Senin, 23 Juli 2012

Puasa, Kesempatan Tubuh Buang Racun

Puasa berarti kita harus menahan lapar dan haus selama kurang lebih 14 jam. Tak ada asupan makan selama itu justru memungkinkan sistem pencernaan beristirahat sehingga memberi kesempatan tubuh membuang racun yang menumpuk.

AJ Carlson, Profesor Fisiologi di Universitas Chicago, mengatakan, ketika organ pencernaan beristirahat, tubuh akan melakukan detoksifikasi melalui aliran darah, pori dan organ pembuangan lain.

Saat puasa, lemak tubuh yang tidak bermanfaat dan racun yang terakumulasi dalam sel tubuh akan dikeluarkan. Sel yang sakit, sel-sel mati, lapisan lendir menebal di dinding usus, limbah aliran darah juga dikeluarkan lewat hati, limpa, dan ginjal.

Puasa memberi banyak manfaat bagi tubuh. Tak hanya detoksifikasi, puasa juga bermanfaat menurunkan kolesterol, menurunkan berat badan, menurunkan tekanan darah tinggi, dan mencegah gangguan lain dalam tubuh.  Agar mendapat manfaat puasa secara maksimal, coba ikuti tips berikut, seperti dikutip healthmad.com.

» Atur pola makan
Konsumsi makanan bergizi seimbang saat sahur dan buka puasa. Usahakan memenuhi lima elemen nutrisi penting seperti protein, lemak, karbohidrat, vitamin, dan mineral. Perbanyak asupan sayuran berserat dan buah.

» Ritme diet
Perubahan waktu makan paling terasa selama puasa. Dari yang mungkin terbiasa makan besar tiga kali sehari, menjadi dua kali sehari saat sahur dan buka. Karenanya, demi memenuhi cadangan energi selama puasa, penuhi kebutuhan nutrisi dan cairan tubuh dengan baik selama buka puasa hingga jeda menunggu sahur.

» Olahraga
Aktivitas kebugaran fisik tetap penting untuk mendukung stamina selama puasa. Jangan lakukan di pagi hari karena akan menguras cadangan energi. Lebih baik lakukan sekitar 1-2 jam menjelang buka puasa. Hindari olahraga yang terlalu berat.

» Jangan tidur usai sahur
Tubuh butuh waktu sekitar 30 menit untuk mencerna makanan. Langsung tidur selepas sahur akan mengganggu proses metabolisme. Lebih baik gunakan waktu selepas sahur untuk ibadah.

» Hindari minuman dingin dan berkadar gula tinggi 
Saat buka puasa, hindari konsumsi minuman dingin yang berpotensi memicu perut kembung karena kadar asam lambung dalam tubuh akan meningkat. Biasakan mengonsumsi air putih atau minuman hangat.

Sementara saat sahur, hindari pula konsumsi minuman berkadar gula tinggi karena akan merangsang produksi insulin sehingga cepat menimbulkan rasa lapar, lemas dan lesu. Ganti dengan jus buah segar yang dapat meningkatkan kadar gula darah tanpa merangsang produksi insulin.

» Jangan langsung makan besar saat buka puasa
Saat buka puasa, beri kesempatan lambung beradaptasi setelah berjam-jam tidak makan dan minum dengan minuman hangat dan camilan manis. Pastikan pula mengunyahnya dengan sempurna untuk meringankan kerja pencernaan. Makan kenyang sebaiknya 30-60 menit setelahnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar