Senin, 16 Juli 2012

Hormon Usus Pengaruhi Tingkat Kebahagiaan?

Semua orang pasti selalu merasa bahagia ketika bersama orang-orang yang menyayangi mereka. Tapi, tahukah Anda dari mana kebahagiaan itu berasal?

Selain dari hormon serotonin yang diketahui sebagai hormon kebahagiaan, ternyata rasa bahagia yang dirasakan manusia juga bergantung pada jumlah bakteri pada usus mereka. Menurut para peneliti dai Irlandia, bakteri berguna dalam usus ini muncul sejak awal kehidupan, dan ketika proses ini terhambat maka akan memengaruhi proses produksi serotonin.

Serotonin adalah hormon yang bertanggung jawab dalam mengatur suasana hati dan emosi seseorang. Tingkat serotonin dapat berubah ketika seseorang mengalami stres dan depresi.

Dikutip dari Genius Beauty, para peneliti dari Universitas Nasional Irlandia mengadakan serangkaian penelitian dengan menggunakan tikus percobaan. Hasilnya, mereka membuktikan bahwa  jika tikus muda tidak memiliki bakteri ini, secara signifikan akan memengaruhi konsentrasi serotonin dalam otak tikus saat dewasa.

Penelitian ini juga menemukan bahwa pola ini lebih cenderung ditemukan pada tikus betina. Sementara itu, menambahkan bakteri tersebut ke usus saat usia tikus mencapai usia dewasa tidak akan memberikan pengaruh pada gambaran kebahagiaan secara keseluruhan.

Para peneliti ini percaya bahwa eksperimen mereka menunjukkan bagaimana orang tua dapat membahayakan kesehatan masa depan bayi mereka jika mereka melakukan diet yang tidak seimbang, penggunaan antibiotik yang tidak seimbang, infeksi yang mengubah komposisi akan mikroflora usus.

Para ilmuwan menekankan bahwa bakteri berguna ini adalah bagian dari mikroflora usus, yang tidak hanya mempengaruhi fungsi otak, tetapi juga mempengaruhi seluruh tubuh manusia.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar