Kamis, 05 Juli 2012

Pendidikan Remaja Sebaya (PRS) SMABHATIG

1. U M U M
Berbagai upaya pelatihan remaja telah dilaksanakan dalam system Palang Merah Indonesia. Pelatihan-pelatihan diarahkan untuk lebih berorientasi pada perubahan perilaku. Berdasarkan beberapa kajian, di kalangan remaja pendekatan YOUTH PEER EDUCATION atau PENDIDIKAN REMAJA SEBAYA (PRS) dianggap sebagai metode pembelajaran yang tepat. Dasar pertimbangannya adalah karena kelompok remaja merupakan kelompok unik dalam masyarakat. Mereka cenderung lebih dekat, lebih terbuka dan lebih sering berbicara perihal aspek-aspek kepribadian tertentu dengan remaja sebaya lainnya,daripada dengan orang tua atau guru.

Pendekatan PRS ini lebih menitikberatkan pada pembelajaran tidak resmi, dalam bentuk omong-omong antar remaja sebaya tentang permasalahan kesehatan dan kesejahteraannya. Sedangkan guru dan orang tua diharapkan mendukung (sebagai motivator) kegiatan tersebut. Palang Merah Indonesia mewadahi kegiatan tersebut sebagai bagian terpadu dari kegiatan pembinaan remaja.

2. SITIMATIKA
Pedoman Pelatihan Remaja Sebaya (PRS) ini terdiri atas 6 modul yaitu :
MODUL I : PENGEMBANGAN POTENSI DIRI

MODUL II : NORMA SOSIAL DAN PERILAKU BERESIKO
Topik 1 : Norma Sosial

MODUL III : KESEHATAN REPRODUKSI

MODUL IV : HIV / AIDS
Topik 3 : Penularan HIV

MODUL V : MASALAH KESEHATAN LAIN
Topik 1 : Rokok
Topik 2 : Alkohol
Topik 4 : Hepatitis - B
Topik 5 : Tuberculosis

MODUL VI : PENDIDIKAN REMAJA SEBAYA (PRS)
Topik 1 : Keluarga
Topik 2 : Teman Sebaya
Topik 3 : Pendidikan Remaja Sebaya (PRS)
Topik 4 : Rujukan

3. PELATIHAN
1. Pelatih Inti ( core trainers)
2. Fasilitator
3. Pelatih Remaja Sebaya (PERAYA)

4. PELAKSANAAN PELATIHAN

1. Tahap 1 : PEMBAHASAN
a. Pemanasan melalui penerapan beberapa metode, antara lain :
- Pengajuan pertanyaan-pertanyaan
- Telaah/studi kasus
- Drama/ simulasi
- Permainan, atau
- Penugasan
b. Diskusi kelompok maupun pleno untuk membahas materi, berangkat dari isyu-isyu yang berkembang dalam pemanasan/ permainan

2. Tahap 2 : PENYIMPULAN MATERI BAHASAN
Berisi penyimpulan materi bahasan dari hasil pemanasan maupun diskusi dengan merujuk Kunci Materi sebagai bahasan utama serta masukkan dan pendapat peserta yang berkembang selama proses pembahasan sebagai catatan pelengkap. Bila ada kasus/ permasalahan yang belum terpecahkan selamakegiatan pemanasan, dicatat dan dikonsultasikan kepada nara sumber. Hasil konsultasi tersebut, selanjutnya disampaikan Lagi kepada peseerta. Akhir dari penyimpulan, dapat pula ditambahkan dengan pembentukan kesepakatan tersebut, digunakan sebagai acuan bagi aksi-aksi pelatih remaja sebaya (Peraya) dalam lingkungan tempat tinggalnya masing-masing.

5. TINDAK LANJUT PELATIHAN
Setelah para Pelatih Remaja Sebaya (PERAYA) dilatih, diharapkan mereka akan melaksanakan pelatihan serupa kepada teman, sahabat, kerabat, yang sebaya dalam kehidupan mereka sehari-hari. Kasus-kasus yang ditemui, masalah yang dihadapi, penyelesaian masalah yang ad, serta keberhasilan maupun kendala selama pelaksanaan PRS diharapkan dicatat secara rapi dalam satu Buku Harian PRS.

Secara periodik, diselengarakan Sosialisasi, yang dihadiri oleh para pelatih inti, fasilitator dan Himpunan Alumni PMR (HAP) bila perlu diundang narasumber untuk memberikan klarifikasi permasalahan aktual yang dirasa paling mendesak.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar