATAN KEPALANGMERAHAN HATI KITA AKAN TERSENTUH OLEH PENDERITAAN SESAMA MANUSIA.

MELALUI KEGIATAN KEPALANGMERAHAN KITA AKAN MENYAKSUKAN DARI DEKAT ARTI PENDERITAAN. DARI SINI HATI KITA AKAN TERDORONG UNTUK MENGURANGI PENDERITAAN SESAMA MANUSIA.

PALANG MERAH REMAJA (PMR) ADALAH ORGANISASI BAGIAN DARI PALANG MERAH INTERNASIONAL DAN NASIONAL

MELALUI PENDIDIKAN EKSTRAKURIKULER PMR DI SMA KEMALA BHAYANGKARI 3 PORONG. KAMI KELUARGA BESAR PMR SMA KEMALA BHAYANGKARI 3 PORONG, MENGAJAK UNTUK BERGABUNG MEMPERDALAM ILMU PENGETAHUAN, KETRAMPILAN KEPALANG MERAHAN DAN BELAJAR UNTUK PEKA DAN PEDULI TERHADAP SESAMA MANUSIA TANPA MEMBEDAKAN PERBEDAAN YANG ADA.

KAMI MENGUCAPKAN TERIMA KASIH ATAS PERHATINNYA, SEMOGA APA YANG KAMI TAMPILKAN  BERMANFAAT, TERUTAMA TERKETUK UNTUK SELALU PEDULI TERHADAP SESAMA MANUSIA TERLEBIH LAGI YANG SEDANG MEMBUTUHKAN PERTOLONGAN. KAMI MOHON MAAF BILA ADA KESALAH DARI PENAMPILAN INI.

SELAMAT DATANG SISWA SMA KEMALA BHAYANGKARI 3 PORONG KELAS 10 YANG BARU DAN SELAMAT BERGABUNG DI PMR UNIT SMABHATIG.

“PMR SMABHATIG.!!! READY FOR ACTION.!”

Tidak ada komentar:

Posting Komentar