Sabtu, 07 Juli 2012

Pelecehan & Kekerasan Terhadap Anak

Sampai saat ini pelecehan dan kekerasan terhadap anak masih kerap terjadi, dan mungkin bakal terus terjadi. Dan saya yakin, sebagai orang tua tentu anda tidak ingin pelecehan dan kekerasan itu terjadi pada anak anda. Untuk itu silahkan anda kenali bentuk-bentuk pelecehan dan kekerasan tersebut sehingga anda bisa mengambil langkah preventif agar tidak terjadi pada putra-putri anda. 

Jenis-jenis pelecehan & kekerasan
Berikut adalah jenis-jenis tindakan pelecehan dan kekerasan terhadap anak, baik yang dilakukan oleh orang tua, anggota rumah lainnya, lingkungan rumah, maupun lingkungan sekolah. Semoga anda lebih peduli lagi sehingga bisa memastikan putra-putri anda tidak mengalami tindakan-tindakan tersebut. Dan berikut adalah beberapa jenis pelecehan & kekerasan terhadap anak.
 
 
Mengata-ngatai/menghardik/memarahi Mengolok-olok/mengejek anak
 
 
Memaksa anak untuk menyentuh atau disentuh dengan tidak pantas Merendahkan harga diri anak
 
 
Tidak merawat anak, misalnya : membiarkannya kotor, tidak diberi pakaian, tidak diberi makan Memperlakukan anak layaknya pembantu
   
Menekan dan mengejek anak di sekolah Mengabaikan kebutuhan pengobatan
 
 
Menujukkan tingkah laku/gambar/tulisan porno Memukul atau menyakiti anak
   
Menjebak/menipu anak Tidak mau mendengar anak
   
Mengabaikan kebutuhan kasih sayang anak Merampas waktu belajar maupun waktu bermain anak.
   
Mengabaikan kebutuhan pendidikan anak Meninggalkan anak tanpa pengawasa
Efek & Tanda-tanda Terhadap Anak
Kesulitan Akademis; Perilaku agresif; Terlibat dengan Alkohol dan/atau penyalahgunaan obat lain; Kecemasan; Mimpi buruk; Ngompol; Sakit kronis; Perilaku seksual kompulsif; Gangguna perhatian & Konsentrasi; Melakukan tindakan berbahaya,  seperti ngebut, mogok makan/minum; Depresi; Gangguan tumbuh kembangnya; Takut atau malu; Takut terhadap tempat tertentu; Insomnia; Sering panik; Gejala fisik seperti sakit kepala dan sakit perut; Menyakiti diri sendiri; Berisiko terjadi penyimpangan seksual; Melarikan diri; Menelantarkan diri sendiri; Disfungsi seksual; Menarik diri dari lingkungan; Mencuri; Gagap; Mencoba bunuh diri; Berperilaku tidak pantas dengan tingkat usianya; Senang bolos; Kematian.

Masing-masing anak memiliki tingkat ketahanan dan kepribadian yang berbeda, sehingga anak-anak akan memberi respon secara berbeda pula terhadap situasi atau perilaku kasar yang sama. Itulah mengapa tanda-tanda peringatan di atas terlihat umum.

Tanda-tanda di atas tidak bisa dijadikan patokan akan terjadinya kekerasan/pelecehan yang spesifik yang dialami anak.  Disamping itu, seorang anak mungkin bisa bertahan terhadap pelecehan atau kekerasan tertentu tanpa menunjukan salah satu gejala di atas. Terjadinya bentuk-bentuk pelecehan/kekerasan di atas, bagi sebagian anak mungkin hanya sekedar meningkatkan risiko munculnya semua gejala tersebut.

Namun intinya, anak-anak seharusnya memperoleh segala yang mereka butuhkan untuk pertumbuhan dan perkembangannya di dunia ini tanpa harus merasakan pelecehan ataupun kekerasan, baik dari orang tua ataupun pengasuh mereka maupun dari lingkungannya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar